Kajian Ekonomi dan Keuangan Regional Provinsi Maluku November 2017​​ - Bank Sentral Republik Indonesia
Navigate Up
Sign In
22 Januari 2020
​​Perkembangan Ekonomi Makro
Perekonomian Provinsi Maluku pada triwulan III-2017 tercatat mengalami perlambatan pertumbuhan. Pertumbuhan ekonomi Provinsi Maluku pada triwulan laporan mencapai 5,26% (yoy), lebih rendah dibandingkan triwulan sebelumnya yang tumbuh sebesar 5,49% (yoy). Pertumbuhan tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi nasional yang tercatat 5,06% (yoy).
Memasuki triwulan IV-2017, pertumbuhan ekonomi Maluku diperkirakan mengalami peningkatan. Pertumbuhan ekonomi Provinsi Maluku pada triwulan IV-2017 diperkirakan tumbuh positif dalam rentang 5,3% - 5,7% (yoy), lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya. Dari sisi lapangan usaha, percepatan ekonomi Maluku triwulan IV-2017 didorong oleh penguatan yang terjadi pada kinerja lapangan usaha utama, yaitu Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan. Selain itu, kinerja dari kategori Konstruksi dan kategori Administrasi Pemerintahan diperkirakan juga mendorong pertumbuhan Maluku di triwulan IV-2017. Kondisi cuaca yang semakin membaik merupakan salah satu faktor utama yang mendukung percepatan dimaksud. Sementara itu, Kategori Administrasi Pemerintah diperkirakan akan mengalami peningkatan cukup tinggi seiring dengan meningkatnya realisasi anggaran belanja baik APBN maupun APBD pada akhir tahun anggaran.  Dari sisi permintaan, peningkatan kinerja Maluku pada triwulan IV-2017 diperkirakan berasal dari Konsumsi Rumah Tangga dengan adanya periode Natal dan Tahun Baru, serta peningkatan dari Konsumsi Pemerintah sebagai imbas dari percepatan dari sisi lapangan usaha.
 

Keuangan Pemerintah
Realisasi belanja APBN yang dilakukan oleh pemerintah pusat di Provinsi Maluku pada triwulan III-2017, tercatat lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Realisasi APBN untuk Maluku mencapai 44,79% atau mencapai Rp4.153,55 miliar. Secara rasio, realisasi tersebut lebih rendah dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 56,15%. Secara nominal, realisasi belanja APBN tersebut juga lebih rendah bila dibandingkan triwulan III-2016 yang tercatat sebesar Rp4.292,84 miliar, karena adanya penurunan pagu APBN untuk Maluku pada 2017 sebesar 10,67% (yoy) menjadi sebesar Rp7,07 triliun..
Realisasi belanja APBD Provinsi Maluku triwulan III-2017 mengalami pertumbuhan yang melambat. Realisasi belanja APBD Provinsi Maluku pada triwulan III-2017 terkontraksi hingga 4,81% (yoy) dengan nominal realisasi sebesar Rp1.520,98 miliar, lebih rendah dibandingkan triwulan yang sama tahun lalu yang tumbuh hingga 8,09% (yoy) dengan nominal sebesar Rp1.597,85 miliar. Melambatnya pertumbuhan belanja pada triwulan III-2017 dipengaruhi oleh penurunan pagu komponen pembentuk anggaran belanja, yaitu komponen Belanja Langsung hingga 1,58% (yoy). Dengan menurunnya pagu komponen dimaksud, kapasitas belanja yang dimiliki pemerintah tidak sebanyak tahun lalu untuk menopang kinerja pertumbuhan ekonomi..
 
