Profil - Bank Sentral Republik Indonesia
Sign In
15 Agustus 2020
Profil Provinsi Kalimantan Selatan
Pilih Provinsi    
​​Cikal bakal Kantor Bank Indonesia adalah De Javasche Bank Banjarmasin yang berdiri pada tanggal 1 Agustus 1907, sebagai kantor cabang De Javasche Bank yang ke 15. Pada saat itu, De Javasche Bank berfungsi sebagai bank sirkulasi, namun dalam praktek juga bergerak di bidang komersial seperti menerima deposito, memberikan kredit, mengaksep wesel, melakukan jual beli emas dan perak batangan. Fungsi ganda ini menyebabkan De Javasche Bank selalu mempertimbangkan prospek usaha di wilayah yang akan dimasukinya, sebagai dasar pertimbangan pengembangan wilayah operasi, termasuk pada waktu membuka kantor cabangnya di Banjarmasin. 
 
Pada masa penjajahan Jepang, bank-bank milik Belanda, Inggris dan beberapa bank milik Cina dilikuidasi. Selanjutnya, pada tanggal 20 Oktober 1942 “Nanpo Kaihatsu Ginko” mengambil alih tugas-tugas De Javasche Bank sampai dengan berakhirnya perang dunia II.

Setelah Jepang kalah perang, pada tanggal 20 Oktober 1945 De Javasche Bank dioperasikan kembali. Melalui Circulaire No. 119/1 tanggal 22 Mei 1946, 10 dari 16 kantor De Javasche Bank yang telah dilikuidasi dibuka kembali termasuk Kantor Cabang Banjarmasin. 

Berdasarkan UU No. 24 Tahun 1951 pada tanggal 15 Desember 1951 De Javasche Bank dinasionalisasi. Mulai tanggal 1 Juli 1953 periode Bank Indonesia dimulai (UU No. 13 tahun 1953).  Dengan diterbitkannya UU No. 13 tahun 1968 tentang Bank Sentral, pada tanggal 31 Desember 1968 Bank Sentral/Bank Indonesia ditetapkan sebagai Bank Sentral. Era baru BI dimulai setelah diterbitkannya UU No. 23 tahun 1999 pada tanggal 31 Mei 1999 yang kemudian diamandemen melalui UU No.3 tahun 2004 tentang Bank Indonesia dimana tujuan Bank Indonesia adalah mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah.​
Show Left Panel