Kajian Ekonomi dan Keuangan Regional Provinsi Maluku Februari 2019 - Bank Sentral Republik Indonesia
Navigate Up
Sign In
29 Januari 2020

Asesmen Perkembangan Ekonomi Makro
Perekonomian Provinsi Maluku pada triwulan IV 2018 tercatat mengalami percepatan pertumbuhan ekonomi. Pertumbuhan ekonomi Provinsi Maluku pada triwulan IV 2018 mencapai 6,41% (yoy), lebih tinggi dibandingkan triwulan III 2018 yang tumbuh sebesar 6,38% (yoy). Pertumbuhan ekonomi Maluku pada triwulan IV 2018 juga lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional yang tercatat 5,18% (yoy). ​

Sumber pertumbuhan ekonomi Maluku pada triwulan IV 2018, dari sisi penawaran, utamanya berasal dari 3 (tiga) lapangan usaha (LU), yaitu LU, Pengadaan Listrik dan Gas yang tumbuh 8,59% (yoy), LU Pertanian, Kehutanan dan Perikanan yang tumbuh 7,49% (yoy) dan LU Konstruksi yang tumbuh 7,19% (yoy). Meningkatnya kinerja LU Pengadaan Listrik dan Gas pada triwulan IV 2018 didorong oleh komitmen Pemerintah Daerah bersama PT. PLN untuk mengalirkan listrik ke hampir seluruh wilayah di Maluku, utamanya di daerah Terdepan, Terluar dan Tertinggal (3T). Sedangkan kinerja LU Pertanian, Kehutanan dan Perikanan di Maluku didorong oleh panen raya ikan tangkap dan ikan budidaya selama triwulan IV 2018. Selain itu, upaya Pemerintah Daerah dalam melakukan intensifikasi pertanian melalui perluasan lahan tanam tanaman bahan makanan untuk meningkatkan kapasitas produksi mampu mendorong kinerja LU ini menjadi lebih tinggi. Sementara itu kinerja LU Konstruksi pada triwulan IV 2018 didorong oleh realisasi beberapa proyek konstruksi, yaitu Pelabuhan Lantamal di Kota Ambon dan Jembatan Wear Arafuru yang telah selesai pada akhir 2018. ​

Memasuki triwulan I 2019, pertumbuhan ekonomi Maluku diperkirakan tetap tumbuh positif namun sedikit melambat dibanding triwulan sebelumnya. Pertumbuhan ekonomi Provinsi Maluku pada triwulan I 2019 diperkirakan tumbuh positif dalam rentang 5,90 – 6,30% (yoy). Kinerja perekonomian Maluku pada triwulan I 2019 diperkirakan ditopang oleh faktor konsumsi dan kinerja ekspor luar negeri. Dari sisi penawaran kinerja perekonomian Maluku triwulan I 2019 akan ditopang oleh LU Administrasi Pemerintahan seiring persiapan pelaksanaan Pemilu pada bulan April 2019 serta realisasi beberapa proyek pembangunan sarana dan prasarana umum. ​

Asesmen Keuangan Pemerintah
Anggaran belanja pemerintah di Maluku, yang bersumber dari peningkatan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi, APBD 2-Kota (Ambon dan Tual), dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di Maluku, pada tahun 2018 yang secara total mencapai Rp13,89 triliun, meningkat 10,14% (yoy) dibandingkan tahun 2017 yang sebesar Rp12,62 triliun. Kenaikan tersebut didorong oleh meningkatnya pembiayaan untuk belanja operasional di Maluku dan untuk mendukung percepatan pembangunan infrastruktur strategis di provinsi Maluku. ​

Sementara itu, realisasi anggaran pemerintah di Maluku pada triwulan IV 2018 mencapai 91,64% dari target realisasi, lebih baik dibandingkan triwulan IV 2017 yang sebesar 89,56%. Lebih tingginya realisasi anggaran pemerintah triwulan IV 2018 berasal dari meningkatnya realisasi belanja pada APBD Provinsi Maluku dan APBD 2-Kota seiring dengan meningkatnya Belanja Pegawai Tidak Langsung. Faktor yang mendorong meningkatnya pos belanja tersebut di triwulan IV 2018 mencakup pembayaran gaji ke-13 dan pembayaran gaji ke-14 (Tunjangan Hari Raya) kepada pegawai yang belum dibayarkan pada triwulan sebelumnya. ​

