Laporan Nusantara November 2019​ - Bank Sentral Republik Indonesia
Sign In
25 September 2020

Pada triwulan III 2019, pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap berdaya tahan ditopang masih terjaganya permintaan domestik, terutama didorong meningkatnya investasi. Namun, kinerja ekonomi daerah turut menghadapi tantangan dari berlanjutnya pelemahan global. Akibatnya, kinerja ekspor luar negeri relatif terbatas di berbagai daerah yang diikuti oleh penurunan impor. Secara spasial, pertumbuhan ekonomi didukung membaiknya ekonomi Kalimantan, Balinusra, dan Sulampua, serta masih kuatnya ekonomi Jawa dan Sumatera. Ke depan, permintaan domestik diprakirakan tetap kuat, diikuti perbaikan ekspor di sebagian besar wilayah pada triwulan IV 2019, sehingga dengan perkembangan tersebut, secara keseluruhan tahun 2019, pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan sekitar 5,1%. Selanjutnya pada 2020, kinerja perekonomian di berbagai wilayah akan terus membaik dan secara agregat diperkirakan tumbuh di kisaran 5,1%-5,5%.

Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) sampai dengan Oktober 2019 berada dalam kisaran target 3,5±1%. Terjaganya inflasi di kisaran target tersebut diperkirakan akan berlanjut hingga akhir tahun 2019 di semua wilayah didukung oleh meredanya tekanan inflasi volatile food (VF) serta terjaganya inflasi inti dan administered prices (AP). Pada tahun 2020, inflasi diperkirakan akan tetap terjaga dalam rentang sasaran inflasi nasional yang ditetapkan lebih rendah, yaitu 3,0%±1%. Untuk memastikan inflasi yang rendah dan stabil, Bank Indonesia tetap konsisten menjaga stabilitas harga dan memperkuat koordinasi kebijakan dengan Pemerintah melalui tim pengendalian inflasi, baik di tingkat pusat maupun daerah.

Tags:  

Survei

Apakah Artikel ini memberikan informasi berguna bagi Anda?
Nilai halaman ini:
Komentar:
Show Left Panel