Kajian Ekonomi dan Keuangan Regional Provinsi Kalimantan Barat Agustus 2017​​​​​​ - Bank Sentral Republik Indonesia
Navigate Up
Sign In
02 Oktober 2020

Perekonomian Kalimantan Barat pada triwulan II 2017 tumbuh 4,92% (yoy), meningkat dibandingkan pertumbuhan triwulan sebelumnya (4,80%, yoy). Dari sisi permintaan, peningkatan laju pertumbuhan ekonomi Kalimantan Barat pada triwulan II 2017 utamanya bersumber dari peningkatan tajam yang terjadi pada komponen ekspor, terutama aktivitas perdagangan luar negeri, serta peningkatan komponen konsumsi RT.

Dari sisi sektoral, peningkatan laju pertumbuhan ekonomi Kalimantan Barat pada triwulan II 2017 terutama didorong oleh akselerasi pertumbuhan sektor informasi dan komunikasi. Peningkatan penggunaan data internet seiring dengan meningkatnya transaksi online yang semakin marak dilakukan serta penggunaan media sosial diindikasi menyebabkan tumbuh tingginya sektor ini. Selain didorong oleh akselerasi pertumbuhan sektor informasi dan komunikasi, perbaikan pada sektor industri pengolahan dan konstruksi turut mendorong peningkatan laju pertumbuhan ekonomi Kalimantan Barat.

Memasuki triwulan III 2017, perekonomian Kalimantan Barat diperkirakan akan meningkat, disumbang oleh komponen investasi dan ekspor. Dari sisi permintaan, komponen ekspor kembali diproyeksikan tumbuh tinggi dan menjadi penopang utama perbaikan ekonomi Kalimantan Barat. Peningkatan ekspor tidak lepas dari dimulainya masa panennya sawit di Kalimantan Barat sehingga produksi dan ekspor CPO meningkat. Pada sisi lapangan usaha, perbaikan terutama diprakirakan terjadi pada sektor ekonomi utama, terutama sektor pertanian dan sektor pertambangan, serta sektor turunannya yaitu industri pengolahan.

Inflasi Kalimantan Barat pada triwulan II 2017 tercatat sebesar 4,72% (yoy) atau menurun dibandingkan triwulan I 2017 yang sebesar 5,02% (yoy). Meskipun komponen administered prices mengalami peningkatan inflasi dibanding triwulan sebelumnya, penurunan inflasi kelompok inti (core) dan deflasi pada kelompok volatile foods memberi pengaruh lebih besar terhadap melambatnya inflasi triwulan II 2017. Berdasarkan komoditasnya, sumber utama peningkatan inflasi triwulan II 2017 adalah kenaikan tarif listrik, tarif pulsa ponsel, tukang bukan mandor dan tarif perpanjangan STNK. Secara triwulanan, inflasi Kalimantan Barat tercatat 1,83% (qtq) lebih rendah dari triwulan sebelumnya yang sebesar 1,90% (qtq).

Pada triwulan II 2017, DPK perbankan Kalimantan Barat tumbuh moderat 8,23% (yoy) dengan total nominal sebesar Rp49,63 triliun. Sedangkan kredit berlokasi di Kalimantan Barat tumbuh sehat 8,31% (yoy) dengan posisi baki debet sebesar Rp65,86 triliun. Risiko kredit berada di bawah batas aman dengan rasio NPL sebesar 2,60%.

Perekonomian pada triwulan IV diperkirakan melambat, disumbang oleh ekspor yang melambat dan investasi tumbuh pada level yang stabil. Perekonomian diperkirakan tumbuh pada kisaran 5,2%-5,7% (yoy), atau sedikit lebih rendah dibandingkan triwulan III yang diproyeksikan tumbuh 5,70% (yoy). Tekanan inflasi Kalbar pada tahun 2017 meningkat didorong oleh kenaikan inflasi volatile foods dan administered prices. Baik inflasi triwulan IV dan kumulatif 2017 diperkirakan berada dalam kisaran antara 5,20%-5,60% (yoy).

Tags:  

Survei

Apakah Artikel ini memberikan informasi berguna bagi Anda?
Nilai halaman ini:
Komentar:
Show Left Panel