Berdasarkan komponennya, anggaran pengeluaran pemerintah Maluku didominasi oleh anggaran APBN untuk Maluku dengan pangsa 60,52% atau sebesar Rp8,21 triliun, disusul APBD Provinsi Maluku dengan pangsa 25,70% atau sebesar Rp3,48 triliun, dan terendah adalah APBD 2-Kota (Ambon dan Tual) dengan pangsa 13,78% atau sebesar Rp1,87 triliun. ​

Sementara berdasarkan persentase, realisasi APBN untuk Maluku merupakan komponen dengan persentase realisasi tertinggi yaitu sebesar 93,26% tercatat dari pagu anggaran, disusul oleh APBD 2-Kota sebesar 90,25%, dan terendah APBD Provinsi Maluku sebesar 88,44%. Realisasi tersebut lebih tinggi dibandingkan triwulan IV 2017 yang tercermin pada arus dana milik pemerintah di perbankan. Pada triwulan IV 2018, dana pihak ketiga (DPK) sektor pemerintah di perbankan secara tahunan turun menjadi 20,87% (yoy) atau sebesar Rp536,85 miliar dibandingkan realisasi triwulan IV 2017 yang tercatat sebesar Rp2,26 triliun (Grafik 35). Hal ini mengindikasikan pengeluaran pemerintah mengalami penurunan dalam realisasi anggaran pada triwulan IV 2018. ​

Asesmen Inflasi Daerah
Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) Provinsi Maluku pada triwulan IV 2018 tetap terkendali dan berada pada kisaran sasaran 4±1%. Pada triwulan IV 2018, IHK Maluku tercatat mengalami inflasi sebesar 3,35% (yoy), meningkat dibandingkan triwulan III 2018 juga tercatat deflasi sebesar 0,59% (yoy). IHK pada periode laporan tercatat lebih tinggi dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2017 yang tercatat mengalami inflasi sebesar 0,78% (yoy). Inflasi IHK pada Desember 2018 terutama dipengaruhi oleh inflasi kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan dan inflasi kelompok sandang. Sementara itu, deflasi pada kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau menjadi faktor penahan inflasi pada periode laporan. Dengan perkembangan tersebut, secara keseluruhan 2018, inflasi IHK Provinsi Maluku tercatat sebesar 3,35% (ytd), atau berada pada kisaran sasaran pengendalian inflasi yang disusun oleh Tim Pemantauan dan Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Maluku yaitu sebesar 4±1%. ​

Pada triwulan I 2019, inflasi IHK Provinsi Maluku diperkirakan tetap terkendali. Dengan mencermati perkembangan inflasi sampai dengan Januari 2019, tekanan inflasi pada triwulan I 2019 diprakirakan masih akan didorong oleh kelompok transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan, kelompok bahan makanan, kelompok makanan jadi dan kelompok sandang. Peningkatan inflasi pada kelompok transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan pada triwulan I 2019 diprakirakan masih akan disebabkan oleh tingginya harga tiket angkutan udara yang telah terjadi sejak akhir tahun 2018. Berdasarkan hasil pengamatan oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku, hingga bulan Februari 2019, masih terdapat pengurangan frekuensi rute penerbangan ke wilayah Maluku. Namun, pada pertengahan Februari 2019, Presiden Republik Indonesia telah memberikan instruksi kepada Kementerian terkait untuk segera berkoordinasi dengan maskapai penerbangan untuk menurunkan harga tiket angkutan udara. ​

Stabilitas Keuangan Daerah serta Pengembangan Akses Keuangan dan UMKM
Stabilitas sistem keuangan Maluku triwulan IV 2018 tetap terjaga berdasarkan kinerja dari sektor korporasi, sektor rumah tangga, sektor perbankan, maupun sektor UMKM. Selanjutnya, proporsi penyaluran kredit di Maluku pada triwulan IV 2018 masih didominasi oleh sektor rumah tangga sebesar 55,56%, sedangkan korporasi dan UMKM masing-masing sebesar 17,32% dan 27,12%. ​

