Kajian Ekonomi dan Keuangan Regional Provinsi Maluku Utara November 2017 - Bank Sentral Republik Indonesia
Navigate Up
Sign In
25 September 2020

Ekonomi Maluku Utara pada triwulan III 2017 tumbuh meningkat dibanding triwulan II 2017. Pertumbuhan ekonomi pada triwulan III 2017 tercatat sebesar 7,78% (yoy), lebih tinggi dari triwulan sebelumnya yang sebesar 6,99% (yoy). Dari sisi permintaan, akselerasi pertumbuhan ekonomi triwulan III 2017 didorong oleh peningkatan konsumsi yang berasal dari dana pemerintah dan kegiatan investasi di Maluku Utara khususnya pembangunan smelter. Dari sisi penawaran, perbaikan kinerja sektor-sektor utama yakni sektor industri pengolahan, sektor konstruksi, dan sektor administrasi pemerintahan menjadi penyebab peningkatan pertumbuhan ekonomi pada triwulan III-2017.

Memasuki triwulan IV 2017, Pertumbuhan perekonomian Maluku Utara diperkirakan akan tumbuh pada kisaran 7,31% - 7,71% (yoy) dengan kecenderungan bias ke atas. Lapangan usaha industri pengolahan diperkirakan akan kembali mengalami akselerasi dan masih menjadi lapangan usaha dengan andil terbesar. Namun demikian melambatnya sektor pertanian dan pertambangan serta meningkatnya impor antar daerah diperkirakan menahan laju perekonomian pada triwulan berjalan. Dengan mempertimbangkan kondisi-kondisi tersebut, pertumbuhan ekonomi selama tahun 2017 diperkirakan berada pada kisaran 7,3% -7,7% (yoy).

volatile food khususnya dari subkelompok sayur-sayuran dan ikan segar mencatatkan deflasi akibat melimpahnya pasokan di pasar. Dengan demikian, Inflasi Maluku Utara yang diwakili oleh Kota Ternate pada akhir triwulan III 2017 tercatat sebesar 1,60% (yoy), lebih rendah dibandingkan triwulan II 2017 lalu yang tercatat sebesar 3,92% (yoy).

Namun, tekanan inflasi pada triwulan berjalan diperkirakan meningkat dibandingkan triwulan III 2017. Peningkatan konsumsi masyarakat sebagai dampak dari dibayarkannya beberapa tunjangan PNS pada akhir triwulan III 2017 serta efek persiapan pilkada 2018 akan menjadi pendorong utama inflasi Maluku Utara pada triwulan berjalan. Sementara itu, curah hujan Desember 2017 yang diprediksi lebih tinggi dari tahun lalu diperkirakan berisiko menghambat aktivitas nelayan ikan tangkap di akhir tahun dan memicu inflasi tinggi pada kelompok ikan segar. Dengan mempertimbangkan risiko-risiko pemicu inflasi tersebut, pada akhir tahun 2017, inflasi Maluku Utara diperkirakan meningkat dan berada pada kisaran 3,0% (yoy) – 3,4% (yoy).

Perekonomian Maluku Utara pada triwulan I 2018 diperkirakan tumbuh melambat dari triwulan berjalan dan berada pada kisaran 6,7% - 7,1% (yoy) dengan kecenderungan bias ke atas. Dari sisi permintaan, pelambatan pertumbuhan ekonomi diakibatkan oleh melambatnya PMTB sebagai dampak Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) tingkat provinsi tahun 2018 sehingga pelaku usaha cenderung khawatir dengan perubahan kebijakan dan pergantian pucuk pimpinan SKPD. Dari sisi penawaran, perlambatan disebabkan oleh melambatnya kinerja sektor pertambangan dan sektor industri pengolahan seiring belum ada tambahan smelter baru yang beroperasi secarakomersial (selain 2 smelter perusahaan penambangan nikel swasta yang telah beroperasi di tahun 2016 dan 2017). Kondisi ini diperkirakan mempengaruhi laju pertumbuhan ekonomi sepanjang tahun 2018 yang diproyeksikan akan tumbuh pada kisaran 6,3% -6,7% (yoy).

Tekanan inflasi Maluku Utara pada triwulan I 2018 diperkirakan akan mengalami sedikit peningkatan dibanding inflasi triwulan berjalan yakni berada pada kisaran 3,00% (yoy) – 3,40% (yoy). Risiko tekanan inflasi pada triwulan mendatang berasal gangguan produksi bahan makanan yang diakibatkan oleh curah hujan yang tinggi serta kerusakan tanggul di sentra produksi padi di Halmahera Utara. Tekanan inflasi juga diperkirakan muncul dari kenaikan cukai rokok serta kenaikan tiket pesawat khususnya di Bulan Januari 2018. Sementara itu, membaiknya kinerja ekonomi Maluku Utara diperkirakan meningkatkan tekanan permintan sepanjang tahun 2018. Dengan memperhatikan risiko-risiko tersebut, inflasi pada 2018 diperkirakan mencapai 3,9% - 4,3% (yoy).

Tags: Sektor Keuangan dan Moneter; Indeks Harga Konsumen; Sektor Riil

Survei

Apakah Artikel ini memberikan informasi berguna bagi Anda?
Nilai halaman ini:
Komentar:
Show Left Panel