Laporan Perekonomian Provinsi Maluku Utara Agustus 2019​​​ - Bank Sentral Republik Indonesia
Navigate Up
Sign In
22 Januari 2020

Perkembangan Ekonomi Daerah

Pertumbuhan perekonomian Maluku Utara pada triwulan II 2019 tercatat tetap kuat sebesar 7,49% (yoy), meski mengalami deselerasi dibandingkan dengan triwulan sebelumnya yang tumbuh sebesar 7,70% (yoy). Dari sisi permintaan, perlambatan pertumbuhan terjadi pada sektor Konsumsi Rumah Tangga, Ekspor Luar Negeri, dan Impor Luar Negeri. Sementara dari sisi penawaran, perlambatan secara umum disebabkan oleh LU Pertanian, Perkebunan, dan Perikanan, Perdagangan Besar dan Eceran, serta Industri Pengolahan yang disebabkan oleh menurunnya aktivitas produksi baik pertanian dan perikanan serta produksi pengolahan feronikel.

Keuangan Pemerintah

Realisasi pendapatan daerah Pemerintah Provinsi Maluku Utara sampai dengan triwulan II 2019 berada pada nilai Rp1,403 triliun, dengan besar realisasi pendapatan telah mencapai 51,17% dari total anggaran pendapatan 2019. Realisasi pendapatan ini meningkat sebesar 21,49% (yoy) dibandingkan periode triwulan II 2018.

Ditinjau dari sisi pengeluaran, belanja APBD hingga triwulan II 2019 mencapai Rp910,74 miliar, atau 33,67% dari total pagu anggaran pendanaan belanja daerah yang dianggarkan untuk tahun 2019. Secara umum, realisasi belanja APBD pada triwulan II 2019 sedikit mengalami penurunan sebesar 0,49% (yoy) dibandingkan dengan realisasi pada triwulan II 2018.

Perkembangan Inflasi Daerah

Inflasi Provinsi Maluku Utara, yang diwakili oleh inflasi Kota Ternate, pada triwulan II 2019 tercatat sebesar 1,64% (yoy), rendah apabila dibandingkan dengan inflasi pada triwulan I 2019 sebesar 2,95% (yoy), dan juga lebih rendah dibandingkan dengan inflasi pada triwulan II 2018 sebesar 3,91% (yoy). Inflasi terbesar terjadi pada kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga (dari 5,63% menjadi 5,56%), dengan andil inflasi 0,23%. Berdasarkan komoditas terbesar penyumbang inflasi pada triwulan II 2019, disumbang oleh komoditas cakalang asap. Hal tersebut, sebagai akibat dari peningkatan konsumsi masyarakat terutama pada periode Hari Raya Idul Fitri yang jatuh pada bulan Juni 2019 yang turut menyebabkan peningkatan konsumsi ikan, termasuk cakalang asap.

Secara akumulatif, inflasi Maluku Utara hingga bulan Juli 2019 adalah 1,81% (ytd). Inflasi bulanan (mtm) di triwulan berjalan (triwulan III 2019) diperkirakan mengalami penurunan akibat penurunan tren konsumsi masyarakat pasca HBKN Idul Fitri 2019. Selain itu, produksi ikan tangkap mengalami peningkatan dan diprediksi mencapai puncaknya pada bulan Agustus 2019. Hal ini mengakibatkan pasokan ikan di pasar relatif meningkat. Sejalan dengan inflasi bulanan, secara tahunan (yoy) inflasi triwulan III 2019 juga diperkirakan lebih rendah daripada triwulan II 2018.

