Kajian Ekonomi dan Keuangan Regional November 2018 - Bank Sentral Republik Indonesia
Navigate Up
Sign In
29 September 2020
​Perekonomian Kalimantan Selatan pada triwulan III-2018 tumbuh sebesar 5,16% (yoy), meningkat dibandingkan dengan triwulan sebelumnya yang tumbuh sebesar 4,61% (yoy). Pada sisi permintaan, peningkatan pertumbuhan ekonomi bersumber dari peningkatan pertumbuhan ekspor dan investasi. Peningkatan ekspor terjadi pada komoditas CPO dan batubara. Sedangkan peningkatan investasi didukung baik oleh investasi bangunan maupun investasi nonbangunan. Di sisi lain, konsumsi RT dan konsumsi pemerintah tumbuh melambat, masing-masing disebabkan oleh normalisasi permintaan pascaIdul Fitri serta relatif tidak adanya belanja operasional (pegawai) yang signifikan sebagaimana triwulan sebelumnya.

Dari sisi penawaran, peningkatan pertumbuhan ekonomi utamanya bersumber dari peningkatan kinerja sektor pertambangan, pertanian, industri pengolahan dan konstruksi.

Inflasi IHK Kalimantan Selatan pada triwulan III-2018 menurun dibandingkan triwulan II-2018, baik secara tahunan (yoy) maupun triwulanan (qtq). Secara tahunan (yoy), realisasi inflasi tercatat sebesar 2,12% (yoy), lebih rendah dari  triwulan lalu (2,74% yoy). Inflasi yang lebih rendah bersumber dari melambatnya laju inflasi komponen Diatur Pemerintah (Administered Price/AP) dan Bergejolak (Volatile Foods/VF). Dari sisi kelompoknya, rendahnya inflasi triwulan III-2018 bersumber dari kelompok Transpor, Komunikasi, dan Jasa Komunikasi (TKJK) dan Bahan Makanan. Secara triwulanan,  Kalimantan Selatan mengalami deflasi 0,08% (qtq), lebih rendah dibandingkan triwulan lalu yang mencatatkan inflasi sebesar 1,21% qtq. Selesainya momen Idulfitri dan libur panjang menyebabkan penurunan pada komponen inflasi Bergejolak (VF) dan Diatur Pemerintah (AP). Berdasarkan kelompoknya, penurunan inflasi utamanya bersumber dari kelompok TKJK mengingat dikarenakan deflasi angkutan udara. Realisasi inflasi Kalimantan Selatan pada triwulan III-2018 (2,12% yoy) masih dalam sasaran inflasi Kalimantan Selatan yang sebesar 3,75±1%, sebagai sasaran antara menuju target inflasi nasional yang sebesar 3,5±1%.

Perekonomian Kalimantan Selatan pada triwulan I-2019 diprakirakan tumbuh melambat, dikarenakan oleh perlambatan ekspor, investasi, dan konsumsi pemerintah. Perlambatan ekspor utamanya disebabkan oleh aktivitas coal getting yang relatif tidak seagresif menjelang akhir tahun. Produksi karet juga diprakirakan kembali turun. Realisasi belanja operasional dan investasi pemerintah juga akan rendah pada awal tahun sebagaimana pola belanja setiap tahunnya. Di sisi lain, adanya peringatan Haul Guru Sekumpul akan mendorong belanja lembaga nonprofit RT serta menahan konsumsi RT untuk stabil. Inflasi triwulan I-2019 akan lebih rendah dibandingkan triwulan IV-2018. Hal ini disebabkan oleh selesainya tekanan inflasi yang bersumber dari tingginya permintaan pada saat momen peringatan Hari Keagamaan pada triwulan sebelumnya.
Tags:  

Survei

Apakah Artikel ini memberikan informasi berguna bagi Anda?
Nilai halaman ini:
Komentar:
Show Left Panel