Kajian Ekonomi dan Keuangan Regional Provinsi Maluku Agustus 2018​ - Bank Sentral Republik Indonesia
Navigate Up
Sign In
14 Juli 2020

Perkembangan Ekonomi Makro ​

Perekonomian Provinsi Maluku pada triwulan II 2018 tercatat mengalami percepatan pertumbuhan. Pertumbuhan ekonomi Provinsi Maluku pada triwulan II 2018 mencapai 5,47% (yoy), lebih tinggi dibandingkan triwulan I 2018 yang tumbuh sebesar 5,34% (yoy). Pertumbuhan ekonomi Maluku pada triwulan II 2018 juga lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi nasional yang tercatat 5,27% (yoy). Secara nominal pada triwulan II 2018, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Atas Dasar Harga Berlaku (ADHB) Provinsi Maluku tercatat sebesar Rp10,59 triliun, sedangkan PDRB Atas Dasar Harga Konstan (ADHK) tercatat sebesar Rp7,25 triliun. ​

Dari sisi permintaan, pertumbuhan ekonomi Maluku didorong oleh komponen Pembentukan Modal Tetap Domestik Bruto (PMTDB) yang tumbuh sebesar 10,42% (yoy), komponen LNPRT yang tumbuh 9,37% (yoy), ekspor luar negeri yang tumbuh sebesar 4,83% (yoy), dan komponen konsumsi RT yang tumbuh 3,27% (yoy). Tingginya pertumbuhan PMTDB bangunan ini sejalan dengan tingginya pertumbuhan LU konstruksi sejalan dengan realisasi beberapa proyek strategis di Maluku. Kinerja Komponen LNPRT ditopang oleh penyelenggaraan Pilkada serentak serentak Provinsi dan Kabupaten/Kota di Provinsi Maluku. Komponen Konsumsi RT menunjukan peningkatan kinerja pada triwulan II 2018. Konsumsi RT meningkat terutama pada bulan Ramadhan dan Idul Fitri. ​

Dari sisi penawaran, pertumbuhan ekonomi Maluku ditopang oleh LU Industri Pengolahan yang tumbuh 11,04% (yoy), LU konstruksi yang tumbuh 8,81% (yoy), dan LU Administrasi Pemerintahan yang tumbuh 7,89% (yoy). Pengolahan ikan merupakan salah satu industri pengolahan terbesar di Maluku. Sebagian ikan segar hasil olahan di ekspor ke luar negeri. Sementara itu, dari LU konstruksi, Maluku memiliki beberapa proyek strategis konstruksi yang sedang menjadi fokus Pemerintah Daerah. Dari LU administrasi pemerintahan, pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) dan realisasi Dana Desa Tahap II menjadi faktor pendorong utama. ​

Keuangan Pemerintah ​

Total anggaran belanja pemerintah di Maluku tahun 2018 mencapai Rp13,36 triliun, meningkat 7,65% (yoy) dibandingkan tahun 2017. Anggaran APBN di Maluku mendominasi dengan pangsa 59,94% (Rp8,01 triliun), disusul APBD Provinsi Maluku dengan pangsa 26,08% atau sebesar Rp3,48 triliun, dan terendah adalah APBD 2-Kota (Ambon dan Tual) dengan pangsa 13,98% atau sebesar Rp1,87 triliun. ​

Pada triwulan II 2018, persentase realisasi tertinggi terjadi pada APBD Provinsi Maluku sebesar 35,58% dari pagu anggaran, disusul oleh APBD 2-Kota sebesar 32,23%, dan terendah adalah APBN untuk Maluku sebesar 32,21%. Realisasi tersebut lebih tinggi dibandingkan triwulan II 2017 yang tercermin dari arus dana milik pemerintah di perbankan. Pada triwulan II 2018, DPK sektor pemerintah secara tahunan turun 15,06% (yoy) dibandingkan realisasi triwulan II 2017. Realisasi belanja APBD Provinsi Maluku sampai dengan triwulan II 2018 mencapai Rp1,24 triliun atau sebanyak 35,58% dari pagu anggaran. Pencapaian ini lebih tinggi dibandingkan realisasi triwulan II 2017 yang sebesar 30,26% dari pagu anggaran dengan nominal Rp965,16 miliar. Kondisi tersebut dididorong oleh meningkatnya realisasi komponen Belanja Pegawai Tidak Langsung. Realisasi komponen Belanja Pegawai Tidak Langsung pada triwulan II 2018 mencapai 42,84% dengan nominal Rp425,66 miliar, lebih tinggi dibandingkan triwulan II 2017 yang sebesar 26,60% dengan nominal Rp261,58 miliar. ​

