​Kajian Ekonomi dan Keuangan Regional Provinsi Kalimantan Selatan Februari 2019 - Bank Sentral Republik Indonesia
Navigate Up
Sign In
31 Oktober 2020
​​Perekonomian Kalimantan Selatan pada triwulan IV-2018 tumbuh sebesar 5,78% (yoy), meningkat dibandingkan dengan triwulan sebelumnya yang tumbuh sebesar 5,14% (yoy). Pada sisi permintaan, peningkatan pertumbuhan ekonomi bersumber dari peningkatan pertumbuhan investasi (PMTB) khususnya investasi nonbangunan. Tingginya investasi swasta dan infrastruktur, seperti bandara Syamsudin Noor dan pembangkit listrik di Tanjung, menjadi pendorong kenaikan pertumbuhan investasi pada Triwulan-IV 2018
 
Dari sisi penawaran, peningkatan pertumbuhan ekonomi utamanya bersumber dari peningkatan kinerja lapangan usaha pertambangan. Selain didukung tingkat harga yang masih tinggi, upaya korporasi untuk memenuhi target produksi tahun 2018 dan didukung oleh kondisi cuaca yang lebih baik untuk proses coal getting.
 
Secara keseluruhan tahun 2018, pertumbuhan ekonomi tercatat tumbuh 5,13%, lebih rendah dibandingkan tahun 2017 yang tumbuh 5,28%.  Dari sisi permintaan, perlambatan bersumber dari ekspor, sedangkan dari sisi lapangan usaha, perlambatan utamanya bersumber dari lapangan usaha pertanian, industri pengolahan, serta perdagangan, hotel, dan restoran (PHR).
 
Inflasi IHK Kalimantan Selatan pada triwulan IV-2018 naik dibandingkan triwulan III-2018, baik secara tahunan (yoy) maupun triwulanan (qtq). Meskipun meningkat, pencapaian inflasi IHK triwulan IV-2018 berada di bawah sasaran inflasi Kalimantan Selatan. Secara tahunan (yoy), realisasi inflasi tercatat sebesar 2,63% (yoy), lebih tinggi dari  triwulan lalu (2,12% yoy). Inflasi tahunan (yoy) yang lebih tinggi bersumber dari meningkatnya inflasi komponen Bergejolak (Volatile Foods/VF) dan komponen Inti (core). Di sisi lain, komponen Diatur Pemerintah (Administered Price/AP) masih mengalami deflasi meskipun angka deflasinya lebih rendah dikarenakan beberapa komoditas tetap menjadi penyumbang inflasi utama. Meskipun naik, inflasi tahunan Kalimantan Selatan lebih rendah jika dibandingkan dengan inflasi nasional yang sebesar 3,13% (yoy) dan di bawah sasaran inflasi Kalimantan Selatan 3,75±1%.
 
Perekonomian Kalimantan Selatan pada triwulan II-2019 diprakirakan tumbuh meningkat, ditopang oleh peningkatan konsumsi RT, investasi, dan konsumsi LNPRT. Peningkatan investasi  bersumber dari proyek infrastruktur dan swasta yang mulai menggeliat. Secara keseluruhan tahun 2019, ekspor akan sedikit meningkat., utamanya bersumber dari komoditas nontambang seperti CPO, karet dan plywood yang prospek harganya lebih baik. Perbaikan kinerja lapangan usaha padat karya seperti lapangan usaha pertanian dan lapangan usaha industri pengolahan (CPO) akan mendorong tingkat pendapatan dan daya beli yang berdampak kepada konsumsi RT. Selain itu, aktivitas Pemilihan Presiden dan Legislatif pada tahun 2019 mendorong tingginya pertumbuhan konsumsi LNPRT.
 
Inflasi pada triwulan II-2019 diprakirakan lebih tinggi, seiring tingginya permintaan saat Ramadhan dan Idulfitri. Secara keseluruhan tahun 2019, inflasi diprakirakan akan dapat tetap dijaga ke arah sasaran inflasi Kalimantan Selatan dan nasional yang lebih rendah yaitu sebesar 3,5±1%.
 
Tags:  

Survei

Apakah Artikel ini memberikan informasi berguna bagi Anda?
Nilai halaman ini:
Komentar:
Show Left Panel