​Laporan Perekonomian Provinsi Kalimantan Barat Mei 2019 - Bank Sentral Republik Indonesia
Navigate Up
Sign In
14 Juli 2020
Perekonomian Kalimantan Barat pada triwulan I 2019 tumbuh 5,07% (yoy), relatif stabil dan terjaga dibandingkan dengan tingkat pertumbuhan ekonomi pada triwulan sebelumnya. Dari sisi permintaan, terjaganya laju pertumbuhan ekonomi Kalimantan Barat pada triwulan I 2019 ini didorong oleh kinerja konsumsi domestik yang tumbuh positif. Dari sisi penawaran, stabilnya pertumbuhan ekonomi tersebut terutama didorong oleh terjaganya kinerja lapangan usaha (LU) perdagangan besar dan eceran, dan reparasi mobil serta kembali tumbuh positifnya LU konstruksi.
 
Inflasi Kalimantan Barat pada triwulan I 2019 tercatat sebesar 3,50% (yoy) atau menurun dibandingkan triwulan IV 2018 yang sebesar 3,85% (yoy). Tekanan harga pada kelompok barang transpor, komunikasi dan jasa keuangan mendorong inflasi pada triwulan I 2019. Berdasarkan komoditasnya, inflasi triwulan I 2019 terutama disebabkan oleh kenaikan tarif angkutan udara, harga telur ayam ras, upah tukang bukan mandor, harga rokok kretek, dan tarip pulsa ponsel. Di sisi lain, deflasi pada komoditas kangkung, jeruk, minyak goreng, udang basah, dan gula pasir menahan laju inflasi lebih jauh pada triwulan I 2019. Pada akhir triwulan II 2019, inflasi diprakirakan akan meningkat dibandingkan dengan inflasi pada triwulan I 2019. Meningkatnya permintaan masyarakat menjelang HBKN diprakirakan menjadi faktor meningkatnya tekanan harga, khususnya dari kelompok bahan makanan serta kelompok transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan.
 
Pada akhir triwulan I 2019, posisi DPK perbankan Kalimantan Barat tumbuh 7,96% (yoy) dengan total nominal sebesar Rp56,63 triliun, dibandingkan dengan posisi DPK pada akhir triwulan IV 2018 yang sebesar Rp55,26 triliun. Posisi kredit berdasarkan lokasi di Kalimantan Barat pada akhir triwulan I 2018 tumbuh 5,91% (yoy) dengan posisi baki debet sebesar Rp75,56 triliun. Kualitas kredit sedikit menurun, tercermin dari meningkatnya rasio NPL yaitu dari 1,57% pada akhir triwulan IV 2018 menjadi 1,62% pada akhir triwulan I 2019.
 
Perekonomian pada triwulan III 2019 diprakirakan tumbuh pada kisaran 4,8-5,2% (yoy) seiring dengan berlalunya momen perayaan HBKN. Sementara itu, perekonomian Kalimantan Barat keseluruhan tahun 2019 diprakirakan tumbuh pada rentang 4,9-5,3% (yoy), didorong oleh meningkatnya kinerja konsumsi rumah tangga dan investasi. Tekanan inflasi Kalimantan Barat pada triwulan III 2019 diproyeksikan menurun seiring dengan menurunnya permintaan selepas momen HBKN. Namun demikian, tekanan harga masih akan terjadi dan diprakirakan berasal dari kelompok bahan makanan. Secara keseluruhan, inflasi tahun 2019 diperkirakan masih berada dalam rentang target inflasi nasional, 3,5+1% (yoy).
Tags:  

Survei

Apakah Artikel ini memberikan informasi berguna bagi Anda?
Nilai halaman ini:
Komentar:
Show Left Panel