Laporan Perekonomian Provinsi Kalimantan Timur Agustus 2019​ - Bank Sentral Republik Indonesia
Navigate Up
Sign In
13 Agustus 2020
Ekonomi Kaltim triwulan II 2019 tumbuh pada level 5,43% (yoy), sedikit lebih rendah dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar 5,46% (yoy). Namun demikian, angka tersebuti lebih tinggi jika dibandingkan pertumbuhan ekonomi Nasional yang tercatat 5,05% di periode yang sama. Kinerja positif pertumbuhan ekonomi Kaltim ditopang oleh naiknya pertumbuhan lapangan usaha pertambangan dan industri pengolahan. Kondisi cuaca yang kondusif selama semester I 2019 mendukung aktivitas produksi pertambangan batubara Kaltim. Sejalan dengan hal tersebut, kinerja ekspor luar negeri Kaltim juga mengalami peningkatan yang didukung oleh permintaan dari negara mitra dagang utama Kaltim.
 
Laju inflasi Kaltim triwulan II 2019 tercatat sebesar 2,71% (yoy), lebih rendah dibandingkan triwulan sebelumnya yang mencapai 2,99% (yoy). Inflasi Kaltim triwulan II 2019 tercatat berada di bawah level inflasi Nasional dan Kalimantan yang masing-masing tercatat 3,28% dan 3,11% (yoy). Meredanya tekanan inflasi Kaltim triwulan II 2019 dipengaruhi oleh penurunan indeks harga kelompok transportasi dan komunikasi. Normalisasi permintaan tarif angkutan udara pasca arus balik Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idul Fitri yang terjadi di awal Juni 2019 serta penyesuaian tarif batas atas (TBA) yang dilakukan oleh pemerintah sebagai upaya untuk mengendalikan tarif angkutan udara menjadi penyebab utama meredanya tekanan inflasi Kaltim triwulan II 2019. Berdasarkan kota pembentuknya, penurunan inflasi Kaltim pada triwulan II 2019 terutama dipengaruhi oleh inflasi di Kota Samarinda yang mengalami penurunan.
 
Ke depan, Bank Indonesia memperkirakan ekonomi Kaltim triwulan III 2019 Kaltim tetap tumbuh positif namun lebih rendah dibandingkan sebelumnya. Pertumbuhan ekonomi yang lebih rendah diperkirakan bersumber dari lapangan usaha pertambangan yang mulai melambat karena penurunan permintaan eksternal serta tren penurunan harga komoditas. Kondisi tersebut diperkirakan berdampak pada penurunan kinerja ekspor luar negeri Kaltim. Sementara itu, inflasi Kaltim triwulan III 2019 diperkirakan tetap stabil dan terkendali. Risiko inflasi Kaltim triwulan III 2019 utamanya bersumber dari kelompok bahan makanan seiring dengan kenaikan harga-harga komoditas holtikultura yang disebabkan oleh terbatasnya pasokan. Secara kumulatif tahun 2019, ekonomi Kaltim diperkirkan tumbuh pada rentang 2,82-3,22% (yoy) sementara tingkat inflasi diperkirakan tetap berada rentang target inflasi nasional sebesar 3,50±1% (yoy).
 
Bank Indonesia terus mengamati berbagai indikator makroekonomi global, nasional dan regional serta memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah untuk terus mendorong pertumbuhan ekonomi dengan tetap menjaga stabilitas makroekonomi. Dengan stabilitas makroekonomi yang terjaga, perekonomian Kaltim akan dapat tumbuh pada tingkat yang lebih tinggi secara berkesinambungan.
 
 
Tags:  

Survei

Apakah Artikel ini memberikan informasi berguna bagi Anda?
Nilai halaman ini:
Komentar:
Show Left Panel