KEKR Jawa Timur November 2017​ - Bank Sentral Republik Indonesia
Navigate Up
Sign In
28 Januari 2020
Asesmen Pertumbuhan Ekonomi Daerah
Perekonomian Jawa Timur pada Triwulan III 2017  tumbuh 5,2% (yoy), meningkat dibandingkan triwulan II 2017 (5,1%). Di kawasan Jawa, pertumbuhan ekonomi Jawa Timur terendah kedua setelah Jawa Tengah. Secara umum pada triwulan III 2017, empat provinsi di kawasan Jawa, yakni DKI Jakarta, Banten, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), dan Jawa Timur mengalami peningkatan kinerja ekonomi dibandingkan triwulan II 2017.
Dari sisi permintaan, perbaikan kinerja ekspor luar negeri dan investasi merupakan penyebab utama peningkatan ekonomi Jawa Timur di triwulan ini. Akselerasi ekspor luar negeri didorong oleh meningkatnya permintaan mitra dagang utama Jawa Timur sejalan dengan ekonomi dunia yang semakin kuat. Membaiknya kinerja investasi didorong oleh masih berlangsungnya pembangunan infrastruktur Jawa Timur, baik oleh pemerintah daerah maupun swasta. Akselerasi yang lebih tinggi tertahan oleh konsumsi swasta yang melambat seiring dengan berlalunya Ramadhan dan Idul Fitri serta indikasi beralihnya pola konsumsi masyarakat dari kebutuhan non-leisure menjadi leisure.
Dari sisi penawaran, akselerasi perekonomian Jawa Timur ditopang oleh peningkatan tiga sektor utama, yakni lapangan usaha industri pengolahan, perdagangan, dan pertanian. Peningkatan tersebut terutama didorong oleh kenaikan permintaan eksternal.
Asesmen Inflasi Daerah
volatile food, dari 0,17% (yoy) menjadi -1,87% (yoy) sebagai dampak terjaganya pasokan karena panen hortikultura.
administered price juga melandai, dari 12,36% (yoy) menjadi 11,43% (yoy) karena koreksi tarif angkutan (angkutan udara, kereta api, angkutan dalam kota, angkutan antar kota) seiring berakhirnya perayaan Idul Fitri di akhir triwulan II 2017.
Hal yang sama juga terjadi pada inflasi kelompok inti yang turun dari 3,88% (yoy) di triwulan sebelumnya menjadi 3,39% (yoy). Kembali normalnya konsumsi masyarakat pasca Ramadhan dan Idul Fitri, penurunan harga emas di awal triwulan III 2017, serta terjaganya ekspektasi masyarakat menjadi pemicu rendahnya tekanan inflasi kelompok inti.
Dibandingkan provinsi lainnya di kawasan Jawa, inflasi Jawa Timur di triwulan III 2017 merupakan yang ke-3 tertinggi setelah Banten (4,17%) dan Jawa Barat (3,87%). Sementara dari 8 kabupaten/kota di Jawa Timur yang dihitung inflasinya, Kota Madiun mengalami inflasi tertinggi, yakni 4,97% (yoy), sedangkan inflasi terendah terjadi di Kabupaten Banyuwangi sebesar 2,68% (yoy).
Asesmen Stabilitas Keuangan Daerah
Stabilitas sistem keuangan Jawa Timur triwulan III 2017 cukup terjaga di tengah pelemahan konsumsi Rumah Tangga (RT). Kinerja korporasi sektor utama Jawa Timur meningkat, tercermin melalui perbaikan kinerja sektor industri pengolahan serta sektor perdagangan besar dan eceran sejalan dengan peningkatan ekspor luar negeri Jawa Timur. Kondisitersebut mampu mendorong peningkatan kredit korporasi dari 3,54% (yoy) menjadi 5,14%. Namun demikian, korporasi masih mengalami penurunan repayment capacity, tercermin melalui peningkatan NPL dari 4,23% menjadi 4,43%.
Di sisi lain, kondisi RT cukup baik namun cenderung menahan konsumsi untuk mengantisipasi tingginya pengeluaran menjelang perayaan Natal, Tahun Baru serta libur sekolah. Kredit RT melambat dari 12,98% (yoy) menjadi 12,39% (yoy), rasio non performing loan (NPL) meningkat, yakni dari 1,35% menjadi 1,40%.
Sejalan dengan perbaikan kondisi ekonomi, kinerja perbankan Jawa Timur triwulan III 2017 membaik tercermin pada peningkatan aset, kredit dan DPK. Peningkatan pertumbuhan kredit perbankan Jawa Timur terutama terjadi pada Kredit Modal Kerja (KMK) dan Kredit Investasi (KI), sementara Kredit Konsumsi (KK) melambat. Peningkatan KMK khususnya pada sektor pertanian, sektor konstruksi, sektor industri pengolahan serta sektor transportasi, pergudangan, komunikasi. Peningkatan KI terjadi pada pada sektor transportasi, pergudangan dan komunikasi, sektor pertanian, serta sektor konstruksi. Sementara perlambatan KK didorong perlambatan Kredit Pemilikan Ruko/Rukan, Kredit Kendaraan Bermotor, Kredit Peralatan RT dan Kredit Multiguna.
Meskipun kinerja perbankan menunjukkan perbaikan, perlu diwaspadai risiko kredit yang kembali meningkat bahkan mencapai titik tertinggi dalam 3 tahun terakhir dipengaruhi peningkatan NPL korporasi dan RT. Di sisi lain, risiko likuiditas dan suku bunga relatif terjaga.
Prospek Ekonomi dan Inflasi Tahun  2018
Di sepanjang tahun 2018 pertumbuhan ekonomi Jawa Timur diperkirakan mencapai 5,2-5,6% (yoy), membaik dibandingkan tahun 2017 yang diprakirakan sebesar 5,0-5,4 (yoy). Perbaikan permintaan domestik yang bersumber dari konsumsi swasta dan pemerintah, diperkirakan menjadi penopang utama perbaikan pertumbuhan ekonomi tersebut. Lebih lanjut, ekonomi dunia yang semakin kuat serta perluasan pasar ekspor yang telah dilakukan oleh Pemerintah Daerah Jawa Timur sejak 2017 diperkirakan mampu menopang perbaikan kinerja ekspor luar negeri Jawa Timur di 2018.
Dibandingkan tahun sebelumnya, tekanan inflasi Jawa Timur di tahun 2018 diperkirakan berada dalam sasaran inflasi 3,5+1% (yoy), yakni di kisaran 3,1% - 3,5%. Peningkatan terbesar diperkirakan didorong oleh kelompok volatile food, sementara inflasi kelompok administered prices dan core inflation relatif terjaga.
Tags:  

Survei

Apakah Artikel ini memberikan informasi berguna bagi Anda?
Nilai halaman ini:
Komentar:
Show Left Panel