Secara umum, kinerja korporasi sektor utama Maluku masih terjaga selama triwulan IV 2018. Beberapa indikator terkait hal tersebut adalah seperti peningkatan kinerja beberapa lapangan usaha (LU) dalam PDRB Maluku dan menguatnya pertumbuhan kredit korporasi dibandingkan triwulan III 2018. Peningkatan kinerja lapangan usaha dimaksud seperti LU Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan dari 5,40% (yoy) menjadi 7,49% (yoy), LU Perdagangan Besar dan Eceran dari 4,27% (yoy) menjadi 6,65% (yoy), dan LU Konstruksi dari 7,13% (yoy) menjadi 7,19% (yoy). Sementara itu, menguatnya pertumbuhan kredit korporasi terpantau dari yang semula tumbuh 14,41% (yoy) pada triwulan III 2018 menjadi tumbuh sebesar 22,58% (yoy) di triwulan IV 2018. ​

Sementara itu, perkembangan sektor rumah tangga di triwulan IV 2018 juga tetap terjaga. Hal ini dipengaruhi oleh beberapa indikator seperti kinerja PDRB konsumsi RT Maluku, tingkat inflasi, dan kinerja sektor ekonomi utama Maluku. Kinerja PDRB Konsumsi RT Maluku pada triwulan IV 2018 meningkat dari 3,51% (yoy) di triwulan sebelumnya menjadi 4,11% (yoy). Kemudian, pada triwulan IV 2018, inflasi di Maluku juga masih berada dalam rentang target inflasi Maluku (4%±1%) meskipun meningkat dari deflasi 0,59% (yoy) di triwulan sebelumnya menjadi inflasi 3,35% (yoy). Selanjutnya, berdasarkan hasil Survei Konsumen KPwBI Provinsi Maluku, mayoritas rumah tangga masih yakin terhadap perbaikan kondisi ekonomi pada triwulan mendatang. Hal ini tercermin dari nilai Indeks Ekspektasi Konsumen yang tetap terjaga di atas 100 dengan nilai 157,5. ​

Selanjutnya, kinerja perbankan di Maluku juga tetap terjaga pada triwulan IV 2018. Pertumbuhan DPK tercatat meningkat dari 0,94% (yoy) di triwulan III 2018 menjadi 3,41% (yoy) di triwulan IV 2018. Pertumbuhan kredit terpantau sedikit menurun dari 11,53% (yoy) menjadi 11,11% di triwulan IV 2018. Hal ini tercermin dalam tingkat pertumbuhan aset yang juga menurun dari 3,56% (yoy) menjadi 3,50% (yoy) di triwulan IV 2018. Namun demikian, risiko kredit tetap terjaga di bawah batas threshold sebesar 1,60% di triwulan IV 2018 dan intermediasi perbankan yang tetap tumbuh tinggi dengan nilai Rasio Intermediasi Makroprudensial (RIM) sebesar 101,22%. Secara spasial, penyaluran terbesar kredit perbankan masih terkonsentrasi di Kota Ambon sebesar 46,65%, diikuti oleh Kabupaten Maluku Tengah dengan proporsi 14,09%, Kabupaten Maluku Tenggara dengan proporsi 13,02%, Kabupaten Maluku Tenggara Barat (MTB) dengan proporsi 7,56%, dan Kabupaten Kepulauan Aru dengan proporsi 5,05%. ​

Dari sisi pengembangan akses keuangan dan UMKM, proporsi kredit UMKM secara agregat terhadap total kredit perbankan di Maluku mencapai 27,12%. Pertumbuhan kredit UMKM di triwulan IV 2018 terpantau meningkat menjadi 12,39% (yoy) dibandingkan triwulan sebelumnya yang tumbuh 11,31% (yoy). Hal ini didukung oleh peningkatan pada kredit UMKM untuk kredit modal kerja pada triwulan IV 2018. Beberapa upaya telah dilakukan untuk meningkatkan akses keuangan dan daya saing UMKM, di antaranya melalui pembentukan klaster, monitoring rasio kredit UMKM, sosialisasi program kewirausahaan, identifikasi dan pengembangan potensi usaha unggulan, dan penyelenggaraan diskusi dengan dinas terkait serta kelompok masyarakat.