Realisasi belanja APBD 2-Kota di Maluku sampai dengan triwulan II 2018 mencapai Rp602,14 miliar atau sebanyak 32,23% dari pagu anggaran. Pencapaian ini lebih tinggi dibandingkan realisasi triwulan II 2017 yang sebesar 30,12% dari pagu anggaran dengan nominal Rp596,04 miliar. Kondisi tersebut dididorong oleh meningkatnya realisasi komponen Belanja Barang, Belanja Modal, dan Belanja Pegawai Tidak Langsung. Pada triwulan II 2018 realisasi komponen Belanja Barang mencapai 27,89% dengan nominal Rp166,28 miliar, realisasi komponen Belanja Modal mencapai 18,54% dengan nominal Rp67,61 miliar, dan realisasi komponen Belanja Pegawai Tidak Langsung mencapai 15,55% dengan nominal Rp71,11 miliar. ​

Realisasi belanja APBN di Maluku Maluku sampai dengan triwulan II 2018 mencapai Rp2,58 triliun atau sebanyak 32,21% dari pagu anggaran. Pencapaian ini lebih rendah dibandingkan realisasi triwulan II 2017 yang sebesar 32,99% dari pagu anggaran dengan nominal Rp2,39 triliun. Kondisi dimaksud dipengaruhi oleh menurunnya realisasi komponen Belanja Barang dan Belanja Modal. Pada triwulan II 2018 realisasi komponen Belanja Barang mencapai 27,05% dengan nominal Rp843,92 miliar dan realisasi komponen Belanja Modal mencapai 22,57% dengan nominal Rp503,69 miliar. ​

Perkembangan Inflasi Daerah ​

Inflasi tahunan Provinsi Maluku pada triwulan II 2018 tetap terkendali. Pada triwulan II 2018, inflasi tahunan Maluku tercatat mengalami deflasi 0,11% (yoy), lebih rendah dibandingkan triwulan I 2018 yang tercatat inflasi sebesar 0,89% (yoy). Realisasi inflasi tersebut cukup terkendali dan masih berada dalam rentang sasaran inflasi Maluku tahun 2018 berdasarkan roadmap Pengendalian inflasi yang disusun oleh Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Maluku, yaitu sebesar 4±1%. ​

Menurunnya inflasi tahunan Provinsi Maluku pada triwulan II 2018 dibandingkan triwulan sebelumnya dipicu oleh menurunnya tekanan inflasi dari kelompok Bahan Makanan dan kelompok barang yang diatur Pemerintah, seperti Transportasi dan Bahan Bakar. Deflasi pada kelompok Bahan Makanan didorong oleh rendahnya harga pada subkelompok ikan segar, sayur-sayuran, serta lemak dan minyak. Panen ikan segar di wilayah perairan Maluku dan hasil koordinasi antara Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Maluku dengan perusahaan ikan tangkap untuk mengalokasikan 10% dari volume tangkapan ikan ke pasar tradisional Maluku membuat pasokan ikan segar melimpah. Selain itu, penurunan harga juga terjadi pada subkelompok bumbu-bumbuan, terutama komoditas cabai. Deflasi pada kelompok Transportasi dan Bahan Bakar didorong oleh penurunan harga tiket angkutan udara yang disebabkan oleh kebijakan beberapa maskapai penerbangan untuk memperpanjang periode promosi harga tiket pesawat udara. Selain itu, Dinas Perhubungan Provinsi Maluku juga melakukan pengawasan terhadap maskapai penerbangan agar tidak menjual harga tiket pesawat melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Pusat. Sementara itu, inflasi inti pada triwulan Ii 2018 tetap terkendali. ​

