Laporan Perekonomian Provinsi Kalimantan Selatan Agustus 2019 - Bank Sentral Republik Indonesia
Navigate Up
Sign In
29 September 2020

Perekonomian Kalimantan Selatan pada triwulan II-2019 tumbuh sebesar 4,24% (yoy), meningkat dibandingkan dengan triwulan sebelumnya yang tumbuh sebesar 4,11% (yoy). Pada sisi permintaan, peningkatan pertumbuhan ekonomi terutama bersumber dari peningkatan pertumbuhan konsumsi pemerintah. Pada sisi penawaran, peningkatan pertumbuhan ekonomi terutama bersumber dari peningkatan kinerja sektor pertanian. Sementara itu, sektor pertambangan tumbuh melambat dan sektor industri pengolahan masih terkontraksi.

Realisasi serapan pendapatan daerah Provinsi Kalimantan Selatan pada triwulan II-2019 tercatat sebesar 38,66% dari pagu APBD 2019, lebih rendah dibandingkan triwulan yang sama tahun sebelumnya yang sebesar 52,04%. Adapun realisasi serapan belanja daerah tercatat sebesar 40,10% dari pagu APBD 2019, lebih tinggi dibandingkan dengan tahun 2019 yang tercatat sebesar 35,30%. Realisasi serapan pendapatan negara di Kalimantan Selatan pada triwulan II-2019 tercatat sebesar 44,24% dari pagu APBN di Kalimantan Selatan 2019, lebih tinggi dibandingkan dengan realisasi serapan pendapatan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan yang sebesar 38,66%. Realisasi belanja Negara di Kalimantan Selatan pada triwulan II-2019 sebesar 44,32% dari pagu APBN 2019, lebih tinggi dibandingkan dengan tahun 2018 yang sebesar 35,76%.

Secara tahunan (yoy) dan triwulanan (qtq), inflasi IHK Kalimantan Selatan pada triwulan II-2019 naik dibandingkan triwulan I-2019. Secara tahunan (yoy), inflasi triwulan II-2019 tercatat sebesar 4,01% (yoy), lebih tinggi dari triwulan lalu (3,08% yoy). Inflasi tahunan (yoy) yang lebih tinggi bersumber dari meningkatnya inflasi seluruh komponen yaitu komponen Bergejolak (Volatile Food/VF), Inti (Core), dan Diatur Pemerintah (Administered Price/AP). Meskipun inflasi IHK secara tahunan naik, pencapaiannya masih terkendali dalam sasaran inflasi Kalimantan Selatan dan Nasional (3,5±1%).

Penyaluran kredit perbankan di Kalimantan Selatan pada triwulan II-2019 berdasarkan lokasi proyek tercatat sebesar Rp66,16 triliun atau tumbuh 6,18% (yoy), melambat dari triwulan sebelumnya yang tumbuh sebesar 7,73% (yoy). Perlambatan pertumbuhan kredit bersumber dari kredit modal kerja dan konsumsi. Secara sektoral perlambatan utamanya bersumber dari sektor pertanian dan industri pengolahan. Adapun kualitas kredit yang disalurkan membaik yang ditunjukkan oleh rasio kredit bermasalah (NPL) yang tercatat sebesar 2,93%, lebih rendah dibandingkan triwulan I–2019 yang sebesar 3,03%.

Sementara itu, Dana Pihak Ketiga (DPK) pada triwulan II-2019 tercatat sebesar Rp52,74 triliun atau tumbuh 10,62% (yoy), lebih tinggi dibandingkan triwulan I-2019 yang tumbuh 8,07% (yoy).

Pada triwulan II-2019, transaksi kliring terkontraksi sebesar 8,83% (yoy), lebih dalam dari kontraksi triwulan I-2019 yang sebesar 6,10% (yoy). Adapun transaksi real time gross settlement (RTGS) terkontraksi sebesar 2,71% (yoy), melambat dibandingkan triwulan sebelumnya yang tumbuh sebesar 15,87% (yoy). Perlambatan transaksi kliring dan RTGS sejalan dengan perlambatan konsumsi rumah tangga serta lemahnya kinerja sektor utama yaitu sektor pertambangan dan industri pengolahan pada triwulan II-2019.

Dalam pengelolaan uang rupiah, aliran transaksi perkasan Bank Indonesia Kalimantan Selatan pada triwulan II-2019 mengalami aliran masuk bersih (net inflow) sebesar Rp708 miliar, menurun dibandingkan triwulan sebelumnya yang mengalami aliran masuk bersih sebesar Rp2,52 triliun. Kondisi ini sesuai pola historis seiring dengan tingginya permintaan terhadap uang kartal pada masa Ramadhan dan Idulfitri serta persiapan tahun ajaran baru.

Kondisi ketenagakerjaan di Kalimantan Selatan pada triwulan II-2019 memperlihatkan perbaikan, terindikasi dari indeks ketersediaan lapangan kerja survei konsumen BI yang membaik, meskipun masih dalam level yang pesimis. Masih lemahnya kinerja PDRB sektor utama yaitu sektor pertambangan dan sektor industi pengolahan membuat kondisi ketenagakerjaan masih berada di level yang pesimis. Perbaikan terutama berasal dari meningkatnya kinerja PDRB sektor pertanian dan sektor bangunan.

Kinerja sektor utama yang melambat berimbas pada tingkat kemiskinan yang relatif tetap yaitu sebesar 4,55%, pada Maret 2019, relatif sama dari kondisi per Maret 2018 yang tercatat sebesar 4,54%.

Perekonomian Kalimantan Selatan pada triwulan IV-2019 diprakirakan tumbuh melambat dibandingkan triwulan III-2019, bersumber dari perlambatan ekspor terkait kinerja sektor pertambangan dan industri pengolahan. Adapun pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan tahun 2019 diprakirakan tumbuh pada kisaran 4,0%-4,4%, melambat dibandingkan dengan tahun 2018. Perlambatan pertumbuhan bersumber dari pelemahan pertumbuhan konsumsi rumah tangga (RT), investasi, dan ekspor. Dari sisi sektoral, perlambatan pertumbuhan terutama bersumber dari pelemahan kinerja sektor pertambangan dan pertanian di tengah stabilnya kinerja industri pengolahan.

Inflasi IHK tahunan (yoy) pada triwulan IV-2019 diprakirakan lebih rendah dari triwulan III-2019 didorong meredanya inflasi komponen Diatur Pemerintah (Administered Prices/AP) di tengah tekanan inflasi komponen Bergejolak (Volatile Food/VF). Inflasi IHK secara keseluruhan tahun 2019 diprakirakan lebih rendah dari tahun 2018 dan dapat tetap dijaga ke arah sasaran inflasi Kalimantan Selatan dan nasional yaitu sebesar 3,5±1%. Hal ini didukung oleh penguatan produksi pangan, penguatan pasokan melalui kerjasama antardaerah, perluasan jaringan distribusi, pemanfaatan aplikasi pemasaran pertanian, dan berbagai program TPID lainnya. ​

Tags:  

Survei

Apakah Artikel ini memberikan informasi berguna bagi Anda?
Nilai halaman ini:
Komentar:
Show Left Panel