Kajian Ekonomi dan Keuangan Regional Provinsi Kalimantan Barat Februari 2018​​ - Bank Sentral Republik Indonesia
Navigate Up
Sign In
26 Januari 2020

Perekonomian Kalimantan Barat pada triwulan IV 2017 tumbuh 5,80% (yoy), meningkat dibandingkan pertumbuhan triwulan sebelumnya (5,13%, yoy). Dari sisi permintaan, peningkatan laju pertumbuhan ekonomi Kalimantan Barat pada triwulan IV 2017 terutama didorong oleh peningkatan yang terjadi pada komponen konsumsi rumah tangga dan investasi. ​

Dari penawaran, peningkatan laju pertumbuhan ekonomi Kalimantan Barat triwulan IV 2017 terutama didorong oleh peningkatan kinerja lapangan usaha perdagangan, industri pengolahan dan jasa keuangan. ​

Memasuki triwulan I 2018, perekonomian Kalimantan Barat diproyeksikan tumbuh melambat, seiring dengan tertahannya konsumsi rumah tangga pasca menurunnya permintaan selepas momen akhir tahun. Selain itu, konsumsi pemerintah juga diperkirakan akan melambat seiring dengan masih berjalannya koordinasi dan konsolidasi antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di awal tahun. Pada sisi penawaran, perlambatan terutama diprakirakan terjadi pada lapangan usaha perdagangan dan konstruksi. ​

Presentasi realisasi pendapatan APBD Provinsi Kalimantan Barat hingga triwulan IV 2017 tercatat sebesar 98,91% atau lebih tinggi dibandingkan dengan triwulan IV 2016 yang sebesar 95,22%. Demikian halnya dengan presentasi realisasi belanja APBN di Kalimantan Barat hingga triwulan IV 2017 tercatat sebesar 95,26%, lebih tinggi dibandingkan triwulan IV 2016 yang sebesar 91,95%. Di sisi lain, presentase realisasi belanja kementrian/lembaga di Kalimantan Barat hingga triwulan IV 2017 tercatat sebesar 94,74% dari pagu anggaran. ​

Inflasi Kalimantan Barat pada triwulan IV 2017 tercatat sebesar 4,09% (yoy) atau menurun dibandingkan triwulan III 2017 yang sebesar 4,70% (yoy). Melambatnya inflasi administered prices dan volatile foods mendorong turunnya inflasi pada triwulan IV 2017. ​

Pada triwulan IV 2017, DPK perbankan Kalimantan Barat tumbuh 11,84% (yoy) dengan total nominal sebesar Rp51,87 triliun. Kredit berlokasi di Kalimantan Barat tumbuh 7,75% (yoy) dengan posisi baki debet sebesar Rp68,29 triliun. Risiko kredit berada di bawah batas aman dengan rasio NPL sebesar 1,87%, lebih rendah dari triwulan III 2017 dengan NPL yang sebesar 2,50%. ​

KPwBI Provinsi Kalimantan Barat mengalami net outflow sebesar Rp2,59 triliun di triwulan IV 2017, dengan jumlah uang yang diedarkan (outflow) mencapai Rp4,08 triliun. Tingginya permintaan masyarakat terhadap Rupiah menjelang Natal dan momen libur akhir tahun menjadi penyebab terjadinya net outflow pada triwulan IV 2017. ​

Perekonomian pada triwulan II 2018 diperkirakan meningkat pada kisaran 6,18 – 6,58% (yoy) seiring dengan momen Ramadhan-Idul Fitri serta pelaksanaan Pilkada serentak di Kalimantan Barat pada Juni 2018. Adapun perekonomian Kalimantan Barat pada tahun 2018 diperkirakan tumbuh pada kisaran 5,40 – 5,80% (yoy), lebih tinggi dibandingkan 2017 yang tumbuh 5,17% (yoy). ​

Tekanan inflasi Kalbar pada triwulan II 2018 diproyeksikan melambat sebagai dampak dari semakin baiknya koordinasi pengendalian inflasi volatile foods untuk menjaga kelancaran distribusi pasokan bahan pangan serta kondisi cuaca yang kondusif. Pengendalian inflasi administered prices di daerah relatif terbatas. Secara kumulatif, inflasi 2018 diperkirakan berada dalam kisaran antara 3,78%-4,18% (yoy).

Tags:  

Survei

Apakah Artikel ini memberikan informasi berguna bagi Anda?
Nilai halaman ini:
Komentar:
Show Left Panel