Kajian Ekonomi dan Keuangan Regional Provinsi Kalimantan Selatan Februari 2018 - Bank Sentral Republik Indonesia
Navigate Up
Sign In
28 Januari 2020
​​

Perekonomian Kalimantan Selatan pada triwulan IV- 2017 tumbuh sebesar 4,46% (yoy), melambat dibandingkan dengan triwulan sebelumnya yang tumbuh sebesar 6,37% (yoy). Pada sisi permintaan, perlambatan pertumbuhan ekonomi bersumber dari perlambatan ekspor, investasi dan konsumsi pemerintah. Perlambatan ekspor utamanya disebabkan oleh lebih rendahnya produksi batubara pada triwulan IV-2017 tahun ini akibat tingginya curah hujan. Sementara itu perlambatan investasi dan konsumsi pemerintah masing-masing disebabkan oleh lebih moderatnya realisasi investasi bangunan serta lebih rendahnya realisasi belanja pemerintah yang tidak setinggi triwulan III-2017. ​​

Dari sisi penawaran, perlambatan pertumbuhan ekonomi bersumber dari penurunan kinerja sektor pertambangan, pertanian, dan konstruksi. Penurunan kinerja sektor tambang sejalan dengan lebih rendahnya produksi batubara sedangkan penurunan kinerja sektor pertanian dan konstruksi masing-masing disebabkan oleh masuknya masa tanam dan menurunnya aktivitas pembangunan pada akhir tahun. Di sisi lain, sektor industri pengolahan tumbuh meningkat, didukung oleh meningkatnya produksi komoditas subsektor perkebunan. ​​

Inflasi IHK Kalimantan Selatan pada triwulan IV- 017 secara tahunan (yoy) maupun triwulanan (qtq) mengalami penurunan. Realisasi inflasi tahunan (yoy) tercatat sebesar 3,73% (yoy), lebih rendah dari triwulan lalu (4,01% yoy). Secara triwulanan inflasi tercatat sebesar 0,47% (qtq), lebih rendah dibandingkan triwulan lalu (0,52% qtq). Penurunan inflasi disebabkan oleh lebih sedikitnya libur akhir pekan pada triwulan IV-2017 dibanding triwulan III-2017 menyebabkan lebih rendahnya tekanan inflasi komponen administered price yang bersumber dari tarif angkutan udara. Realisasi inflasi Kalimantan Selatan pada 2017 (3,73% yoy) masih dalam sasaran inflasi Kalimantan Selatan maupun nasional yang sebesar 4±1%. ​​

Pada triwulan II-2018, perekonomian Kalimantan Selatan akan tumbuh meningkat didorong oleh ekspor, investasi, dan konsumsi RT sejalan dengan masih baiknya kondisi harga batubara serta adanya momen Ramadhan dan Iedul Fitri. Dari sisi penawaran, peningkatan pertumbuhan ekonomi Kalimantan Selatan pada triwulan II-2018 didorong oleh sektor pertanian, sektor pertambangan, dan sektor PHR berkenaan dengan masuknya periode panen padi unggul, masih baiknya harga batubara, dan momen Ramadhan dan Iedul Fitri. ​​

Inflasi triwulan II-2018 akan relatif stabil dibandingkan triwulan I-2018. Tekanan inflasi terkait momen Hari Raya akan dapat diredam melalui upaya koordinasi dan program TPID untuk menjaga pasokan dan kelancaran distribusi bahan pangan serta faktor cuaca yang lebih kondusif.

Tags:  

Survei

Apakah Artikel ini memberikan informasi berguna bagi Anda?
Nilai halaman ini:
Komentar:
Show Left Panel