Kajian Ekonomi dan Keuangan Regional Provinsi Kalimantan Timur November 2017 - Bank Sentral Republik Indonesia
Navigate Up
Sign In
15 Agustus 2020

Pada triwulan III 2017 ekonomi Kaltim tumbuh 3,5% (yoy), lebih rendah dibandingkan triwulan sebelumnya yang tumbuh 3,6% (yoy). Arah pertumbuhan ekonomi Kaltim triwulan III 2017 searah dengan perkiraan sebelumnya dengan capaian yang lebih baik atau bias atas dari proyeksinya.

Perlambatan kinerja lapangan usaha pertambangan menjadi penyebab utama deselerasi ekonomi Kaltim triwulan III 2017. Perlambatan kinerja pertambangan sebagai lapangan usaha utama Kaltim triwulan III 2017 dipengaruhi oleh terganggunya kegiatan produksi yang disebabkan oleh tingginya curah hujan tahun 2017 dibandingkan tahun sebelumnya. Di sisi pengeluaran, perlambatan ekonomi Kaltim triwulan III 2017 dipengaruhi oleh kinerja konsumsi pemerintah dan investasi yang terkontraksi serta penurunan surplus perdagangan antar daerah. APBD pemerintah daerah di wilayah Kaltim tahun 2017 yang ditetapkan lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya menyebabkan kemampuan fiskal pemerintah daerah Kaltim menjadi terbatas. Sementara itu, perlambatan investasi yang dipengaruhi oleh penurunan kinerja investasi bangunan juga menjadi penyebab utama perlambatan ekonomi Kaltim triwulan III 2017.

Di sisi harga, inflasi Kaltim triwulan III 2017 tercatat lebih rendah jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Inflasi kelompok administered prices mengalami penurunan paling signifikan pada triwulan III 2017. Penurunan inflasi kelompok administered prices dipicu oleh normalisasi permintaan angkutan udara selepas masa libur hari raya dan masa liburan sekolah.

Ekonomi Kaltim tahun 2018 diperkirakan tetap tumbuh positif walaupun tidak sekuat tahun sebelumnya. Deselerasi perekonomian Kaltim tahun 2018 masih dipengaruhi oleh kinerja lapangan usaha utama Kaltim. Perbaikan ekonomi global dan harga komoditas internasional diprediksi turut mempengaruhi kondisi perekonomian Kaltim pada tahun 2018. Harga komoditas energi (gas, batubara, minyak) akan meningkat namun tidak sekuat peningkatan harga di tahun 2017. Di sisi lain, inflasi Kaltim tahun 2018 diperkirakan lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya. Tekanan inflasi Kaltim tahun 2018 diperkirakan bersumber dari kelompok administered prices. Tren peningkatan harga minyak mentah dunia diperkirakan masih terus terjadi di tahun 2018 sehingga mendorong potensi penyesuaian harga energi nasional yang pada akhirnya berdampak pada kelompok inflasi lainnya.

Bank Indonesia terus mengamati berbagai indikator makroekonomi global, nasional dan regional serta memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah untuk terus mendorong pertumbuhan ekonomi dengan tetap menjaga stabilitas makroekonomi. Dengan stabilitas makroekonomi yang terjaga, perekonomian Kaltim akan dapat tumbuh pada tingkat yang lebih tinggi secara berkesinambungan.

Tags:  

Survei

Apakah Artikel ini memberikan informasi berguna bagi Anda?
Nilai halaman ini:
Komentar:
Show Left Panel