Laporan Perekonomian Provinsi Kalimantan Selatan Mei 2019 - Bank Sentral Republik Indonesia
Navigate Up
Sign In
27 Januari 2020
PERKEMBANGAN EKONOMI MAKRO DAERAH

Perekonomian Kalimantan Selatan pada triwulan I-2019 tumbuh sebesar 4,08% (yoy), melambat dibandingkan dengan triwulan sebelumnya yang tumbuh sebesar 5,78% (yoy). Pada sisi permintaan, perlambatan pertumbuhan ekonomi bersumber dari perlambatan pertumbuhan konsumsi rumah tangga (RT) dan investasi (PMTB) khususnya investasi nonbangunan.  Sementara itu, konsumsi lembaga nonprofit rumah tangga (LNPRT) dan ekspor tumbuh meningkat. Dari sisi penawaran, perlambatan pertumbuhan ekonomi utamanya bersumber dari perlambatan kinerja sektor pertambangan dan industri pengolahan.  Di sisi lain, sektor bangunan dan sektor perdagangan, hotel, dan restoran (PHR) tumbuh meningkat.
 
KEUANGAN PEMERINTAH

Realisasi serapan anggaran pendapatan daerah Provinsi Kalimantan Selatan pada triwulan I-2019 tercatat sebesar 16,16% dari pagu APBD 2019, sedikit lebih rendah  dibandingkan triwulan yang sama tahun sebelumnya yang sebesar 16,23%. Adapun realisasi serapan anggaran belanja daerah tercatat sebesar 15,14% dari pagu APBD 2019, lebih tinggi dibandingkan dengan tahun 2018 yang tercatat sebesar 12,09%.
Realisasi serapan anggaran pendapatan negara di Kalimantan Selatan pada triwulan I-2019 tercatat sebesar 20,86% dari pagu APBN di Kalimantan Selatan 2019, lebih tinggi dibandingkan dengan realisasi serapan pendapatan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan yang sebesar 16,16%. Realisasi serapan anggaran belanja Negara di Kalimantan Selatan pada triwulan I-2019 sebesar 29,25% dari pagu APBN 2019, lebih tinggi dibandingkan dengan tahun 2018 yang sebesar 9,74%.
 
PERKEMBANGAN INFLASI DAERAH

Secara tahunan (yoy), inflasi IHK Kalimantan Selatan pada triwulan I-2019 naik dibandingkan triwulan IV 2018. Namun, secara triwulanan (qtq), inflasi Kalimantan Selatan lebih rendah dibandingkan triwulan sebelumnya. Meskipun inflasi IHK secara tahunan naik, pencapaian inflasi IHK triwulan I-2019 masih berada dalam kisaran prakiraan inflasi Kalimantan Selatan. Secara tahunan (yoy), realisasi inflasi tercatat sebesar 3,08% (yoy), lebih tinggi dari  triwulan lalu (2,63% yoy). Inflasi tahunan (yoy) yang lebih tinggi bersumber dari meningkatnya inflasi komponen Diatur Pemerintah (Administered Price/AP) dan komponen Inti (Core). Di sisi lain, komponen Bergejolak (Volatile Food/VF) mengalami penurunan inflasi. Meskipun naik, inflasi tahunan Kalimantan Selatan tergolong rendah jika dibandingkan dengan provinsi lain di Kalimantan dan berada di bawah sasaran inflasi Kalimantan Selatan 3,50±1%.
 
STABILITAS KEUANGAN DI DAERAH, PENGEMBANGAN AKSES KEUANGAN DAN UMKM

Penyaluran kredit perbankan berdasarkan lokasi proyek di Kalimantan Selatan pada triwulan I-2019 tercatat sebesar Rp64,94 triliun atau tumbuh 7,73% (yoy), melambat dari triwulan sebelumnya yang tumbuh sebesar 10,94% (yoy). Perlambatan pertumbuhan kredit bersumber dari seluruh jenis penggunaan kredit, yaitu kredit modal kerja, investasi, dan konsumsi. Secara sektoral perlambatan utamanya bersumber dari sektor pertanian, pertambangan, dan perdagangan besar dan eceran.  Sementara itu, kualitas kredit yang disalurkan menurun dengan rasio kredit bermasalah (NPL) tercatat sebesar 3,03%,  naik dibandingkan triwulan IV–2018 yang sebesar 2,71%, namun masih berada di bawah batas toleransi 5%.
Sementara itu, Dana Pihak Ketiga (DPK) pada triwulan I-2019 tercatat sebesar Rp50,94 triliun atau tumbuh 8,07% (yoy),  lebih rendah dibandingkan triwulan IV-2018 yang tumbuh 12,47% (yoy).
 
PENYELENGGARAAN SISTEM PEMBAYARAN DAN PENGELOLAAN UANG RUPIAH

Pada triwulan I-2019, transaksi kliring terkontraksi sebesar 5,47% (yoy), melambat dari  triwulan IV-2018 yang tumbuh sebesar 1,08% (yoy). Demikian pula, transaksi real time gross settlement (RTGS) tumbuh melambat, yaitu terkontraksi sebesar 10,52% (yoy), melambat dibandingkan triwulan sebelumnya yang tumbuh sebesar 29,34% (yoy). Perlambatan transaksi kliring dan RTGS sejalan dengan perlambatan pertumbuhan ekonomi Kalimantan Selatan pada triwulan I-2019. 

Dalam pengelolaan uang rupiah, aliran transaksi perkasan Bank Indonesia Kalimantan Selatan pada triwulan I-2019 mengalami aliran masuk bersih (net intflow) sebesar Rp2,52 triliun, meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya yang mengalami aliran masuk bersih sebesar Rp450 miliar. Kondisi ini sesuai pola triwulanan seiring masuknya kembali aliran uang pascaperiode libur sekolah dan akhir tahun.
 
KETENAGAKERJAAN DAN KESEJAHTERAAN

Kondisi ketenagakerjaan pada Februari 2019 mengalami perbaikan. Tingkat pengangguran terbuka (TPT) per Februari 2019 tercatat sebesar 3,50%, turun dari periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar 3,86%. Sementara itu, daya beli masyarakat mengalami penurunan yang turut dipengaruhi oleh menurunnya penghasilan terkait pelemahan pertumbuhan ekonomi pada triwulan I-2019. Hal ini terindikasi pada data indeks penghasilan konsumen dan nilai tukar petani (NTP) triwulan I-2019.
 
PROSPEK PEREKONOMIAN DAERAH

Perekonomian Kalimantan Selatan pada tahun 2019 berpeluang tumbuh meningkat pada kisaran 5,0-5,4%, didukung meningkatnya konsumsi RT, konsumsi pemerintah, investasi, dan ekspor. Dari sisi sektoral, peningkatan didukung oleh kinerja sektor pertanian dan sektor industri pengolahan. Sementara itu, kinerja sektor pertambangan akan tumbuh melambat.

Selanjutnya, inflasi secara keseluruhan tahun 2019 diprakirakan akan dapat tetap dijaga ke arah sasaran inflasi Kalimantan Selatan dan nasional yaitu sebesar 3,5±1%. Hal ini didukung oleh penguatan produksi pangan, penguatan pasokan melaui kerjasama antardaerah, perluasan jaringan distribusi, pemanfaatan aplikasi pemasaran pertanian, dan program TPID lainnya.
 
 
 
Tags:  

Survei

Apakah Artikel ini memberikan informasi berguna bagi Anda?
Nilai halaman ini:
Komentar:
Show Left Panel