Laporan Perekonomian Provinsi Kalimantan Selatan Mei 2020 - Bank Sentral Republik Indonesia
Navigate Up
Sign In
25 Oktober 2020

PERKEMBANGAN EKONOMI MAKRO DAERAH

Perekonomian Kalimantan Selatan pada triwulan I 2020 tumbuh sebesar 5,68% (yoy), meningkat dibandingkan dengan triwulan sebelumnya yang tumbuh sebesar 3,85% (yoy).

Pada sisi permintaan, peningkatan pertumbuhan ekonomi terutama bersumber dari peningkatan ekspor, konsumsi RT, dan konsumsi pemerintah di tengah perlambatan investasi. Pada sisi penawaran, peningkatan pertumbuhan ekonomi terutama bersumber dari peningkatan industri pengolahan, pertambangan, pertanian, serta perdagangan, hotel, dan restoran (PHR). Sementara itu, perlambatan sektor konstruksi menahan laju peningkatan ekonomi Kalimantan Selatan.

KEUANGAN PEMERINTAH

Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan telah melakukan penyesuaian APBD Tahun 2020, sesuai dengan Keputusan Bersama Mendagri dan Menkeu dalam rangka penanganan COVID-19, serta pengamanan daya beli masyarakat dan perekonomian nasional. Penyesuaian tersebut menghasilkan realokasi anggaran untuk belanja bidang kesehatan, penyediaan jaminan pengaman sosial, dan penanganan dampak ekonomi akibat pandemi COVID-19.

Realisasi serapan pendapatan daerah Provinsi Kalimantan Selatan pada triwulan I 2020 tercatat sebesar 23,86% dari pagu APBD 2020 penyesuaian, lebih tinggi dibandingkan triwulan I tahun sebelumnya yang sebesar 16,16%. Adapun realisasi serapan belanja daerah tercatat sebesar 18,02% dari pagu APBD 2020 penyesuaian, lebih tinggi dibandingkan dengan triwulan I 2019 yang tercatat sebesar 15,14%.

Secara rinci, peningkatan realisasi serapan belanja daerah pada triwulan I 2020 bersumber dari pos belanja operasional terutama belanja barang dan jasa serta belanja pegawai. Pos belanja barang dan jasa mengalami peningkatan sebesar 24,07% dibandingkan triwulan I tahun 2019 sebesar 7,95%. Demikian juga belanja pegawai yang pada triwulan I 2020 tercatat 19% lebih tinggi dibandingkan triwulan I tahun sebelumnya sebesar 17,33%.

Realisasi serapan pendapatan negara di Kalimantan Selatan pada triwulan I 2020 tercatat sebesar 12,67% dari pagu APBN di Kalimantan Selatan 2020, lebih rendah dibandingkan dengan realisasi serapan pada triwulan I 2019 yang tercatat sebesar 20,86%. Realisasi serapan belanja negara di Kalimantan Selatan pada triwulan I 2020 tercatat sebesar 9,78% dari pagu APBN 2020, lebih rendah dibandingkan triwulan I tahun 2019 yang tercatat sebesar 29,25%.

PERKEMBANGAN INFLASI DAERAH

Inflasi Triwulan I 2020 tercatat lebih rendah dari triwulan IV 2019 baik secara tahunan (yoy) maupun triwulanan (qtq). Secara tahunan (yoy), realisasi inflasi tercatat sebesar 2,81% (yoy), lebih rendah dari triwulan lalu (4,01% yoy). Inflasi tahunan (yoy) yang lebih rendah bersumber dari deflasi pada Kelompok Transportasi di tengah tekanan inflasi pada Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau. Meskipun inflasi IHK masih di atas inflasi regional Kalimantan, pencapaian inflasi IHK triwulan I 2020 masih berada di bawah inflasi nasional dan terjaga dalam sasaran inflasi nasional (3,00±1%).

STABILITAS KEUANGAN DI DAERAH, PENGEMBANGAN AKSES KEUANGAN DAN UMKM

Penyaluran kredit perbankan di Kalimantan Selatan pada triwulan I 2020 tercatat sebesar Rp67,89 triliun atau tumbuh 4,55% (yoy), sedikit melambat dari triwulan sebelumnya yang tumbuh sebesar 4,98% (yoy). Perlambatan pertumbuhan kredit terutama bersumber dari kredit modal kerja dan konsumsi. Secara sektoral perlambatan utamanya bersumber dari sektor perdagangan, hotel, dan restoran (PHR) dan pertanian. Adapun kualitas kredit yang disalurkan mengalami penurunan yang ditunjukkan oleh rasio kredit bermasalah (NPL) yang tercatat sebesar 3,26%, lebih tinggi dibandingkan triwulan IV 2019 yang sebesar 2,88%.

