Laporan Perekonomian Provinsi Kalimantan Utara Agustus 2019 - Bank Sentral Republik Indonesia
Navigate Up
Sign In
29 September 2020
Perkembangan Ekonomi Makro Daerah
Perekonomian Kaltara (ADHK 2010) pada triwulan II 2019 mengalami akselerasi dibandingkan periode sebelumnya. Pertumbuhan ekonomi Kaltara pada triwulan II 2019 tercatat 7,87% (yoy) tumbuh meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya yang tumbuh sebesar 7,18% (yoy). Pertumbuhan ekonomi Kaltara masih terus berada di atas pertumbuhan ekonomi nasional yang tercatat 5,05% (yoy) dan secara spasial menjadi provinsi dengan pertumbuhan ekonomi paling tinggi se-Kalimantan yang tumbuh sebesar 5,60% (yoy).
Berdasarkan lapangan usaha, peningkatan ekonomi Kaltara pada triwulan II 2019 disebabkan oleh tingginya kinerja lapangan usaha konstruksi dan industri pengolahan. Lapangan usaha konstruksi mengalami peningkatan kinerja seiring dimulainya realisasi berbagai proyek khususnya proyek dengan pendanaan swasta. Hal ini terkonfirmasi dari meningkatnya penjualan semen di Kaltara pada triwulan II 2019. Di samping itu, lapangan usaha industri pengolahan turut menyumbang andil peningkatan didorong oleh peningkatan produksi CPO di tengah penguatan harga komoditas perkebunan. Di sisi lain, meskipun lapangan usaha pertambangan dan perdagangan secara tahunan tumbuh sedikit melambat dibandingkan triwulan sebelumnya namun masih memberikan andil pertumbuhan yang tinggi pada triwulan II 2019.
Dari sisi pengeluaran, peningkatan kinerja net ekspor antar daerah dan investasi menjadi pendorong utama peningkatan ekonomi Kaltara triwulan II 2019. Net ekspor antar daerah mengalami peningkatan didorong peningkatan distribusi komoditas bahan tahan lama. Sementara itu, seiring dengan mulai direalisasikannya proyek pendanaan swasta menjadi sumber peningkatan investasi pada triwulan II 2019.
 
Keuangan Pemerintah Daerah
Realisasi pendapatan APBD Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara pada triwulan II 2019 mengalami penurunan dibandingkan triwulan yang sama tahun sebelumnya. Realisasi pendapatan terbesar terutama terjadi pada komponen Pendapatan Transfer dengan persentase realisasi sebesar 44,82% disusul PAD yang mampu menyerap sebesar Rp211,44 miliar menurun dibandingkan realisasi pada triwulan yang sama tahun sebelumnya yaitu sebesar Rp560,76 miliar.
Realisasi pendapatan Pemprov Kaltara triwulan II 2019 tercatat sebesar Rp1,09 triliun atau 42,53% dari total APBD Tahun Anggaran (TA) 2019. Realisasi pendapatan tersebut secara nominal sedikit mengalami penurunan dibandingkan pencapaian pada periode triwulan yang sama tahun sebelumnya yaitu sebesar Rp1,17 triliun atau 48,09%.
Penyerapan anggaran belanja Pemprov Kaltara melambat dibandingkan tahun sebelumnya. Realisasi belanja Pemprov Kaltara triwulan II 2019 tercatat Rp731,11 miliar atau 24,55% dari APBD TA 2019. Secara nominal realisasi belanja tersebut mengalami sedikit mengalami penurunan dibandingkan nominal realisasi belanja triwulan II 2018 yang tercatat Rp747,33 miliar dari APBD TA 2018.
 
