Kajian Ekonomi dan Keuangan Regional Provinsi Kalimantan Timur Agustus 2018 - Bank Sentral Republik Indonesia
Navigate Up
Sign In
02 Oktober 2020

Perekonomian Kalimantan Timur (Kaltim) triwulan II 2018 tumbuh 1,84% (yoy), sedikit lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar 1,77% (yoy). Kinerja ekonomi Kaltim sejalan dengan perkiraan Bank Indonesia. Pertumbuhan ekonomi Kaltim sejalan dengan pergerakan ekonomi nasional yang tumbuh 5,27% (yoy) pada triwulan II 2018, lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya yang tumbuh 5,06% (yoy). Dari sisi lapangan usaha, kinerja ekonomi Kaltim didorong oleh pertumbuhan lapangan usaha konstruksi serta penyediaan akomodasi dan makan & minum. Akselerasi kinerja konstruksi didorong oleh pengerjaan proyek-proyek infrastruktur pemerintah yang semakin mendekati target penyelesaian, terutama kelanjutan proyek pembangunan jalan tol Balikpapan-Samarinda. Adapun peningkatan kinerja lapangan usaha penyediaan akomodasi dan makan & minum yang didorong oleh nainya permintaan masyarakat selama periode cuti bersama yang relatif panjang. Berdasarkan komponen pengeluaran, pertumbuhan ekonomi Kaltim ditopang oleh kinerja investasi, khususnya subkomponen investasi bangunan. Indikator lain yang menunjukkan peningkatan investasi adalah realisasi investasi langsung dalam negeri yang juga meningkat. Disamping PMTB, komponen pengeluaran yang juga mengalami peningkatan adalah konsumsi rumah tangga. Periode Hari Raya Idul Fitri dan cuti bersama mendorong konsumsi masyarakat terhadap transportasi dan pakaian.

Sementara itu, inflasi Kaltim triwulan II 2018 tercatat sedikit lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya, namun tetap pada level yang stabil dan terkendali. Inflasi Kaltim triwulan II 2018 tercatat 2,60% (yoy), sedikit lebih tinggi dibandingkan triwulan I 2018 sebesar 2,59% (yoy). Tekanan inflasi Kaltim triwulan II 2018 terutama dipengaruhi oleh kelompok bahan makanan. Tekanan inflasi kelompok bahan makanan Kaltim triwulan II 2018 mengalami peningkatan dibandingkan triwulan sebelumnya yang dipengaruhi oleh kenaikan beberapa komoditas pangan seperti daging ayam ras, telur ayam ras dan ikan layang.

Bank Indonesia memperikrakan ekonomi Kaltim triwulan III 2018 tumbuh lebih tinggi dibandingkan dua triwulan sebelumnya. Kinerja lapangan usaha pertambangan pada triwulan III diperkirakan mengalami perbaikan sejalan dengan kondisi cuaca yang lebih baik sehingga mendukung aktivitas pertambangan. Sejalan dengan itu, industri migas juga diperkirakan tumbuh lebih tinggi didukung oleh peningkatan permintaan untuk komoditi gas selama puncak musim panas di negara mitra.

Bank Indonesia terus mengamati berbagai indikator makroekonomi global, nasional dan regional serta memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah untuk terus mendorong pertumbuhan ekonomi dengan tetap menjaga stabilitas makroekonomi. Dengan stabilitas makroekonomi yang terjaga, perekonomian Kaltim akan dapat tumbuh pada tingkat yang lebih tinggi secara berkesinambungan. ​

Tags:  

Survei

Apakah Artikel ini memberikan informasi berguna bagi Anda?
Nilai halaman ini:
Komentar:
Show Left Panel