Stabilitas Keuangan Daerah, Pengembangan Akses Keuangan dan UMKM Stabilitas sistem keuangan di Provinsi Maluku pada triwulan II 2018 tetap terjaga. Proporsi penyaluran kredit di Maluku pada triwulan II 2018 masih didominasi oleh sektor rumah tangga sebesar 58,25%, sedangkan korporasi dan UMKM masing-masing sebesar 12,62% dan 29,13%. Kinerja sektor rumah tangga dan sektor korporasi tercermin pada tingkat pertumbuhan PDRB lapangan usaha Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan yang membaik. Di samping itu, risiko kredit masih terjaga dengan non-performing loan (NPL) di bawah threshold. ​

Kinerja korporasi sektor utama Maluku pada triwulan II 2018 masih tumbuh positif. Pertumbuhan kinerja korporasi pada triwulan II 2018 didukung oleh menguatnya kinerja sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan, sektor konstruksi, dan sektor administrasi pemerintah. Namun, hal tersebut tertahan oleh kontraksi yang terjadi pada sektor perdagangan besar dan eceran. Dari sisi risiko, kualitas kredit korporasi terpantau sedikit meningkat dari 0,29% menjadi 0,30%, namun masih berada jauh di bawah threshold sebesar 5%. ​

Kinerja sektor rumah tangga di triwulan II 2018 relatif terjaga. Hal ini sejalan dengan meningkatnya pertumbuhan PDRB dari komponen Konsumsi Rumah Tangga meskipun penyaluran kredit terpantau melambat. Pada triwulan II 2018, kredit rumah tangga tumbuh 12,14% (yoy), lebih rendah dibandingkan triwulan sebelumnya yang tumbuh 15,42% (yoy). Sementara itu, pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) sektor rumah tangga tercatat menurun, dari 10,64% (yoy) di triwulan sebelumnya menjadi 8,09% (yoy) pada triwulan II 2018. Hal ini sejalan dengan Hari Raya Idul Fitri dan periode libur sekolah selama triwulan II 2018 yang membutuhkan pengeluaran dalam bentuk tunai. Namun demikian, kredit pemilikan rumah (KPR) tumbuh sebesar 22,86% (yoy) yang antara lain didorong oleh kebijakan pelonggaran loan to value (LTV) ratio Bank Indonesia. Selain itu, kredit kendaraan bermotor (KKB) juga meningkat sebesar 29,33% (yoy). Di sisi lain, tingkat risiko kredit rumah tangga yang tercatat sebesar 0,72% masih di bawah ambang batas. ​

Fungsi intermediasi perbankan Provinsi Maluku pada triwulan II 2018 menurun dibandingkan triwulan sebelumnya. Aset tumbuh sebesar 5,30% (yoy) atau lebih rendah dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar 11,23% (yoy). Selain itu, pertumbuhan DPK pada triwulan II 2018 tercatat 2,48% (yoy), lebih rendah dibandingkan triwulan sebelumnya yang tumbuh 6,70% (yoy). Sementara itu, penyaluran kredit perbankan tercatat tumbuh sebesar 10,05% (yoy), juga lebih rendah dari triwulan sebelumnya sebesar 13,31% (yoy). Rasio Intermediasi Makroprudensial (RIM) tercatat meningkat dari 91,30% di triwulan sebelumnya menjadi 92,33%. Secara spasial, penyaluran terbesar kredit perbankan masih terkonsentrasi di Kota Ambon sebesar 47,22%, diikuti oleh Kabupaten Maluku Tenggara sebesar 13,93%, dan Kabupaten Maluku Tengah sebesar 13,45%. ​

Dari sisi pengembangan akses keuangan dan UMKM, proporsi kredit UMKM perbankan di Maluku pada triwulan II 2018 mencapai 29,13% dari total kredit. Pertumbuhan kredit UMKM di triwulan II 2018 terpantau meningkat menjadi 18,02% (yoy), lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya yang tumbuh 17,42% (yoy). Hal ini dikarenakan peningkatan pada kredit modal kerja di tengah melambatnya kredit investasi selama triwulan II 2018. Beberapa upaya telah dilakukan untuk meningkatkan akses keuangan dan daya saing UMKM, di antaranya melalui pembentukan klaster, monitoring rasio kredit UMKM, pelatihan program kewirausahaan, dan pengembangan komoditas unggulan. ​

