Kajian Ekonomi dan Keuangan Regional Provinsi Kalimantan Timur Februari 2018 - Bank Sentral Republik Indonesia
Navigate Up
Sign In
29 September 2020

Ekonomi Kaltim triwulan IV 2017 masih melanjutkan pertumbuhannya walaupun lebih rendah dibandingkan periode sebelumnya. Pada triwulan IV 2017, ekonomi Kalimantan Timur (Kaltim) tetap tumbuh positif pada level 1,6% (yoy), lebih rendah dibandingkan triwulan sebelumnya yang tumbuh 3,5% (yoy). Deselerasi pertumbuhan ekonomi Kaltim triwulan IV 2017 dipengaruhi oleh terkontraksinya kinerja lapangan usaha pertambangan yang tetap mendominasi ekonomi Kaltim dengan pangsa sebesar 43,2%. Lebih lanjut, perlambatan pada lapangan usaha industri pengolahan masih terus berlanjut pada triwulan IV 2017. Di sisi pengeluaran, deselerasi ekspor luar negeri dan net ekspor antar daerah Kaltim triwulan IV 2017 menjadi penyebab utama melambatnya ekonomi Kaltim. Namun demikian, deselerasi pertumbuhan ekonomi Kaltim triwulan IV 2017 masih mampu ditahan oleh kinerja positif dari lapangan usaha pertanian dan konstruksi yang tumbuh lebih baik pada triwulan laporan. Sejalan dengan peningkatan konstruksi, pertumbuhan investasi yang tercermin dari PMTB naik signifkan pada triwulan IV 2017.

Secara kumulatif tahunan, ekonomi Kaltim tahun 2017 tumbuh lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya. Ekonomi Kaltim tumbuh 3,1% (yoy) pada tahun 2017, meningkat dibandingkan tahun 2016 yang terkontraksi -0,4% (yoy). Perbaikan ekonomi Kaltim tahun 2017 didorong oleh peningkatan kinerja lapangan usaha pertambangan yang berorientasi ekspor berkat dukungan tren harga komoditas yang terus merangkak naik. Lebih lanjut, Sebagian besar lapangan usaha lainnya juga mencatatkan pertumbuhan ekonomi yang lebih baik pada tahun 2017 dibandingkan tahun sebelumnya. Namun demikian, lapangan usaha industri pengolahan, listrik, gas dan air, jasa keuangan, jasa kesehatan dan jasa lainnya mengalami perlambatan pertumbuhan pada tahun 2016. Di sisi pengeluaran, perbaikan ekspor luar negeri dan investasi (PMTB) menjadi pendorong utama peningkatan pertumbuhan ekonomi Kaltim tahun 2017.

Di sisi harga, inflasi Kaltim tahun 2017 masih terjaga pada level yang rendah dan stabil sebesar 3,15% (yoy), turun dibandingkan tahun 2016 sebesar 3,39% (yoy). Turunnya tekanan inflasi kelompok volatile food menjadi penyebab utama terjaganya level inflasi Kaltim tahun 2017. Pada Januari 2018, inflasi Kaltim tercatat 0,32% (mtm) atau secara tahunan sebesar 2,41% (yoy). Penurunan tekanan inflasi kelompok administered prices yang bersumber dari tarif angkutan udara menjadi pengaruh utama penurunan inflasi Kaltim Januari 2018.

Bank Indonesia terus mengamati berbagai indikator makroekonomi global, nasional dan regional serta memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah untuk terus mendorong pertumbuhan ekonomi dengan tetap menjaga stabilitas makroekonomi. Dengan stabilitas makroekonomi yang terjaga, perekonomian Kaltim akan dapat tumbuh pada tingkat yang lebih tinggi secara berkesinambungan.

Tags:  

Survei

Apakah Artikel ini memberikan informasi berguna bagi Anda?
Nilai halaman ini:
Komentar:
Show Left Panel