​Kajian Ekonomi dan Keuangan Regional Provinsi Kalimantan Barat November 2017​​​​​​ - Bank Sentral Republik Indonesia
Navigate Up
Sign In
22 Januari 2020

Perekonomian Kalimantan Barat pada triwulan III 2017 tumbuh 5,13% (yoy), meningkat dibandingkan pertumbuhan triwulan sebelumnya (4,91%, yoy). Peningkatan laju pertumbuhan ekonomi Kalimantan Barat pada triwulan III 2017 utamanya bersumber dari peningkatan yang terjadi pada komponen konsumsi, baik rumah tangga maupun pemerintah. ​

Dari sisi sektoral, peningkatan laju pertumbuhan ekonomi Kalimantan triwulan III 2017 khususnya terjadi pada sektor konstruksi, pertanian, serta informasi dan komunikasi. Peningkatan realisasi proyek pemerintah mendorong peningkatan pertumbuhan sektor konstruksi. Musim panen beberapa jenis komoditas pertanian utama Kalimantan Barat seperti kelapa sawit dan padi mendorong pertumbuhan sektor pertanian. Peningkatan penggunaan data internet seiring dengan meningkatnya transaksi online yang semakin marak dilakukan serta penggunaan media sosial menyebabkan pertumbuhan sektor informasi dan komunikasi. ​

Memasuki triwulan IV 2017, perekonomian Kalimantan Barat diperkirakan akan meningkat, disumbang oleh komponen ekspor dan konsumsi pemerintah. Dari sisi permintaan, komponen ekspor diproyeksikan tumbuh terbatas setelah pada triwulan III mengalami penurunan kinerja. Peningkatan ekspor tidak lepas dari harga CPO dan karet yang diperkirakan membaik di triwulan IV 2017. Pada sisi lapangan usaha, perbaikan terutama diperkirakan terjadi pada sektor ekonomi utama, terutama sektor industri pengolahan dan perdagangan sebagai dampak permintaan yang cenderung meningkat di akhir tahun. ​

Inflasi Kalimantan Barat pada triwulan III 2017 tercatat sebesar 4,70% (yoy) atau menurun dibandingkan triwulan II 2017 yang sebesar 4,72% (yoy). Melambatnya inflasi pada triwulan III 2017 didorong oleh menurunnya inflasi pada kelompok inti dan administered prices, sedangkan inflasi volatile foods mengalami peningkatan Berdasarkan komoditasnya, sumber utama peningkatan inflasi triwulan III 2017 adalah kenaikan harga sawi hijau, rokok kretek filter, rokok kretek, teh manis dan kangkung. Secara triwulanan, inflasi Kalimantan Barat tercatat 0,29% (qtq) lebih rendah dari triwulan sebelumnya yang sebesar 1,83% (qtq). ​

Perekonomian pada triwulan I 2018 diperkirakan sedikit melambat, namun demikian kinerja konsumsi LNPRT menjelang pelaksanaan Pemilukada serentak di Kalimantan Barat pada 2018 diproyeksikan akan mendorong pertumbuhan ekonomi pada triwulan I 2018. Perekonomian diperkirakan tumbuh pada kisaran 4,5-4,9% ​(yoy), atau sedikit lebih rendah dibandingkan triwulan IV 2017 yang diproyeksikan tumbuh 5,45% (yoy). Tekanan inflasi Kalbar pada triwulan I 2018 diproyeksikan mereda didorong oleh lebih terkendalinya inflasi volatile foods dan cenderung stabilnya inflasi inti. Secara kumulatif, inflasi 2018 diperkirakan berada dalam kisaran antara 3,40%-3,80% (yoy).​​​

Tags:  

Survei

Apakah Artikel ini memberikan informasi berguna bagi Anda?
Nilai halaman ini:
Komentar:
Show Left Panel