Penyelenggaraan Sistem Pembayaran dan Pengelolaan Uang Rupiah

Perkembangan sistem pembayaran tunai di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku selama triwulan II 2018 menunjukan net outflow sebesar Rp260,10 miliar. Angka net outflow tersebut lebih tinggi dibandingkan triwulan yang sama pada tahun sebelumnya yang juga mengalami net outflow sebesar Rp697,0 miliar, namun lebih rendah dibandingkan triwulan I 2018 yang tercatat mengalami net inflow sebesar Rp615,54 miliar. Kondisi net outflow selama triwulan II 2018 sesuai dengan pola tahunan masyarakat Maluku yang pada umumnya melakukan lebih banyak transaksi tunai sejalan dengan adanya Hari Raya Idul Fitri dan periode libur sekolah. ​

Arus uang masuk ke Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku secara tahunan tercatat mengalami peningkatan. Peningkatan tersebut terlihat dari penerimaan setoran uang kartal yang tumbuh sebesar 89,79% (yoy) dengan nominal Rp476,63 pada triwulan II 2018, lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya yang tumbuh 2,15% (yoy) dengan nominal Rp682,17 miliar. Sementara itu, arus uang kartal yang keluar dari Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku tercatat mengalami kontraksi. Tarikan uang kartal selama triwulan II 2018 terkontraksi sebesar 22,30% (yoy) dengan nominal Rp736,73 miliar, lebih baik dibandingkan triwulan sebelumnya yang terkontraksi 57,15% (yoy) dengan nominal Rp66,63 triliun (Grafik 2). Kondisi ini tercermin pada peningkatan PDRB Konsumsi Rumah Tangga selama triwulan II 2018 seiring dengan meningkatnya pembelanjaan masyarakat, terutama pada periode Hari Raya Idul Fitri dan libur sekolah. ​

Transaksi RTGS secara nominal pada triwulan II 2018 mengalami kontraksi sebesar 3,35% (yoy), lebih rendah dibandingkan triwulan sebelumnya yang tumbuh 33,36% (yoy) dengan nominal transaksi sebesar Rp3,39 triliun. Sejalan dengan nominal, pertumbuhan jumlah transaksi RTGS juga mengalami penurunan. Pada triwulan II 2018 jumlah transaksi RTGS tumbuh 2,25% (yoy), lebih rendah dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar 4,92% (yoy) dengan jumlah transaksi sebanyak 3.494 transaksi. ​

Transaksi kliring, baik secara nominal maupun jumlah transaksi, tumbuh lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya. Secara nominal, transaksi kliring pada triwulan II 2018 tumbuh 6,08% (yoy), lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya yang terkontraksi 14,68% (yoy) dengan nominal sebesar Rp1,42 triliun. Sementara dari jumlah transaksi, transaksi dengan menggunakan kliring pada triwulan II 2018 tumbuh 3,03% (yoy), lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya yang terkontraksi 2,57% (yoy) dengan jumlah transaksi sebanyak 32,81 ribu transaksi. ​

Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan ​

Angka pengangguran Maluku pada Februari 2018 menurun secara signifikan. Jumlah pengangguran Provinsi Maluku pada Februari 2018 mencapai 56.958 orang atau sebesar 7,38% terhadap total angkatan kerja yang tercatat sebanyak 772.174 orang. Jumlah tersebut lebih rendah dibandingkan bulan Agustus 2017 yang tercatat sebesar 65.735 atau 9,29% terhadap total angkatan kerja yang tercatat sebanyak 707.796. Tingkat pengangguran tersebut juga mengalami penurunan dibandingkan tingkat pengangguran pada Februari 2017, yang tercatat sebanyak 59.745 orang atau 7,77% dari total angkatan kerja yang sebesar 769.108 orang. Penurunan angka pengangguran ini didorong oleh peningkatan penyerapan tenaga kerja, terutama pada lapangan usaha pertanian, kehutanan, dan perikanan serta jasa kemasyarakatan, sosial, dan perseorangan. ​

