​KEKR Provinsi Kalimantan Utara Agustus 2017 - Bank Sentral Republik Indonesia
Navigate Up
Sign In
26 September 2020
Perekonomian Kaltara pada triwulan II 2017 mengalami peningkatan dibandingkan periode sebelumnya. Pertumbuhan ekonomi Kaltara pada triwulan II 2017 tercatat sebesar 6,4% (yoy), meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya yang tumbuh sebesar 6,2% (yoy). Secara spasial, pertumbuhan ekonomi Kaltara merupakan yang tertinggi di Kalimantan. Lebih lanjut, capaian pertumbuhan ekonomi Kaltara tersebut juga berada diatas pertumbuhan ekonomi nasional yang tumbuh 5,0% (yoy) pada triwulan II 2017.
Realisasi pendapatan fiskal Pemprov Kaltara pada triwulan II 2017 lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Berdasarkan data Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Pemprov Kaltara, realisasi pendapatan Pemprov Kaltara triwulan II 2017 sebesar 44,32% dari total APBD TA 2017 atau secara nominal tecatat Rp1,04 triliun. Realisasi tersebut lebih rendah dibandingkan triwulan II 2016 yang mencapai Rp1,08 triliun.
Inflasi Kaltara triwulan II 2017 tercatat 4,39% (yoy), sedikit lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar 4,34% (yoy). Peningkatan inflasi Kaltara triwulan II 2017 sejalan dengan inflasi nasional yang juga meningkat dari 3,61% (yoy) pada triwulan I 2017 menjadi 4,37% (yoy) di triwulan II 2017. Secara historis inflasi Kaltara triwulan II 2017 masih lebih rendah dibandingkan rata-rata inflasi Kaltara 3 tahun terakhir yang sebesar 4,34% (yoy). Secara spasial di wilayah Kalimantan, Inflasi Kaltara triwulan II 2017 berada di posisi kedua terendah. Namun demikian, inflasi Kaltara masih lebih tinggi dibandingkan inflasi KTI yang tercatat sebesar 4,27% (yoy).
Kinerja perbankan Kaltara pada triwulan II 2017 menunjukkan peningkatan dibandingkan triwulan sebelumnya. Aset perbankan Kaltara meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya sejalan dengan meningkatnya kinerja perekonomian Kaltara. Sejalan dengan peningkatan pertumbuhan aset, pertumbuhan DPK perbankan Kaltara juga turut meningkat dibandingkan triwulan lalu. Sementara itu, laju pertumbuhan kredit Kaltara pada triwulan II 2017 melambat dibandingkan triwulan sebelumnya.
Pada triwulan II 2017, jumlah transaksi yang menggunakan Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI) di wilayah Kalimantan Utara mengalami penurunan. Nominal transaksi SKNBI triwulan II 2017 tercatat Rp 910,07 miliar atau terkontraksi sebesar -32,42% (yoy) lebih dalam dibandingkan triwulan I 2017 yang mengalami kontraksi sebesar -24,59% (yoy) dengan nominal sebesar Rp 1,01 triliun. Penurunan juga terjadi secara volume transaksi, dimana transaksi via SKNBI di Kaltara tercatat sebanyak 35.884 transaksi, terkontraksi -8,19% (yoy) dibandingkan periode sebelumnya sejumlah 36.965 transaksi.
Jumlah angkatan kerja di wilayah Kaltara mengalami peningkatan pada Februari 2017. Meningkatnya jumlah angkatan kerja juga didukungg oleh kenaikan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) yang mengalami peningkatan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Namun demikian, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Kaltara mengalami peningkatan pada Februari 2017 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Perekonomian Kaltara pada triwulan IV 2017 diperkirakan tumbuh pada kisaran 6,30% - 6,70% (yoy), lebih tinggi dibandingkan dengan triwulan sebelumnya. Dari sisi lapangan usaha, pertumbuhan ekonomi Kaltara diperkirakan bertumpu pada kinerja lapangan usaha pertambangan, konstruksi, dan perdagangan. Di lapangan usaha pertambangan, meskipun diperkirakan akan melambat, rata-rata harga batubara tahun 2017 diprediksi akan stabil dalam level yang lebih tinggi dibandingkan rata-rata harga tahun 2016. Kondisi gangguan pasokan batubara di Australia dan kenaikan permintaan di Tiongkok menyusul kebijakan pemerintah Tiongkok untuk mengurangi jam kerja sektor pertambangan batubara diperkirakan akan mereda. Sementara permintaan batubara dari negara lainnya seperti Korea Selatan dan Filipina untuk batubara jenis sub-bitunimous yang digunakan untuk pembangkit listrik.
Secara kumulatif tahunan, ekonomi Kaltara tahun 2017 diperkirakan akan tumbuh sebesar 6,30% - 6,70% (yoy). Dari dalam negeri, peningkatan diperkirakan berasal dari sektor konstruksi proyek strategis seperti pembangkit listrik, pelabuhan, bandara serta jalan di perbatasan. Sementara konsumsi rumah tangga diperkirakan akan tumbuh pada kisaran 3,70% – 4,10% (yoy) yang didorong oleh optimisme perbaikan ekonomi dan tersedianya lapangan kerja seiring dengan pembangunan proyek strategis di berbagai wilayah di Kaltara.
 
 
Tags:  

Survei

Apakah Artikel ini memberikan informasi berguna bagi Anda?
Nilai halaman ini:
Komentar:
Show Left Panel