Profil - Bank Sentral Republik Indonesia
Sign In
11 Juli 2020
Profil Provinsi Kepulauan Riau
Pilih Provinsi    
​Bank Indonesia Batam berfungsi untuk mendukung upaya pencapaian sasaran Bank Indonesia dan pembangunan regional, yang antara lain:
a. Memperlancar peredaran uang rupiah dan menjaga peranan rupiah tetap dominan.
b. Memperlancar lalu lintas pembayaran giral, terutama perhitungan kliring.
c. Meningkatkan kelancaran dan mutu pelayanan bank-bank serta menjaga kredibilitas bank setempat melalui fungsi pengawasan dan pembinaan bank.

Kantor Bank Indonesia Batam mulai beroperasi secara terbatas tanggal 19 Februari 1993 dan diresmikan oleh Direksi Bank Indonesia tanggal 12 Mei 1993. Secara bertahap KBI Batam melakukan kegiatan dan baru pada tahun 2006 beroperasi secara penuh bersamaan dengan dialihkannya tugas pengawasan dan pemeriksaan bank yang sebelumnya dilakukan oleh KKBI Padang.

Gedung kantor Bank Indonesia Batam sejak dibuka tanggal 19 Februari 1993 dan diresmikan oleh Direksi Bank Indonesia tanggal 12 Mei 1993, Kantor Bank Indonesia Batam menempati gedung yang disewa dari PT. Persero Batam yang berlokasi di jalan Yos Sudarso – Batu Ampar. Selanjutnya sejak 22 September 1997 menempati gedung milik sendiri di Jalan Engku Putri - Batam Center. Lokasi gedung KBI Batam menempati wilayah perkantoran milik pemerintah seperti Kantor DPRD Kota Batam, Kantor Walikota Batam, Kantor Imigrasi serta Kantor PLN Batam.

Wilayah kerja Bank Indonesia Batam

Meliputi Provinsi Kepulauan Riau terdiri dari 6 Kabupaten/Kota, yaitu: 
1. Kota Batam, 
2. Kota Tanjung Pinang, 
3. Kabupaten Karimun, 
4. Kabupaten Lingga, 
5. Kabupaten Natuna, dan 
6. Kabupaten Bintan.

Sesuai dengan perkembangannya, wilayah kerja Bank Indonesia Batam juga semakin luas dengan dibukanya daerah Barelang (Batam, Rempang, dan Galang). 

Kegiatan Usaha Perbankan dan Pedagang Valuta Asing

Sampai triwulan IV-2006 di wilayah kerja Bank Indonesia Batam terdapat 26 kantor cabang bank umum dan 11 BPR yang terdiri 40 kantor cabang, 62 kantor cabang pembantu, 18 unit BRI, 33 kantor kas, 3 payment point, dan 329 ATM.

Dalam periode yang sama, volume usaha bank umum dan BPR yang diukur dari total asset masing-masing telah mencapai Rp.14,59 triliun dan 428 miliar. Sementara itu, pengerahan dana masyarakat yang terdiri dari giro, simpanan berjangka dan tabungan baik berupa Rupiah maupun valuta asing pada Bank Umum mencapai Rp.12,42 triliun dan BPR sebesar Rp.357 miliar , sedangkan penyaluran kredit perbankan dalam rupiah dan valuta asing Bank Umum mencapai Rp.6,67 triliun dan BPR sebesar Rp.232 miliar.

Pada umumnya kegiatan usaha bank yang tercermin dari kelembagaan, volume usaha bank, pengerahan dana masyarakat serta penyaluran kredit didominasi oleh perbankan Kota Batam. Hal tersebut erat kaitannya dengan perkembangan perekonomian serta pembangunan yang sampai saat ini masih lebih terkonsentrasi di Pulau Batam yang sejak semula direncanakan sebagai daerah pengembangan industri, kegiatan alih kapal, pengumpulan logistic dan pariwisata.

Sementara itu untuk memperlancar lalu lintas pembayaran giral, kegiatan kliring di wilayah kerja Bank Indonesia Batam dilakukan di tiga tempat, yaitu kliring local yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia Batam untuk perbankan di Pulau Batam dan kliring local di Tanjung Pinang diselenggarakan oleh PT. Bank Mandiri, sedangkan untuk kliring local di Tanjung Balai Karimun diselenggarakan oleh PT. Bank Negara Indonesia. Sejalan dengan kegiatan perekonomian, perputaran kliring baik warkat maupun transaksi kliring cenderung meningkat. Rata-rata perputaran kliring per-hari di wilayah kerja Bank Indonesia Batam pada triwulan IV-2006 mencapai 1.759 lembar warkat dengan jumlah nominal Rp.41,31 triliun, sedangkan selama triwulan III-2006 rata-rata perputaran kliring per-hari di wilayah kerja Bank Indonesia Batam mencapai 2.247 lembar warkat dengan jumlah nominal Rp.43,08 triliun.
Show Left Panel