Dari sisi pendapatan masyarakat, Nilai Tukar Petani mengalami peningkatan pada triwulan II 2018. Nilai Tukar Petani (NTP) Provinsi Maluku pada Triwulan II 2018 tercatat sebesar 101,79, lebih tinggi dibandingkan triwulan I 2018 yang tercatat sebesar 100,43. Peningkatan terjadi pada indeks terima, dari 131,76 pada triwulan I 2018 menjadi 135,63 pada triwulan II 2018. Di sisi lain, indeks bayar juga mengalami peningkatan, tercatat sebesar 131,20 pada triwulan I 2018, menjadi 133,25 pada triwulan II 2018. Beberapa faktor yang mempengaruhi penguatan indeks terima adalah musim panen ikan segar yang terjadi pada bulan Juni 2018 dan meningkatnya permintaan masyarakat menjelang dan saat Idul Fitri. ​

Sementara itu, perkembangan kesejahteraan penduduk Maluku tercatat mengalami peningkatan. Peningkatan kesejahteraan tersebut terlihat dari berkurangnya jumlah penduduk miskin yang terdapat di Provinsi Maluku. Penduduk miskin di Maluku pada bulan Maret 2018 sebanyak 320.080 jiwa lebih rendah dibandingkan bulan Maret 2017 yang sebanyak 320.510 jiwa. Penurunan penduduk miskin terbesar terjadi di kota, yaitu sebesar 1.940 orang dari triwulan sebelumnya. Namun jumlah penduduk miskin di daerah pedesaan justru mengalami peningkatan. Sebagian besar penduduk desa di Maluku bekerja pada sektor pertanian, kehutanan dan perikanan. NTP sektor perkebunan yang masih di bawah 100, menunjukkan sebagian petani kebun masih mengalami rugi. ​

Prospek Perekonomian Daerah ​

Pertumbuhan ekonomi Maluku pada triwulan IV 2018 diperkirakan berada pada rentang 5,57% - 5,97% (yoy). Dari sisi lapangan usaha (LU), kinerja perekonomian triwulan IV 2018 didorong oleh peningkatan kinerja LU Pertanian, Kehutanan, Dan Perikanan, LU Perdagangan Besar dan Eceran, serta LU Industri Pengolahan. Pada LU Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan, Pemerintah Provinsi Maluku masih akan merealisasikan beberapa program untuk meningkatkan produksi tanaman bahan pokok, seperti padi, bawang merah, dan cabai. Hal ini juga bertujuan untuk mengendalikan harga bahan pokok di Maluku. Dari LU Administrasi Pemerintahan, kinerja akan didorong oleh berlanjutnya pembangunan proyek infrastruktur strategis pemerintah dan pengembangan investasi, seperti pembangunan ruas jalan Trans Maluku. Selain itu, akan dilaksanakan beberapa kegiatan internasional seperti Tour de Mollucas dan Pesparani yang diperkirakan akan mendorong konsumsi Pemerintah Daerah. Komitmen pemerintah daerah terhadap realisasi program Dana Desa Tahun Anggaran (TA) 2018, terutama penyaluran Dana Desa tahap III juga akan mendorong pertumbuhan lapangan usaha ini. ​

Dari sisi permintaan, kinerja perekonomian pada triwulan IV 2018 diperkirakan akan didorong oleh Komponen Konsumsi Pemerintah, Pembentukan Modal tetap Domestik Bruto (PMTDB), dan Konsumsi RT. Dari Konsumsi Pemerintah, kinerja diperkirakan masih akan tumbuh positif seiring dengan realisasi proyek infrastruktur strategis seperti pembangunan ruas jalan Trans Maluku, pembangunan infrastruktur persawahan dan irigasi, pembangunan gudang beku, pembangunan rumah sakit, dan lainnya. Komponen PMTDB, utamanya pada PMTDB bangunan, diperkirakan masih menjadi salah satu faktor dominan yang mendorong pertumbuhan ekonomi di Maluku pada triwulan IV 2018. Pelaksanaan kegiatan internasional di Maluku, seperti Tour de Mollucas dan Pesparani diperkirakan mampu mendorong kinerja komponen Konsumsi RT walaupun terbatas. Kinerja komponen ekspor diperkirakan masih tumbuh positif, terutama ekspor hasil industri pengolahan. Beberapa komoditas industri olahan yang produk utama ekspor Provinsi Maluku adalah ikan olahan dan kayu olahan. Di sisi lain, kinerja komponen impor diperkirakan sedikit melemah seiring dengan pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS. ​