Perkembangan Inflasi Daerah
Inflasi tahunan Provinsi Maluku pada triwulan III-2017 terpantau relatif terkendali, yang ditunjukkan oleh penurunan angka inflasi dibadingkan dengan periode triwulan sebelumnya. Realisasi inflasi Maluku tercatat sebesar 3,85% (yoy), atau menurun dibandingkan triwulan II-2017 yang tercatat sebesar 5,82% (yoy). Realisasi inflasi tersebut cukup terkendali dan masih berada dalam rentang sasaran inflasi Maluku tahun 2017 berdasarkan roadmap pengendalian inflasi yang disusun oleh Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Maluku yaitu sebesar 4,5% ± 1% yang juga dapat mendukung pencapaian sasaran inflasi nasional.
Dengan mempertimbangkan perkembangan harga di masyarakat dan risiko-risiko inflasi pada triwulan IV-2017, laju inflasi Maluku untuk keseluruhan tahun 2017 diperkirakan lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya, yaitu berada dalam rentang 2,1% - 2,5% (yoy). Berdasarkan data inflasi sampai dengan Oktober 2017, inflasi tahun kalender Maluku mencapai 1,13% (ytd) atau secara tahunan mencapai 2,19% (yoy). Angka ini lebih rendah dibandingkan inflasi tahun kalender periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar 2,64% (ytd). Perkembangan inflasi Maluku sampai dengan Oktober 2017 lebih banyak dipengaruhi oleh kelompok volatile food, terutama terkait dengan persediaan pasokan bahan makanan utama, seperti ikan segar dan sayur-sayuran. Perkiraan inflasi untuk keseluruhan tahun 2017 akan sejalan dengan tahun sebelumnya bahwa menjelang akhir tahun tingkat inflasi akan cenderung lebih terkendali dengan adanya kondisi cuaca yang semakin membaik.
 
Stabilitas Keuangan Daerah, Pengembangan Akses Keuangan, dan UMKM
Hingga triwulan III-2017, kondisi stabilitas keuangan daerah Provinsi Maluku secara umum masih terjaga dengan baik dengan sumber kerentanan pada kondisi keuangan rumah tangga, korporasi, maupun UMKM yang juga dapat dikelola dengan baik pula. Pembiayaan perbankan, baik kepada sektor rumah tangga maupun korporasi, terpantau menguat disertai dengan penurunan risiko kredit pada masing-masing sektor. Namun untuk pembiayaan kepada UMKM terpantau mengalami penurunan dengan peningkatan risiko kredit.
Penyaluran kredit oleh perbankan terpantau mengalami peningkatan pertumbuhan dibandingkan triwulan II-2017. Kredit investasi dan konsumsi menjadi penopang utama pertumbuhan kredit di Provinsi Maluku pada triwulan III-2017. Sementara itu, aset perbankan mengalami peningkatan seiring dengan membaiknya pertumbuhan aset seluruh kelompok bank di triwulan laporan. Di sisi lain, Loan to Deposit Ratio (LDR) perbankan Maluku terpantau mengalami penurunan dibandingkan triwulan II-2017. Namun demikian, risiko kredit mengalami penurunan seiring dengan berkurangnya NPL. Selain itu, perbankan terpantau mengalami peningkatan efisiensi kinerja seiring dengan rasio BOPO yang menurun. 
  
Penyelenggaraan Sistem Pembayaran dan Pengelolaan Uang Rupiah
Perkembangan sistem pembayaran tunai sebagaimana ditunjukkan dari arus perputaran kas di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku sampai dengan akhir triwulan III-2017 menunjukan net inflow sebesar Rp29,88 miliar. Hal ini menunjukan bahwa jumlah uang tunai yang masuk lebih banyak dibandingkan jumlah uang tunai yang keluar dari Kantor perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku. Pola tersebut sesuai dengan pola siklikal pada triwulan ketiga.
Pertumbuhan tahunan kliring di Provinsi Maluku pada triwulan III-2017 kembali berada dalam tren penurunan. Transaksi kliring di Provinsi Maluku pada triwulan III-2017 mencapai Rp1,42 triliun, yang terdiri dari 73,35% kliring debit dan 25,86% kliring kredit. Transaksi tersebut berasal dari 20,74 ribu lembar warkat kliring yang terdiri dari 68,45% warkat debit dan 31,55% warkat kredit.
 
Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan
Pengangguran Maluku pada Agustus 2017 tercatat mengalami peningkatan. Jumlah pengangguran Provinsi Maluku per Agustus 2017 mencapai 65.735 orang atau sebesar 9,29% dibanding total angkatan kerja yang sebanyak 769.108 orang. Tingkat pengangguran tersebut mengalami peningkatan dibanding tingkat pengangguran per Februari 2017, yang sebesar 7,77% dari total angkatan kerja. Hal ini didorong oleh penyerapan tenaga kerja yang lebih rendah dibanding dengan pertumbuhan angkatan kerja periode Agustus 2017.
Dari sisi pendapatan masyarakat, Nilai Tukar Petani (NTP) mengalami peningkatan dari Triwulan II-2017. Peningkatan NTP hampir terjadi pada seluruh subsektor, yaitu tabama, hortikultura, dan peternakan. Hal ini didukung oleh meningkatnya volume produksi seiring dengan perkembangan kondisi cuaca. Namun demikian, subsektor perkebunan dan perikanan masih mencatat pertumbuhan negatif seiring dengan menurunnya suplai ikan di pasar selama triwulan laporan​.
Sementara itu, dari sisi kemiskinan, perkembangan kesejahteraan penduduk Provinsi Maluku tercatat mengalami peningkatan. Peningkatan kesejahteraan tersebut terlihat dari berkurangnya jumlah penduduk miskin yang terdapat di Provinsi Maluku. Selain itu, naiknya harga komoditas pertanian semakin mendukung peningkatan NTP dan pengurangan penduduk miskin di desa mengingat peningkatan harga komoditas yang terjual oleh petani (yang banyak terdapat di desa) berpotensi pada peningkatan pendapatan penduduk desa.
 
Prospek Perekonomian Daerah
Pertumbuhan ekonomi Provinsi Maluku pada triwulan I-2018 diperkirakan tumbuh stabil dalam rentang 5,6% - 6,0% (yoy). Dari sisi penawaran, pertumbuhan ekonomi pada triwulan I-2018 didorong oleh membaiknya kinerja Kategori Pertanian dan Perikanan. Dari sisi permintaan, stabilnya pertumbuhan ekonomi pada triwulan I-2018 lebih ditopang dari Komponen Konsumsi Rumah Tangga. Secara kumulatif, pertumbuhan ekonomi Maluku untuk keseluruhan tahun 2018 diperkirakan dalam rentang 5,9% - 6,3% (yoy), sedikit meningkat dibanding keseluruhan tahun 2017 yang diperkirakan tumbuh pada kisaran 5,7 – 6,1% (yoy).
Laju inflasi Provinsi Maluku untuk triwulan I-2018 diperkirakan mengalami sedikit peningkatan, berada pada rentang 3,0% - 3,4% (yoy). Inflasi komponen volatile food menjadi pendorong utama meningkatnya inflasi pada triwulan I-2018. Peningkatan diperkirakan masih terjadi pada kelompok ikan segar, sayur-sayuran dan bumbu-bumbuan. Dari sisi komponen inflasi administered prices, trend kenaikan harga minyak dunia akan mendorong kenaikan harga bahan bakar minyak non-subsidi di Indonesia. Dampak lanjutan dari kondisi ini adalah peningkatan tarif transportasi, terutama angkutan udara yang tidak menggunakan BBM bersubsidi. Komponen inflasi inti juga diprediksi akan mengalami sedikit peningkatan, terutama pada kelompok pendidikan. Subkelompok peralatan pendidikan akan mengalami peningkatan harga akibat periode awal semester genap tahun 2018.
 
Dengan mempertimbangkan kondisi ekonomi dan risiko-risiko inflasi, tingkat inflasi Maluku pada tahun 2018 secara kumulatif diprediksi akan berada pada kisaran 4,1% - 4,5%. Puncak inflasi diperkirakan akan berada pada bulan Mei dan Juni 2018 yang merupakan periode bulan Ramadhan dan menjelang Hari Raya Idul Fitri. Selain itu, bulan Agustus sampai dengan Oktober juga diprediksi meningkat akibat siklus cuaca dengan curah hujan yang tinggi.
 
Tags:  

Survei

Apakah Artikel ini memberikan informasi berguna bagi Anda?
Nilai halaman ini:
Komentar:
Show Left Panel