Penyelenggaraan Sistem Pembayaran dan Pengelolaan Uang Rupiah
Perkembangan sistem pembayaran tunai di Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Maluku selama triwulan IV 2018 menunjukan net outflow sebesar Rp858,98 miliar. Angka net outflow tersebut lebih rendah dibandingkan triwulan yang sama pada tahun sebelumnya yang mengalami net outflow sebesar Rp907,07 miliar atau mengalami penurunan 5,03% (yoy). Kondisi net outflow selama triwulan IV 2018 sesuai dengan pola tahunan masyarakat Maluku yang banyak melakukan transaksi terutama pada bulan Desember menyambut perayaan natal dan tahun baru. ​

Arus uang masuk ke KPwBI Provinsi Maluku pada triwulan IV 2018 secara tahunan tercatat mengalami penurunan. Penurunan tersebut terlihat dari penerimaan setoran uang kartal yang menurun sebesar 44,74% (yoy) dengan nominal Rp166,40 miliar. Arus uang kartal yang keluar dari KPwBI Provinsi Maluku pada triwulan IV 2018 juga mengalami penurunan dibandingkan periode yang sama tahun 2017. Tarikan uang kartal selama triwulan IV 2018 menurun sebesar 15,13% (yoy) dengan nominal Rp1,025 triliun. ​

Perkembangan sistem pembayaran non-tunai dapat ditinjau dari perkembangan transaksi RTGS dan kliring. Selama triwulan IV 2018, total transaksi RTGS mencapai Rp4,2 triliun dengan jumlah transaksi sebanyak 6.276 transaksi. Secara nominal, transaksi RTGS pada triwulan IV 2018 turun sebesar 8,82% (yoy) meskipun jumlah transaksi mengalami peningkatan sebesar 8,66% (yoy). Sementara itu, total transaksi kliring di Maluku selama triwulan IV 2018 tercatat sebesar Rp1,73 triliun dengan jumlah transaksi sebanyak 38,07 ribu transaksi. Transaksi tersebut terdiri atas Kliring Kredit sebanyak 25,69 ribu transaksi dengan nominal sebesar Rp1,05 triliun dan Kliring Debit sebanyak 12,37 ribu transaksi dengan nominal sebesar Rp671,28 miliar. ​

Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan
Angka pengangguran Maluku pada Agustus 2018 menurun. Jumlah pengangguran yang tercermin dari angka Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Provinsi Maluku pada Agustus 2018 mencapai 54.891 orang atau sebesar 7,27% terhadap total angkatan kerja sebanyak 755.034 orang, lebih rendah dibandingkan bulan Agustus 2017 yang tercatat sebesar 65.735 orang atau 9,29% terhadap total angkatan kerja sebanyak 707.796 orang. Pertumbuhan angka pengangguran di Maluku menurun sebesar 16,50% (yoy), lebih rendah dibanding pertumbuhan angka pengangguran pada bulan yang sama tahun sebelumnya yang sebesar 25,54% (yoy). ​

Dari sisi pendapatan masyarakat, Nilai Tukar Petani Gabungan triwulan IV 2019 mengalami peningkatan. Nilai Tukar Petani (NTP) Gabungan Provinsi Maluku pada Triwulan IV 2018 tercatat sebesar 101,74, lebih tinggi dibandingkan triwulan III 2018 yang tercatat sebesar 100,06. Angka NTP pada triwulan IV 2018 juga lebih tinggi dibandingkan dengan triwulan IV 2018. Peningkatan terjadi pada indeks terima, dari 133,13 pada triwulan III 2018 menjadi 136,10 pada triwulan IV 2018. Di sisi lain, indeks bayar juga mengalami peningkatan namun tidak sebesar indeks terima, tercatat sebesar 133,06 pada triwulan III 2018, menjadi 133,76 pada triwulan IV 2018. Meningkatnya NTP Gabungan pada triwulan IV 2018 didorong oleh NTP Tabama dan NTP Peternakan. ​