Analisis Stabilitas Keuangan Daerah

Terjadi peningkatan risiko kredit Provinsi Maluku Utara secara keseluruhan berdasarkan data perningkatan Non-Performing Loan (NPL) Maluku Utara pada triwulan II 2019 yaitu sebesar 2,15%, lebih tinggi dibandingkan dengan NPL triwulan I 2019 sebesar 1,88%. Risiko kredit rumah tangga di Maluku Utara menunjukkan sedikit peningkatan yang tercermin dari peningkatan NPL sektor rumah tangga. NPL sektor rumah tangga triwulan II 2019 tercatat sebesar 0,70%, sedikit lebih tinggi dibanding triwulan I 2019 yang sebesar 0,59%. Kendati mengalami peningkatan, NPL tersebut masih berada dibawah threshold yang ditetapkan, sehingga ketahanan sektor rumah tangga tetap terjaga. Risiko kredit korporasi juga menunjukkan peningkatan, tercermin dari peningkatan NPL sektor korporasi dari 4.78% pada triwulan I 2019 menjadi 5.53% pada triwulan II 2019.

Perkembangan Sistem Pembayaran

Pada triwulan II tahun 2019 terjadi net outflow pada aliran uang kartal antara Bank Indonesia dengan perbankan, dengan nominal selisih transaksi mencapai 400 miliar rupiah. Peningkatan outlflow uang kartal terjadi sejalan dengan meningkatnya transaksi pada periode bulan puasa serta HBKN Idul Fitri 2019 yang berlangsung selama bulan Mei-Juni 2019.

Berdasarkan pencatatan volume dan nominal transaksi, penggunaan sistem pembayaran non-tunai melalui Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI) pada triwulan II 2019 terpantau mengalami peningkatan dibandingkan dengan triwulan I 2019, namun nilai tersebut masih lebih rendah dibandingkan dengan triwulan II 2018. Secara nominal transaksi SKNBI mengalami peningkatan sebesar 5,65% (qtq) atau sebesar Rp 756.89 miliar setelah pada triwulan sebelumnya tercatat sebesar Rp 716.43 miliar.

Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan

Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Maluku Utara pada Februari 2019 tercatat sebesar 5,09%, lebih tinggi dibanding Agustus 2018 dan Februari 2018 yang masing-masing sebesar 4,77% dan 4,65%. Kenaikan TPT tersebut diikuti oleh penurunan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) pada periode yang sama. TPAK Maluku Utara pada Februari 2019 tercatat sebesar 64,80%, lebih rendah dibanding Agustus 2018 dan Februari 2018 yang masing-masing sebesar 65,21% dan 71,49%.

Pada triwulan II 2019, Indikator kesejahteraan petani di Maluku Utara yang ditunjukkan oleh Nilai Tukar Petani (NTP) meningkat. Rata-rata Nilai Tukar Petani (NTP) Maluku Utara di triwulan II 2019 tercatat sebesar 96,75, naik dibandingkan dengan 96,08 pada triwulan sebelumnya. Secara keseluruhan NTP gabungan Maluku Utara di Kawasan Sulampua memiliki ranking 6 (enam) dari 10 (sepuluh) daerah.

Prospek Perekonomian

Perekonomian Maluku Utara pada triwulan IV 2019 diproyeksikan masih mengalami akselerasi berada pada kisaran 8,2% – 8,6% (yoy). Dari sisi permintaan, akselerasi pertumbuhan ekonomi didorong sektor konsumsi rumah tangga yang disebabkan oleh tingginya konsumsi menjelang akhir tahun 2019. Sementara itu, kembali menggeliatnya LU pertambangan dan industri pengolahan diperkirakan akan mendorong laju pertumbuhan di Maluku Utara.

Tekanan inflasi Maluku Utara hingga akhir tahun 2019 diperkirakan akan mengalami sedikit kenaikan dibanding inflasi triwulan berjalan. Kenaikan inflasi di triwulan mendatang, secara umum diperkirakan disebabkan oleh meningkatnya permintaan masyarakat menjelang libur sekolah, HBKN Natal, dan libur akhir tahun yang jatuh pada penghujung tahun 2019.

Tags:  

Survei

Apakah Artikel ini memberikan informasi berguna bagi Anda?
Nilai halaman ini:
Komentar:
Show Left Panel