KEKR Provinsi Maluku Utara Mei 2017 - Bank Sentral Republik Indonesia
Navigate Up
Sign In
29 Januari 2020
​​

Ekonomi Maluku Utara pada triwulan I 2017 meningkat dibandingkan triwulan IV 2016. Pertumbuhan ekonomi pada triwulan I 2017 tercatat sebesar 7,54% (yoy) lebih tinggi dari triwulan sebelumnya yang tercatat sebesar 6,54% (yoy). Dari sisi permintaan, akselerasi pertumbuhan ekonomi triwulan I 2017 terutama didorong oleh membaiknya tingkat konsumsi yang berasal dari dana pemerintah. Dari sisi penawaran, akselerasi pertumbuhan sektor pertambangan, sektor konstruksi, dan sektor administrasi pemerintahan menjadi motor utama penggerak pertumbuhan ekonomi pada triwulan I 2017. Memasuki triwulan II 2017, pertumbuhan ekonomi Maluku Utara diperkirakan melambat menjadi 6,2% – 6,6% (yoy).

Pada KEKR Mei 2017 ini, juga dilaporkan asesmen mengenai alternatif sumber pertumbuhan ekonomi baru di Maluku Utara. Sebagai alternatif sumber pertumbuhan ekonomi baru, potensi perikanan di Maluku Utara sudah terkenal sejak lama, hal ini dapat dilihat dari banyaknya nelayan yang berasal dari luar Provinsi Maluku Utara, misalnya: nelayan Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, Pulau Jawa, bahkan ada yang dari Filipina yang menangkap hasil laut di provinsi ini. Namun, secara umum, daya saing perusahan perikanan di Provinsi Maluku Utara masih rendah untuk keseluruhan aspek (market share, profit, penggunaan teknologi, kualitas produk, pelayanan setelah penjualan, pendidikan manajer, kesinambungan bahan baku, fasilitas pendukung di lokasi perusahaan, dan pekerja profesional). Aspek kualitas produk dan pelayanan setelah penjualan merupakan dua aspek yang memiliki nilai daya saing yang tinggi.

Selanjutnya pada sisi keuangan daerah, pada triwulan I 2017, realisasi pendapatan pemerintah tumbuh 1,23% (yoy) dibanding periode yang sama pada tahun sebelumnya. Hal ini didorong oleh nilai realisasi PAD yang mengalami peningkatan cukup signifikan. Sementara itu, dari sisi pengeluaran, terjadi penurunan realisasi belanja APBD triwulan I 2017 yang hanya terealisasi sebesar 12,01. Kendati demikian, nominal belanja triwulan I 2017 lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Lebih jauh menilik pada inflasi Maluku Utara yang diwakili oleh inflasi Kota Ternate, pada triwulan I 2017 tercatat sebesar 2,41% (yoy), lebih tinggi dibandingkan dengan inflasi pada triwulan IV 2016 sebesar 1,91% (yoy). Pola musiman cuaca yang diakibatkan oleh la nina sedikit banyak akan mempengaruhi pasokan bahan pangan. Selain itu, adanya bulan Ramadan dan hari raya Idul Fitri yang terjadi pada triwulan II 2017 akan meningkatkan permintaan masyarakat. Dengan demikian, inflasi hingga akhir triwulan II 2017 diperkirakan berada pada kisaran 3,50% - 3,90% (yoy).

Ditengah kondisi inflasi yang terjaga dan pertumbuhan ekonomi yang menguat. Tercatat konsumsi rumah tangga tumbuh melambat, meskipun demikian ketahanan sektor rumah tangga masih dalam level yang terjaga. Namun terdapat indikasi penurunan pendapatan masyarakat sehingga menyebabkan pengurangan alokasi untuk tabungan. Kinerja NPL pada sektor tersebut tercatat sebesar 0,64% lebih rendah dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar 0,47%. Sementara itu, stabilitas keuangan sektor korporasi masih tetap terjaga di tengah melambatnya sektor UMKM. NPL sektor korporasi tercatat mengalami penurunan dari 4,06% menjadi 4,35%.

Dari sisi sistem pembayaran tunai, aliran uang kartal pada triwulan I 2017 di Maluku Utara menunjukkan net-inflow (uang yang masuk lebih besar daripada jumlah uang yang keluar dari khasanah Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku Utara). Pada triwulan I 2017, aliran uang masuk (inflow) tercatat sebesar Rp307,28 miliar, sementara aliran uang keluar (outflow) sebesar Rp248,19 miliar sehingga menghasilkan net-inflow sebesar Rp59,10 miliar. Sementara itu, fasilitas kliring pada periode triwulan I 2017 tercatat mengalami kontraksi 9,81% (yoy).

Selanjutnya, kesejahteraan masyarakat Provinsi Maluku Utara terindikasi mengalami peningkatan. Seiring perbaikan kondisi ekonomi Maluku Utara, penyerapan tenaga kerja juga mengalami perbaikan. Hal tersebut ditandai dengan meningkatnya TPAK Februari 2017 menjadi 69,48%, dibanding periode Februari 2016 yang hanya sebesar 67,83%. Pada triwulan laporan, juga tercatat bahwa NTP Maluku Utara lebih tinggi daripada NTP Nasional. Namun demikian, NTP Maluku Utara masih terjaga di angka lebih besar dari 100, sehingga meskipun mengalami koreksi, kesejahteraan petani di Maluku Utara masih terjaga.

Perekonomian Maluku Utara pada triwulan III 2017 diperkirakan tumbuh meningkat dari triwulan berjalan dan berada pada kisaran 6,9% - 7,3% (yoy) dengan kecenderungan bias ke bawah. Dari sisi permintaan, konsumsi rumah tangga masih akan menjadi penggerak utama ekonomi Provinsi Maluku Utara pada triwulan mendatang, diikuti oleh realisasi konsumsi pemerintah yang juga akan semakin meningkat. Sementara itu, perbaikan produksi sektor meningkatnya produksi nikel yang disertai dengan rencana relaksasi UU Minerba yang telah diimplementasi pada triwulan II 2017. Hal ini diperkirakan akan berdampak pada meningkatnya ekspor baik antar daerah maupun luar negeri. Dengan memperhatikan perkembangan terkini dan faktor-faktor risiko, diperkirakan perekonomian Maluku Utara pada tahun 2017 akan tumbuh pada kisaran 6,6% - 7,0% (yoy), lebih tinggi dibanding pertumbuhan pada tahun 2016.

Tekanan inflasi kota Ternate pada triwulan III 2017 diperkirakan akan mengalami peningkatan dibanding inflasi triwulan berjalan. Tren peningkatan harga minyak dunia yang tengah berlangsung, ditengarai akan mendorong adanya penyesuian lanjutan terhadap harga BBM di Indonesia. Pertamina dan Pemerintah akan melaksanakan evaluasi harga BBM setiap tiga bulan sekali, dan diperkirakan evaluasi selanjutnya akan dilaksanakan pada triwulan III-2017 mendatang. Dengan memperhatikan risiko-risiko tersebut, inflasi pada triwulan III 2017 diperkirakan berada pada kisaran 3,6% - 4,0%. (yoy).​

Tags: Moneter; Inflasi; Kebijakan Moneter; Stabilitas Sistem Keuangan (SSK); Sistem Pembayaran di Indonesia

Survei

Apakah Artikel ini memberikan informasi berguna bagi Anda?
Nilai halaman ini:
Komentar:
Show Left Panel