Perkembangan kesejahteraan penduduk Provinsi Maluku tercatat mengalami peningkatan. Peningkatan kesejahteraan tersebut terlihat dari berkurangnya jumlah penduduk miskin yang terdapat di Provinsi Maluku. Penduduk miskin di Maluku pada bulan September 2018 sebanyak 317.840 jiwa lebih rendah dibandingkan bulan September 2017 yang sebanyak 320.420 jiwa. Penurunan penduduk miskin terbesar terjadi di kota, yaitu dari 47.830 orang pada September 2017 menjadi 46.920 orang pada September 2018. Selain itu jumlah penduduk miskin di daerah pedesaan juga mengalami penurunan seiring dengan meningkatnya pendapatan penduduk desa yang tercermin dari meningkatnya angka NTP. ​

Prospek Ekonomi dan Inflasi
Pertumbuhan ekonomi Maluku pada triwulan II 2019 diperkirakan berada pada rentang 5,95% - 6,35% (yoy). Meningkatnya pertumbuhan ekonomi Maluku pada triwulan II 2019 dari sisi Permintaan akan ditopang oleh komponen Konsumsi Pemerintah, Pembentukan Modal tetap Domestik Bruto (PMTDB) dan Konsumsi Lembaga Non Profit melayani Rumah Tangga (LNPRT). Dari sisi Lapangan Usaha (LU), perekonomian Maluku akan didorong oleh LU Industri Pengolahan dan LU Administrasi Pemerintahan. Kinerja LU Industri Pengolahan diperkirakan akan ditopang oleh sektor pengolahan hasil laut dan hasil kebun seiring dengan program peningkatan ekspor langsung komoditas ke negara tujuan. Kinerja LU Administrasi Pemerintahan pada triwulan I 2019 diperkirakan akan didorong oleh realisasi belanja pegawai, terutama untuk penyaluran gaji ke-13 atau THR ASN yang akan diberikan menjelang Hari Raya Idul Fitri. ​

Secara akumulatif, pertumbuhan ekonomi Maluku untuk keseluruhan tahun 2019 diperkirakan dalam rentang 5,89% - 6,29% (yoy). Dari sisi permintaan, kinerja perekonomian Maluku akan didorong oleh konsumsi domestik, yaitu Konsumsi RT dan Konsumsi LNPRT. Kinerja sisi Lapangan Usaha (LU) sepanjang tahun 2019 masih akan didorong oleh LU Administrasi Pemerintahan, LU PKP dan LU Perdagangan. ​

Inflasi Provinsi Maluku untuk triwulan II 2019 diperkirakan meningkat namun tetap berada dalam kisaran sasaran inflasi Provinsi Maluku 2019 sebesar 3,5±1% (yoy). Inflasi Maluku pada triwulan II 2019 diperkirakan menurun atau berada dalam kisaran 2,93% (yoy) – 3,33% (yoy). Peningkatan tekanan inflasi Maluku pada triwulan II 2019 akan disebabkan oleh 4 kelompok utama, yaitu kelompok Bahan Makanan, kelompok Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau, kelompok Sandang dan kelompok Transpor, Komunikasi dan Jasa Keuangan. ​

Tingkat inflasi Maluku pada tahun 2019 diperkirakan lebih rendah dari tahun 2018 dan berada dalam sasaran target inflasi sebesar 3,5% ± 1% (yoy). Inflasi Maluku sepanjang tahun 2019 diperkirakan masih akan dipengaruhi oleh 4 kelompok utama, yaitu kelompok Bahan Makanan, kelompok Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau, kelompok Sandang dan kelompok Transpor, Komunikasi dan Jasa Keuangan.

Tags:  

Survei

Apakah Artikel ini memberikan informasi berguna bagi Anda?
Nilai halaman ini:
Komentar:
Show Left Panel