Laporan Perekonomian Provinsi Kalimantan Selatan Februari 2020 - Bank Sentral Republik Indonesia
Navigate Up
Sign In
25 Oktober 2020

​PERKEMBANGAN EKONOMI MAKRO DAERAH
Perekonomian Kalimantan Selatan pada triwulan IV-2019 tumbuh sebesar 3,85% (yoy), melambat dibandingkan dengan triwulan sebelumnya yang tumbuh sebesar 4,02% (yoy). Pada sisi permintaan, perlambatan pertumbuhan ekonomi utamanya bersumber dari melambatnya pertumbuhan konsumsi pemerintah dan investasi. Sementara itu, konsumsi RT, ekspor dan impor tumbuh meningkat. Pada sisi penawaran, perlambatan pertumbuhan ekonomi terutama bersumber dari melambatnya kinerja sektor pertanian, pertambangan dan Perdagangan Hotel dan Restoran (PHR). Sementara itu, sektor industri pengolahan tumbuh meningkat.

Secara keseluruhan tahun 2019, pertumbuhan ekonomi tercatat tumbuh 4,08% (yoy), lebih rendah dibandingkan tahun 2018 yang tumbuh 5,12% (yoy). Dari sisi permintaan, perlambatan bersumber hampir dari seluruh komponen, yaitu konsumsi RT, investasi, ekspor dan impor. Dari sisi penawaran, perlambatan utamanya bersumber dari melambatnya kinerja sektor pertambangan dan industri pengolahan, serta perdagangan, hotel, dan restoran (PHR).

KEUANGAN PEMERINTAH
Realisasi serapan pendapatan daerah Provinsi Kalimantan Selatan pada tahun 2019 tercatat sebesar 102,80 % dari pagu APBD 2019, lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 102,47%. Adapun realisasi serapan belanja daerah tercatat sebesar 92,79% dari pagu APBD 2019, lebih rendah dibandingkan dengan tahun 2018 yang tercatat sebesar 92,92%.

Secara rinci, penurunan realisasi serapan belanja daerah pada 2019 bersumber dari pos belanja operasional dan transfer pemda. Meskipun pos belanja operasional pada tahun 2019 yang tercatat 92,52% sedikit lebih kecil dibandingkan dengan tahun 2018 yaitu sebesar 92,74%, namun pada pos belanja barang dan jasa mengalami peningkatan. Kenaikan realisasi pos belanja barang dan jasa serta belanja modal disebabkan oleh perbaikan proses administrasi pengadaan yang tertunda pada triwulan III-2019.

Realisasi serapan pendapatan negara di Kalimantan Selatan pada tahun 2019 tercatat sebesar 97,19% dari pagu APBN di Kalimantan Selatan 2019, lebih rendah dibandingkan dengan realisasi serapan 98,83%. Realisasi belanja Negara di Kalimantan Selatan pada tahun 2019 sebesar 92,59% dari pagu APBN 2019, sedikit lebih rendah dibandingkan dengan tahun 2018 yang sebesar 93,38%.

PERKEMBANGAN INFLASI DAERAH
Secara tahunan (yoy), inflasi triwulan IV-2019 tercatat sebesar 4,01% (yoy), lebih rendah dari triwulan lalu (4,05% yoy). Inflasi tahunan (yoy) yang lebih rendah bersumber dari penurunan inflasi pada komponen Diatur Pemerintah (Administered Price/AP) dan komponen Inti (Core), ditengah tekanan inflasi pada komponen bergejolak (Volatile Food/VF). Realisai inflasi tahun 2019 (4,01%), lebih tinggi dari tahun 2018 yang sebesar 2,63%. Meskipun lebih tinggi, pencapaian inflasi tersebut terkendali dalam sasaran inflasi nasional (3,5±1%).

STABILITAS KEUANGAN DI DAERAH, PENGEMBANGAN AKSES KEUANGAN DAN UMKM
Penyaluran kredit perbankan di Kalimantan Selatan pada triwulan IV-2019 berdasarkan lokasi proyek tercatat sebesar Rp68,83 triliun atau tumbuh 4,98% (yoy), sedikit lebih rendah dari triwulan sebelumnya yang tumbuh sebesar 5,02% (yoy); sejalan dengan melambatnya pertumbuhan ekonomi. Perlambatan pertumbuhan kredit terutama bersumber dari kredit modal kerja dan konsumsi. Secara sektoral perlambatan utamanya bersumber dari sektor perdagangan, hotel, dan restoran (PHR) dan pertambangan. Adapun kualitas kredit yang disalurkan mengalami perbaikan yang ditunjukkan oleh rasio kredit bermasalah (NPL) yang tercatat sebesar 2,88%, lebih rendah dibandingkan triwulan III–2019 yang sebesar 3,78%.

