Laporan Perekonomian Provinsi Kepulauan Riau Mei 2019 - Bank Sentral Republik Indonesia
Navigate Up
Sign In
11 Juli 2020

Perekonomian Kepri triwulan I 2019 tetap tumbuh walaupun tidak sekuat kinerja triwulan lalu. Ekonomi Kepri triwulan I 2019 tercatat tumbuh sebesar 4,76% (yoy), melambat dibandingkan pertumbuhan triwulan sebelumnya sebesar 5,48% (yoy). Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan ekonomi pada triwulan I 2019 terutama ditopang oleh konsumsi rumah tangga dan net ekspor. Sementara dari sisi lapangan usaha, pertumbuhan ekonomi ditopang oleh kinerja pertambangan dan industri pengolahan.

Konsumsi RT pada triwulan I 2019 tumbuh 5,04% (yoy) lebih baik dibanding triwulan lalu sebesar 4,57%(yoy). Pertumbuhan konsumsi didorong oleh penguatan pertumbuhan ekonomi sepanjang tahun 2018, inflasi yang terkendali dan peningkatan pendapatan masyarakat. Net ekspor tumbuh sebesar 12,59% (yoy) lebih baik dibandingkan triwulan lalu yang tumbuh 0,69% (yoy). Pertumbuhan net ekspor dipicu oleh penurunan impor luar negeri yang cukup signifikan pada triwulan I 2019. Namun, investasi mengalami perlambatan. Investasi hanya tumbuh 0,67% (yoy), lebih rendah dibandingkan triwulan lalu yang tumbuh 10,23% (yoy). Dan hal ini membuat kinerja perekonomian tetap tumbuh walau melambat pada triwulan laporan.

Lapangan usaha (LU) industri pengolahan tumbuh menguat pada triwulan I 2019 terutama dipengaruhi oleh peningkatan ekspor produk CPO dan olahannya. Industri pengolahan tumbuh sebesar 5,33% (yoy), lebih baik dibanding triwulan lalu sebesar 4,80% (yoy). LU pertambangan juga masih tumbuh menguat ditopang oleh kenaikan lifting gas alam. Pertambangan tumbuh sebesar 9,86% (yoy), lebih baik dibanding triwulan lalu sebesar 7,70% (yoy). LU konstruksi sejalan dengan perlambatan kinerja investasi di triwulan I 2019 serta dipengaruhi oleh realisasi belanja modal APBN dan APBD yang masih rendah dan sikap wait and see investor mengadapi pemilihan umum. Sementara itu LU perdagangan melambat dipicu penurunan kinerja ekspor dan impor serta penurunan kunjungan wisman di triwulan I 2019.

Pendapatan dan belanja Pemda pada triwulan I 2019 telah terealisasi masing-masing sebesar 21,00% dan 10,47% dari total anggaran. Capaian tersebut sedikit lebih rendah dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya dimana pendapatan dan belanja Pemda pada periode tersebut telah terealisasi sebesar 21,10% dan 11,13% dari total anggaran. Dari sisi pendapatan, realisasi pendapatan Pemda yang lebih rendah didorong oleh penurunan realisasi pada pos transfer pemerintah pusat - dana perimbangan dan lain-lain pendapatan daerah yang sah. Adapun dari sisi belanja, realisasi belanja Pemda yang lebih rendah disebabkan oleh realisasi pada pos belanja operasi, belanja modal serta belanja tak terduga yang lebih rendah dibandingkan realisasi pada periode yang sama tahun sebelumnya. Realisasi penyerapan belanja APBN di wilayah Kepri pada triwulan I 2019 lebih tinggi dibandingkan realisasi pada triwulan I 2018.

Inflasi Kepri pada triwulan I 2019 sebesar 2,71% (yoy), lebih rendah dibandingkan inflasi pada triwulan IV 2018 sebesar 3,47% (yoy) serta masih berada dalam sasaran inflasi Nasional 2019 sebesar 3,5 ± 1% (yoy). Penurunan inflasi pada triwulan I 2019 tersebut terutama dikontribusi oleh kelompok bahan makanan dan kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar. Inflasi kelompok bahan makanan tercatat menurun dari 3,42% (yoy) pada triwulan sebelumnya menjadi hanya 0,08% (yoy) pada triwulan laporan. Inflasi kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar juga tercatat turun mencapai 0,37% (yoy) dari 2,04% (yoy) pada triwulan sebelumnya.

Kinerja perbankan Kepri pada triwulan I 2019 tumbuh menguat dibandingkan triwulan sebelumnya, tercermin dari peningkatan pertumbuhan kredit, aset maupun Dana Pihak Ketiga (DPK). Total penyaluran kredit, aset dan DPK perbankan pada triwulan I 2019 tumbuh menguat masing-masing sebesar 6,49% (yoy), 4,94% (yoy) dan 4,12% (yoy), dibandingkan dengan pertumbuhan triwulan IV 2018 yang masing-masing tercatat sebesar 6,34% (yoy), 3,44% (yoy) dan 3,97% (yoy). Tingkat kredit bermasalah tercatat sebesar 3,37%, lebih rendah dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar 3,56%. Sementara, aktivitas penyaluran kredit UMKM tumbuh melambat pada triwulan I 2019.

Pasca berlalunya perayaan Hari Raya Natal dan Tahun Baru, aktivitas transaksi pembayaran tunai pada triwulan I 2019 kembali normal. Net outflow uang kartal pada triwulan I 2019 adalah sebesar Rp114 Miliar, terkontraksi cukup dalam yaitu sebesar 81,96% (yoy) dibandingkan dengan triwulan sebelumnya yang tumbuh sebesar 6,49% (yoy). Sementara itu, transaksi SKNBI (kliring) pada triwulan I 2019 masih mengalami kontraksi, dimana nominal transaksi dan jumlah warkat terkontraksi masing-masing sebesar 17,07% (yoy) dan 24,37% (yoy), lebih dalam dibandingkan triwulan IV 2018 yang juga mengalami kontraksi masing-masing sebesar 2,68% (yoy) dan 6,04% (yoy).

Pertumbuhan ekonomi Kepri di awal tahun 2019 diperkirakan menjadi pemicu penurunan jumlah pengangguran di Kepri yang berdampak pada penurunan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) dari Februari 2018 sebesar 6,43% menjadi 6,14 pada Februari 2019.

Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan ekonomi diperkirakan akan disumbang oleh penguatan investasi dengan mulainya proyek-proyek pemerintah dan swasta seiring dengan telah berlalunya pemilihan umum. dan konsumsi rumah tangga pada Bulan Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri. Dari sisi lapangan usaha, konstruksi akan tumbuh menguat seiring dengan pertumbuhan investasi. Perekonomian Kepri pada tahun 2019 diproyeksikan akan tumbuh pada kisaran 4,92%-5,52%.

Kepri mencatatkan inflasi pada April 2019 sebesar 0,18% (mtm) atau 3,20% (yoy). Tekanan inflasi pada triwulan III 2019 diperkirakan akan lebih rendah dibandingkan proyeksi infalsi triwulan II. Adapaun risiko inflasi triwulan III antara lain biaya tahun ajaran baru serta tarif angkutan udara yang masih tinggi. Inflasi Kepri pada tahun 2019 diproyeksikan masih dalam sasaran target nasional 3,5±1%.

Tags:  

Survei

Apakah Artikel ini memberikan informasi berguna bagi Anda?
Nilai halaman ini:
Komentar:
Show Left Panel