Laporan Nusantara Mei 2019 - Bank Sentral Republik Indonesia
Sign In
25 September 2020

​Memasuki triwulan I 2019, pertumbuhan ekonomi Indonesia relatif tertahan karena melambatnya permintaan domestik dan menurunnya ekspor. Namun, net ekspor masih memberikan kontribusi positif, karena terjadi penurunan impor yang cukup dalam sejalan dengan terbatasnya permintaan domestik. Secara spasial, perlambatan ekonomi pada triwulan laporan dipengaruhi melambatnya ekonomi Jawa dan Kalimantan, meski masih didukung akselerasi ekonomi Sumatera, Balinusra, dan Sulampua. Dengan perkembangan tersebut, secara keseluruhan tahun 2019, perekonomian Indonesia diperkirakan tetap tumbuh solid di kisaran 5,0%-5,4% dengan permintaan domestik yang masih menjadi sumber utama pertumbuhan.

Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) sampai dengan April 2019 tetap terkendali dan berada dalam kisaran target 3,5%±1% (yoy). Kondisi tersebut didukung inflasi inti dan volatile foods yang terjaga. Hingga akhir 2019, inflasi diperkirakan akan tetap terjaga dalam kisaran target 3,5±1%, meski tekanan inflasi dari sisi volatile foods tetap perlu diwaspadai. Untuk itu, Tim Pengendalian Inflasi, baik di pusat maupun daerah, perlu terus memperkuat koordinasi kebijakan terutama dalam menjaga ketersediaan pasokan dan kelancaran distribusi bahan pangan.
 
Selain perkembangan perekonomian terkini, Laporan Nusantara edisi ini juga mengangkat isu khusus bertema “Inovasi dan Perluasan Elektronifikasi Transaksi Pemerintah dan Sektor Transportasi dalam rangka Mendukung Pertumbuhan Ekonomi dan Transformasi Digital”. Perkembangan ekonomi digital mulai membawa pergeseran paradigma pada cara masyarakat melakukan aktivitas ekonomi. Dengan kondisi tersebut, Pemerintah maupun Pemerintah Daerah juga mulai melakukan inovasi dan perluasan transaksi dengan elektronifikasi, dalam rangka bantuan sosial, transaksi pemerintah daerah, serta aktivitas pada sektor transportasi. Laporan Nusantara edisi ini akan mengulas lebih dalam berbagai manfaat elektronifikasi tersebut, strategi pengembangan, serta berbagai tantangan yang masih mengemuka. Ke depan diharapkan integrasi ekonomi dan keuangan digital dapat mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia yang kuat, inklusif, dan berkelanjutan.
Tags:  

Survei

Apakah Artikel ini memberikan informasi berguna bagi Anda?
Nilai halaman ini:
Komentar:
Show Left Panel