Secara kumulatif, pertumbuhan ekonomi Maluku untuk keseluruhan tahun 2018 diperkirakan dalam rentang 5,57% - 5,97% (yoy). Dari sisi lapangan usaha, pertumbuhan akan didorong oleh LU Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan, dan Administrasi Pemerintahan. Beberapa faktor utama yang dapat menjadi pendorong pertumbuhan tersebut adalah seperti kondisi cuaca yang membaik, musim panen ikan segar dan tanaman hortikultura, meningkatnya ekspektasi masyarakat terhadap kondisi ekonomi, dan berlanjutnya realisasi proyek infrastruktur strategis pemerintah. Sementara itu dari sisi permintaan, terdapat kegiatan internasional yang akan diselenggarakan di Maluku pada semester III 2018, yaitu Tour de Mollucas dan Pesparani. Kedua kegiatan tersebut diprediksi mampu mendorong peningkatan konsumsi masyarakat Maluku pada tahun 2018. Selain itu, perayaan Natal dan Tahun Baru diperkirakan mampu mendorong konsumsi masyarakat Maluku, seiring dengan menurunnya harga BBM nonsubsidi. Beberapa kegiatan tersebut diperkirakan akan mendorong kinerja Konsumsi RT, Konsumi pemerintah, dan Konsumsi LNPRT. Sedangkan dari sisi ekspor, fasilitas ekspor langsung menggunakan angkutan udara diperkirakan juga dapat menjadi faktor mendorong kinerja ekspor Maluku, terutama untuk komoditas ikan, udang, dan mutiara. Namun, kinerja impor diperkirakan akan menurun seiring dengan pelemahan mata uang Rupiah terhadap USD. ​

Inflasi Maluku pada triwulan IV 2018 diperkirakan meningkat atau berada dalam kisaran 3,40% (yoy) – 3,80% (yoy). Kelompok Bahan Makanan diperkirakan masih akan mendominasi tekanan inflasi pada triwulan IV 2018 seiring dengan peningkatan kebutuhan jelang dan saat Hari Raya Natal dan Tahun Baru. Tekanan inflasi pada kelompok Bahan Makanan akan didominasi oleh subkelompok padi-padian, ikan segar, daging dan hasilnya, serta bumbu-bumbuan. Ketergantungan Maluku terhadap provinsi lain untuk memenuhi ketersediaan beras, bawang, cabai, dan sayuran menjadi salah satu tantangan dalam pengendalian inflasi. Selain itu, tekanan inflasi pada komoditas daging ayam ras dan telur ayam ras sudah mulai dirasakan sejak memasuki triwulan III 2018. Kenaikan harga pakan ternak yang diimpor dari luar negeri menjadi faktor utama pendorong kenaikan harga pada kedua komoditas tersebut. ​

Dengan perkembangan tersebut, tingkat inflasi Maluku pada tahun 2018 diperkirakan tetap terkendali dalam sasaran target inflasi sebesar 4±1% (yoy). Sebagian besar inflasi Maluku diperkirakan berasal dari kelompok Bahan Makanan. Beras dan ikan segar masih menjadi komoditas utama dalam menyumbang inflasi pada komponen tersebut. Di sisi lain, angkutan udara masih menjadi faktor dominan pada kelompok Transportasi dan Bahan Bakar. Tarif angkutan udara diperkirakan menurun pada akhir tahun 2018. Akan tetapi, kenaikan harga minyak dunia masih menjadi tantangan yang mendorong peningkatan harga BBM non-subsidi di Maluku. Dari kelompok Makanan Jadi dan Sandang, inflasi diperkirakan akan kembali meningkat, terutama menjelang Hari Raya Natal dan Tahun Baru 2019.

Tags:  

Survei

Apakah Artikel ini memberikan informasi berguna bagi Anda?
Nilai halaman ini:
Komentar:
Show Left Panel