Laporan Nusantara Agustus 2019​ - Bank Sentral Republik Indonesia
Navigate Up
Sign In
30 Januari 2020
Memasuki triwulan II 2019, pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap terjaga ditopang oleh permintaan domestik, terutama didorong konsumsi swasta dan peningkatan belanja pemerintah. Namun, kinerja ekonomi daerah menghadapi tantangan dari dampak rambatan berlanjutnya ketidakpastian global. Akibatnya, ekspor luar negeri tumbuh terbatas di berbagai daerah yang diikuti oleh menurunnya impor. Secara spasial, pertumbuhan ekonomi didukung membaiknya ekonomi Sumatera, Kalimantan, dan Balinusra; serta stabilnya pertumbuhan ekonomi Jawa. Dengan perkembangan tersebut, secara keseluruhan tahun 2019, pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan berada di bawah titik tengah kisaran 5,0%-5,4%, dengan permintaa​n domestik sebagai sumber utama pertumbuhan.

 
Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) sampai dengan Juli 2019 berada dalam kisaran target 3,5%±1% (yoy). Namun, tekanan inflasi meningkat di beberapa wilayah, terutama Sumatera, dengan peningkatan in​​​​​flasi tertinggi terjadi di Sumatera Utara. Kondisi ini terjadi seiring naiknya inflasi volatile food, terutama aneka cabai. Untuk itu, Bank Indonesia tetap konsisten menjaga stabilitas harga dan memperkuat koordinasi kebijakan dengan Pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah, guna memastikan inflasi tetap rendah dan stabil di tengah tantangan kemarau panjang yang diperkirakan dapat berdampak pada pasokan bahan pangan. Inflasi 2019 diperkirakan berada di bawah titik tengah kisaran sasaran 3,5%±1%.

 
Selain perkembangan perekonomian terkini, Laporan Nusantara edisi ini juga mengangkat isu khusus bertema “Memperkuat Industri Manufaktur untuk Mendorong Perbaikan Transaksi Berjalan dan Pertumbuhan Ekonomi yang Berkelanjutan”. Isu ini diangkat dengan mempertimbangkan dinamika perekonomian terkini yang semakin memperkuat pentingnya upaya untuk melanjutkan perbaikan struktur ekonomi. Upaya tersebut ditempuh melalui peningkatan nilai tambah ekonomi, terutama yang berbasis di luar Jawa, disertai peningkatan linkage industri antardaerah. Laporan Nusantara edisi ini akan mengulas lebih dalam mengenai strategi dan prioritas penguatan industri manufaktur serta beberapa tantangan yang masih mengemuka.
 
Tags:  

Survei

Apakah Artikel ini memberikan informasi berguna bagi Anda?
Nilai halaman ini:
Komentar:
Show Left Panel