Sementara itu, Dana Pihak Ketiga (DPK) pada triwulan IV-2019 tercatat sebesar Rp51,22 triliun atau tumbuh 2,08% (yoy), melambat dibandingkan triwulan III-2019 yang tumbuh 10,64% (yoy).

PENYELENGGARAAN SISTEM PEMBAYARAN DAN PENGELOLAAN UANG RUPIAH
Sejalan dengan perlambatan ekonomi Kalimantan Selatan, volume dan nilai transaksi nontunai melalui Real Time Gross Settlement (RTGS) pada triwulan IV 2019 mengalami perlambatan. Nominal transaksi melalui RTGS pada triwulan IV 2019 tercatat tumbuh sebesar 4,45% (yoy), lebih rendah dari 49,89% (yoy) pada triwulan sebelumnya. Namun demikian, transaksi melalui Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI) meningkat baik dari sisi volume maupun nominal transaksi. Nominal transaksi kliring meningkat sebesar 11% (yoy), lebih tinggi dari kontraksi triwulan III-2019 yang sebesar 3,80% (yoy).

Aliran transaksi perkasan Bank Indonesia Kalimantan Selatan pada triwulan IV-2019 mengalami aliran masuk bersih (net inflow) sebesar Rp0,30 triliun, meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya yang mengalami aliran masuk bersih sebesar Rp0,71 triliun. Menurunnya aliran masuk bersih sejalan dengan tingginya kebutuhan uang kartal saat HBKN Natal dan Tahun Baru.

KETENAGAKERJAAN DAN KESEJAHTERAAN
Kondisi ketenagakerjaan pada triwulan IV-2019 mengalami penurunan. Berdasarkan data Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) Bank Indonesia, jumlah penduduk yang bekerja mengalami penurunan hingga akhir Desember 2019. Penurunan penyerapan tenaga kerja hampir terjadi pada semua subsektor.

Pada triwulan IV 2019, nilai tukar petani (NTP) Kalimantan Selatan tercatat sebesar 95,57 meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya yang tercatat sebesar 95,00 (Tabel 6.1). Peningkatan NTP terjadi pada sektor tanaman pangan dan perkebunan rakyat yang disebabkan oleh meningkatnya produksi beras dan membaiknya harga CPO dan Karet.

Pembangunan Manusia di Kalimantan Selatan mengalami peningkatan yang ditandai dengan meningkatnya IPM Kalimantan Selatan yang tercatat 70,72, meningkat dibandingkan tahun 2018 yang tercatat sebesar 70,17.

PROSPEK PEREKONOMIAN DAERAH
Perekonomian Kalimantan Selatan pada triwulan II-2019 diprakirakan tumbuh tumbuh meningkat dari triwulan I-2020, bersumber dari peningkatan konsumsi RT, konsumsi pemerintah, dan investasi, di tengah perbaikan ekspor. Dari sisi penawaran, peningkatan bersumber dari kinerja sektor pertanian, pertambangan, industri pengolahan, konstruksi, dan PHR. Secara keseluruhan tahun 2020, perekonomian Kalimantan Selatan berpotensi meningkat pada kisaran 4,4%-4,8%, lebih tinggi dari tahun 2019 terutama didukung kinerja ekspor dan konsumsi RT. Pada sisi sektoral, peningkatan pertumbuhan didukung oleh meningkatnya kinerja sektor pertanian, pertambangan dan industri pengolahan.

Inflasi IHK tahunan (yoy) pada triwulan II-2020 diprakirakan lebih rendah dari triwulan I-2020 akibat relatif terkendalinya komponen Bergejolak (Volatile Food/VF) ditengah tekanan komponen Diatur Pemerintah (AP) dan komponen inti (CI). Secara keseluruhan tahun 2020, inflasi diprakirakan lebih rendah dari tahun 2019 didorong terkendalinya inflasi komponen Bergejolak (Volatile Food/VF) ditengah tekanan dari komponen Diatur Pemerintah (Administered Price/AP). Inflasi dapat tetap dijaga ke arah sasaran inflasi Kalimantan S​elatan.

Tags:  

Survei

Apakah Artikel ini memberikan informasi berguna bagi Anda?
Nilai halaman ini:
Komentar:
Show Left Panel