Perkembangan Inflasi Daerah
Inflasi Kaltara pada triwulan II 2019 tercatat mengalami penurunan dibandingkan triwulan sebelumnya. Inflasi Kaltara triwulan II 2019 tercatat 3,10% (yoy), lebih rendah dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar 4,74% (yoy). Penurunan tekanan inflasi Kaltara tersebut sejalan dengan inflasi nasional yang juga mengalami penurunan dari 3,05% (yoy) pada triwulan I 2019 menjadi 2,48% (yoy) pada triwulan II 2019
Pada Juli 2019, inflasi Kaltara tercatat 3,89% (yoy), lebih tinggi dibandingkan inflasi periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 1,87% (yoy). Secara bulanan Kaltara mengalami deflasi pada Juli 2019 tercatat sebesar -0,64% (mtm). Berdasarkan sumber pembentuknya, kelompok bahan makanan merupakan kelompok penyumbang deflasi utama.
Pada triwulan III 2019, inflasi Kaltara diperkirakan berada pada rentang 3,80 – 4,20% (yoy), mengalami tekanan dibandingkan triwulan sebelumnya. Meningkatnya tekanan inflasi pada triwulan III 2019 diperkirakan didorong oleh tingginya inflasi pada kelompok transportasi secara tahunan dibandingkan dengan posisi triwulan III 2018. Meskipun tarif angkutan udara mengalami penurunan sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat untuk menurunkan tarif maskapai pada waktu dan hari tertentu, level harga tiket masih berada di atas harga pada triwulan yang sama tahun sebelumnya. Di sisi lain, berbagai program pengendalian inflasi yang dilakukan oleh pemerintah daerah melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) diperkirakan mampu meredam gejolak harga komoditas pangan di tengah kenaikan permintaan.
 
Stabilitas Keuangan Daerah, Pengembangan Akses Keuangan dan UMKM
Indikator stabilitas keuangan daerah Kaltara menunjukkan pertumbuhan yang sedikit melambat pada triwulan II 2019, baik dari sisi penyaluran kredit, aset, maupun Dana Pihak Ketiga (DPK). Akselerasi pertumbuhan dipengaruhi oleh kegiatan pada lapangan usaha utama, yaitu pertambangan, konstruksi, dan perdagangan besar dan eceran.
Kinerja aset perbankan Kaltara sedikit melambat seperti triwulan sebelumnya. Pertumbuhan aset perbankan Kaltara pada triwulan II 2019 tercatat sebesar 8,83% (yoy) tumbuh melambat dibandingkan triwulan sebelumnya yang tumbuh 10,03% (yoy).
Selain itu, perlambatan pertumbuhan aset tersebut searah dengan pertumbuhan kredit perbankan Kaltara pada triwulan II 2019 yang tercatat turut mengalami perlambatan. Akselerasi pertumbuhan ini terjadi setelah pada triwulan sebelumnya tercatat melambat. Kredit perbankan Kaltara tercatat tumbuh 8,96% (yoy) pada triwulan II 2019, tumbuh melambat dibandingkan triwulan sebelumnya yang tercatat sebesar 17,28% (yoy).
 
Penyelenggaraan Sistem Pembayaran dan Pengelolaan Uang Rupiah
Pada triwulan II 2019, nominal transaksi Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI)  di wilayah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) mengalami penurunan dibandingkan triwulan sebelumnya. Nominal transaksi SKNBI triwulan II 2019 tercatat Rp946,49 miliar, lebih rendah dibandingkan triwulan I 2019 dengan nominal Rp962,02 miliar. Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, transaksi SKNBI triwulan II 2019 turun -10,76% (yoy), lebih dalam dari pertumbuhan triwulan I 2019, yaitu -7,01% (yoy).
Sementara itu, jumlah uang kartal yang beredar di Provinsi Kaltara selama triwulan II 2019 mengalami net outflow  sebesar Rp 620,95 miliar. Secara nominal, nilai transaksi inflow selama Bulan April sampai dengan Juni 2019 di wilayah Provinsi Kaltara mencapai Rp390,46 miliar. Sementara itu, nilai transaksi outflow tercatat sebesar Rp1,01 triliun. Berdasarkan data tersebut, dapat disimpulkan bahwa pada triwulan II 2019 Provinsi Kalimantan Utara kembali mengalami net outflow dengan nominal sebesar Rp620,95 miliar. Kondisi net outlfow yang terjadi di wilayah Prov. Kaltara disebabkan adanya peningkatan kebutuhan dalam rangka momen bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri tahun 2019.
 
Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan
Berdasarkan rilis data ketenagakerjaan Februari 2019 oleh BPS Provinsi Kaltara, kondisi ketenagakerjaan di Kaltara mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Tingkat Partisipasi Angkatan Tenaga Kerja (TPAK) berdasarkan rilis ketenagakerjaan menurun dari 70,06% pada Februari 2018 menjadi 69,06% pada Februari 2019.
Sektor Jasa Pendidikan dan sektor Administrasi, pertahanan dan jaminan sosial wajib  dan sektor kesehatan dan kegiatan sosial merupakan sektor yang mengalami penurunan tenaga kerja terbanyak di Kaltara 2019. Peningkatan kuantitas tenaga kerja di Kalimantan Utara relatif diimbangi oleh peningkatan kualitasnya.
Jumlah penduduk miskin Kaltara pada Maret 2019 mengalami penurunan yang cukup besar jika dibandingkan pada periode yang sama. Berdasarkan data kemiskinan BPS pada Maret 2019, persentase penduduk miskin di Kaltara turun sebesar 3,1 persen menjadi 48,78 ribu dari 50,35 ribu jiwa. Penurunan jumlah penduduk miskin di Kaltara ini disebabkan oleh turunnya jumlah penduduk miskin di daerah pedesaan.
Di sisi lain, garis kemiskinan masih mengalami peningkatan. Peningkatan tersebut terjadi di daerah perkotaan maupun daerah pedesaan.
Dilihat dari komponen pembentukan IPM, komponen pengeluaran per kapita disesuaikan mengalami pertumbuhan tertinggi dibanding komponen lainnya sebesar 3,44% (yoy) dengan kenaikan pengeluaran sebesar Rp8,940 ribu.
 
Prospek Perekonomian Daerah
Perekonomian Kaltara pada tahun 2019 diperkirakan akan kembali tumbuh lebih baik dibandingkan tahun lalu dengan range sebesar 7,23% - 7,63% (yoy). Dari dalam negeri, peningkatan diperkirakan berasal dari lapangan usaha konstruksi sejalan dengan terus berlanjutnya percepatan pembangunan proyek strategis dan infrastruktur yang dilakukan sepanjang tahun 2019. Salah satu proyek utama di Kaltara yaitu Proyek Strategis Nasional (PSN) Kawasan Industri Pelabuhan Internasional (KIPI) Tanah Kuning. Perkembangan terakhir, pembebasan lahan telah dilakukan di seluruh area yang harus dibebaskan untuk keperluan pembangunan bendungan PLTA Tahap I yang seluas 200 hektar (ha) lebih dan telah ditetapkannya tenggat waktu untuk dinas dan instansi terkait dalam rangka percepatan pembangunan.
Tingkat inflasi Kaltara pada tahun 2019 diperkirakan berada pada range 2,80% - 3,20% (yoy) lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya. Meredanya tekanan inflasi Kaltara tahun 2019 diperkirakan bersumber dari kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan. Tarif angkutan udara yang telah mengalami peningkatan yang signifikan pada tahun 2018 diperkirakan akan mengalami penurunan seiring dengan adanya tuntutan masyarakat dan berbagai risiko second layer effect yang harus diantisipasi sebagai dampak dari peningkatan tarif tersebut. Hal ini terlihat pada penurunan Tarif Batas Atas (TBA) yang telah terjadi pada bulan Mei 2019 sebesar 16% untuk maskapai full service.
Selain itu, tekanan inflasi dari kelompok bahan makanan pada tahun 2019 diperkirakan menurun dibandingkan tahun sebelumnya sejalan dengan langkah TPID yang semakin koordinatif dan langsung berdampak pada komoditas – komoditas strategis antara lain daging ayam ras dan ikan bandeng.
Tags:  

Survei

Apakah Artikel ini memberikan informasi berguna bagi Anda?
Nilai halaman ini:
Komentar:
Show Left Panel