<span style="text-transform:none;text-indent:0px;letter-spacing:normal;font-family:arial;font-size:12px;font-style:normal;font-weight:700;word-spacing:0px;float:none;display:inline !important;white-space:normal;orphans:2;widows:2">​Laporan Perekonomian Provinsi Kalimantan Barat Agustus 2019</span> - Bank Sentral Republik Indonesia
Navigate Up
Sign In
14 Juli 2020
Perekonomian Kalimantan Barat pada triwulan II 2019 tumbuh 5,08% (yoy), relatif stabil dan terjaga dibandingkan dengan tingkat pertumbuhan ekonomi pada triwulan sebelumnya. Dari sisi permintaan, terjaganya laju pertumbuhan ekonomi Kalimantan Barat pada triwulan II 2019 ini didorong oleh kinerja eksternal yang tumbuh positif. Dari sisi penawaran, stabilnya pertumbuhan ekonomi tersebut terutama didorong oleh meningkatnya kinerja lapangan usaha (LU) utama seperti pertanian, industri pengolahan serta perdagangan besar dan eceran. Memasuki triwulan III 2019, perekonomian diperkirakan akan melambat antara lain sebagai dampak dari melambatnya konsumsi rumah tangga selepas perayaan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN). Pada sisi penawaran, perlambatan kinerja diperkirakan akan terjadi di antaranya pada (LU) perdagangan seiring dengan melambatnya konsumsi.
 
Inflasi Kalimantan Barat pada triwulan II 2019 tercatat sebesar 3,03% (yoy) atau menurun dibandingkan triwulan I 2019 yang sebesar 3,50% (yoy). Penurunan inflasi pada triwulan II 2019 didorong oleh meredanya tekanan harga pada kelompok barang transpor, komunikasi dan jasa keuangan. Berdasarkan komoditasnya, penurunan inflasi triwulan II 2019 terutama disebabkan oleh turunnya harga daging ayam ras pasca HBKN. Pada akhir triwulan III 2019, inflasi diprakirakan akan kembali melambat dibandingkan dengan inflasi pada triwulan II 2019. Menurunnya permintaan masyarakat seiring berlalunya HBKN serta masa panen raya beberapa komoditas pangan diprakirakan menjadi faktor menurunnya tekanan harga, khususnya dari kelompok bahan makanan.
 
Persentase realisasi pendapatan APBD Provinsi Kalimantan Barat hingga triwulan II 2019 tercatat sebesar 52,80% atau lebih rendah dibandingkan dengan triwulan II 2018 yang mencapai 53,62%. Persentase realisasi belanja APBD Provinsi Kalimantan Barat hingga triwulan II 2019 tercatat sebesar 27,81%, lebih rendah dibandingkan triwulan II 2018 yang mencapai 36,32%. Turunnya penyerapan APBD pada triwulan II 2019 disebabkan oleh realisasi belanja yang lebih rendah pada hampir semua pos belanja. Adapun persentase realisasi belanja modal hingga triwulan II 2019 juga masih belum optimal, dengan capaian kurang dari 4% terhadap pagunya. Sementara itu, persentase realisasi belanja APBN di Kalimantan Barat hingga triwulan II 2019 tercatat sebesar 38,50% atau meningkat dibandingkan triwulan II 2018 yang mencapai 33,38%.
 
Pada akhir triwulan II 2019, DPK tumbuh lebih tinggi dibandingkan dengan kredit, dengan rasio NPL yang rendah. Posisi DPK perbankan Kalimantan Barat tumbuh 11,61% (yoy) dengan total nominal sebesar Rp59,84 triliun, dibandingkan dengan posisi DPK pada akhir triwulan I 2019 yang sebesar Rp56,63 triliun. Posisi kredit berdasarkan lokasi di Kalimantan Barat pada akhir triwulan II 2019 tumbuh 6,63% (yoy) dengan posisi baki debet sebesar Rp77,70 triliun. Kualitas kredit membaik, tercermin dari penurunan rasio NPL yaitu dari 1,62% pada akhir triwulan I 2019 menjadi 1,44% pada akhir triwulan II 2019.
 
Seiring dengan perayaan HBKN di triwulan II 2019, KPwBI Provinsi Kalimantan Barat mengalami net outflow sebesar Rp1,01 triliun, dengan jumlah uang yang keluar (outflow) mencapai Rp4,74 triliun. Di sisi transaksi non tunai, transaksi kliring di Kalimantan Barat mencapai Rp7,78 triliun, menurun dibandingkan dengan jumlah transaksi pada triwulan sebelumnya yang mencapai Rp7,84 triliun. Demikian halnya dengan nilai transaksi RTGS yang turun menjadi Rp18,31 triliun dari Rp30,13 triliun pada triwulan I 2019.
 
Kondisi ketenagakerjaan, kemiskinan dan kesejahteraan petani membaik. Kondisi ketenagakerjaan terkini Kalimantan Barat pada Februari 2019 relatif membaik. Angka Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Kalimantan Barat pada Februari 2019 sebesar 4,14% atau turun dibandingkan dengan Agustus 2018 sebesar 4,15%. Berdasarkan data Maret 2019, tingkat kemiskinan di Kalimantan Barat menurun. Sementara itu, Nilai Tukar Petani (NTP) di akhir triwulan II 2019 tercatat 94,02, meningkat dibandingkan dengan 92,82 pada akhir triwulan I 2019.
 
Perekonomian pada triwulan IV 2019 diprakirakan tumbuh pada kisaran 4,9-5,3% (yoy) seiring dengan momen akhir tahun. Sementara itu, perekonomian Kalimantan Barat keseluruhan tahun 2019 diprakirakan tumbuh pada rentang 4,9-5,3% (yoy), didorong oleh perbaikan kinerja eksternal. Tekanan inflasi Kalimantan Barat pada triwulan IV 2019 diproyeksikan meningkat seiring dengan meningkatnya permintaan di akhir tahun. Tekanan harga masih diprakirakan berasal dari kelompok bahan makanan. Secara keseluruhan, inflasi tahun 2019 diperkirakan masih berada dalam rentang target inflasi nasional, 3,5+1% (yoy).
Tags:  

Survei

Apakah Artikel ini memberikan informasi berguna bagi Anda?
Nilai halaman ini:
Komentar:
Show Left Panel