Sementara itu, Dana Pihak Ketiga (DPK) pada triwulan I 2020 tercatat sebesar Rp52,78 triliun atau tumbuh 3,52% (yoy), meningkat dibandingkan triwulan IV 2019 yang tumbuh 2,08% (yoy).

PENYELENGGARAAN SISTEM PEMBAYARAN DAN PENGELOLAAN UANG RUPIAH Pada triwulan I 2020, transaksi kliring meningkat sebesar 18,14% (yoy), lebih tinggi daripada triwulan IV 2019 yang sebesar 11,00% (yoy). Adapun transaksi Real Time Gross Settlement (RTGS) menurun sebesar 8,10% (yoy), lebih rendah dibandingkan triwulan sebelumnya yang tumbuh sebesar 4,45% (yoy). Peningkatan transaksi kliring sejalan dengan masih baiknya konsumsi rumah tangga di awal Tahun 2020.

Aliran transaksi perkasan Bank Indonesia Kalimantan Selatan pada triwulan I 2020 mengalami aliran masuk bersih (net inflow) sebesar Rp2,68 triliun, meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya yang mengalami aliran masuk bersih sebesar Rp0,30 triliun. Peningkatan aliran uang masuk tersebut sesuai dengan pola triwulanan seiring kembali masuknya uang karta pasca periode libur sekolah dan akhir tahun pada triwulan sebelumnya.

KETENAGAKERJAAN DAN KESEJAHTERAAN

Kondisi ketenagakerjaan pada Februari 2020 mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Tingkat Partisipasi Angkatan Tenaga Kerja (TPAK) berdasarkan rilis ketenagakerjaan menurun dari 73,91% pada Februari 2019 menjadi 73,03% pada Februari 2020. Tingkat pengangguran terbuka (TPT) pada Februari 2020 tercatat sebesar 3,80%, naik dari Februari 2019 yang sebesar 3,50%.

Pada triwulan I 2020, nilai tukar petani (NTP) Kalimantan Selatan tercatat sebesar 101,90 atau meningkat sebesar 6,87 % (yoy). Meningkatnya NTP didorong oleh lebih kecilnya indeks yang dibayar petani yaitu sebesar 105,10 dibanding indeks yang diterima petani yaitu sebesar 107,10.

IPM Kalimantan Selatan meningkat dari 70,17 pada tahun 2018 menjadi 70,72 pada tahun 2019. Secara umum, pembangunan manusia Kalimantan Selatan terus mengalami kemajuan selama periode 2010 hingga 2019. Khusus pada periode 2018-2019, IPM Kalimantan Selatan tercatat di atas 70 dan tumbuh 0,78%.

PROSPEK PEREKONOMIAN DAERAH

Perekonomian Kalimantan Selatan pada triwulan III 2020 diprakirakan secara bertahap tumbuh meningkat dibandingkan dengan triwulan II 2020 meski dengan level pertumbuhan yang relatif rendah, terutama bersumber dari peningkatan konsumsi RT, dan investasi, di tengah perbaikan kinerja ekspor dan impor. Dari sisi penawaran, peningkatan bersumber dari kinerja sektor pertanian, pertambangan, konstruksi, dan PHR. Secara keseluruhan tahun 2020, perekonomian Kalimantan Selatan masih tumbuh positif, meski melambat dibandingkan tahun sebelumnya, terutama dipengaruhi dampak Covid-19 yang menahan kinerja konsumsi, investasi, dan ekspor. Pada sisi sektoral, perlambatan bersumber dari melambatnya kinerja sektor pertanian, pertambangan, industri pengolahan, konstruksi, dan PHR.

Inflasi IHK tahunan (yoy) pada triwulan III 2020 diprakirakan lebih tinggi dari triwulan II 2020, terutama didorong oleh kelompok Transportasi akibat pelonggaran aktivitas angkutan udara serta kelompok makanan, minuman dan tembakau diprakirakan akibat berlalunya musim panen pada triwulan II 2020. Secara keseluruhan tahun 2020, inflasi diprakirakan lebih rendah dari tahun 2019 didorong terkendalinya inflasi seluruh komponen utamanya kelompok makanan, minuman, dan tembakau serta perlambatan konsumsi rumah tangga dipengaruhi dampak COVID-19.

Tags:  

Survei

Apakah Artikel ini memberikan informasi berguna bagi Anda?
Nilai halaman ini:
Komentar:
Show Left Panel