Laporan Perekonomian Provinsi Jawa Tengah Agustus 2019 - Bank Sentral Republik Indonesia
Navigate Up
Sign In
14 Juli 2020
​Perkembangan Ekonomi Makro Daerah
 
Pada triwulan II 2019, Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB) Jawa Tengah tercatat sebesar Rp339,8 triliun. Perekonomian Jawa Tengah pada triwulan laporan terpantau tumbuh menguat menjadi 5,62% (yoy), dari triwulan I 2019 yang tercatat 5,12% (yoy).
 
Ditinjau dari sisi pengeluaran, percepatan pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah pada triwulan II 2019 terutama bersumber dari menguatnya konsumsi rumah tangga dan lembaga nonprofit yang melayani rumah tangga (LNPRT) sejalan dengan peningkatan permintaan masyarakat sesuai dengan pola musimannya saat periode Ramadan dan Idulfitri. Sementara itu, komponen permintaan domestik lainnya, yaitu konsumsi pemerintah dan investasi juga terpantau masih cukup kuat walaupun mengalami perlambatan. Lebih lanjut, kinerja ekspor luar negeri yang menurun menjadi penahan kinerja perekonomian Jawa Tengah untuk tumbuh lebih tinggi.
 
Ditinjau dari sisi lapangan usaha, peningkatan kinerja perekonomian ditopang oleh membaiknya kinerja lapangan usaha pertanian, kehutanan, dan perikanan, yang dipengaruhi oleh pergeseran masa panen. Lebih lanjut, akselerasi pertumbuhan lapangan usaha penyediaan akomodasi dan makan minum turut mendorong laju perekonomian Jawa Tengah triwulan II 2019. Namun demikian, kinerja lapangan usaha industri pengolahan tumbuh stagnan dibandingkan triwulan lalu. Sejalan dengan terbatasnya pertumbuhan industri pengolahan dan rendahnya impor barang konsumsi, kinerja lapangan usaha perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor terpantau mengalami perlambatan.
 
Perkembangan Inflasi Daerah
 
Pada triwulan II 2019, inflasi tahunan Provinsi Jawa Tengah secara lebih tinggi dibandingkan triwulan I 2019. Berdasarkan disagregasi kelompoknya, penurunan inflasi tahunan pada triwulan laporan ini terutama disebabkan oleh meningkatnya tekanan inflasi tahunan pada kelompok bahan makanan serta kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau.
 
Pada triwulan III 2019, tekanan inflasi tahunan bahan makanan diperkirakan akan meningkat seiring dengan berlanjutnya penurunan pasokan kelompok bahan makanan, khususnya pada  komoditas pangan dan hortikultura. Pulihnya aktivitas produksi pelaku usaha dan investasi masyarakat, akan mendorong tekanan harga komponen barang dan jasa pada kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar. Peningkatan inflasi tahunan Jawa Tengah tersebut diperkirakan akan terjaga di rentang bawah target sasaran inflasi nasional sebesar 3,5±1%.
 
Prospek Perekonomian Daerah
 
Secara keseluruhan tahun, pertumbuhan ekonomi Provinsi Jawa Tengah pada 2019 diperkirakan mengalami perbaikan dibandingkan 2018, meski relatif terbatas. Berdasarkan sisi pengeluaran, akselerasi pertumbuhan diperkirakan berasal dari konsumsi RT, konsumsi LNPRT dan konsumsi pemerintah. Lebih lanjut, ekspor luar negeri diperkirakan tumbuh relatif terbatas seiring dengan perkiraan volume perdagangan dunia yang menurun akibat pertumbuhan ekonomi global yang melandai dan risiko ketegangan hubungan dagang antarnegara. Pertumbuhan investasi juga diperkirakan sedikit melambat seiring dengan telah selesainya beberapa proyek strategis pemerintah pada akhir 2018.
 
Dari sisi lapangan usaha, peningkatan pertumbuhan berasal dari lapangan usaha pertanian dan perdagangan, sedangkan kinerja industri pengolahan diperkirakan tumbuh melambat pada tahun 2019. Kinerja lapangan usaha pertanian diproyeksikan lebih tinggi pada tahun 2019 dibanding tahun 2018. Selanjutnya, sejalan dengan masih kuatnya permintaan domestik, permintaan terhadap produk Jawa Tengah diperkirakan mengalami peningkatan yang mendorong perbaikan kinerja lapangan usaha perdagangan. Sementara itu, kinerja lapangan usaha industri pengolahan diperkirakan tertahan pada tahun 2019 seiring dengan melemahnya permintaan ekspor.
Tags:  

Survei

Apakah Artikel ini memberikan informasi berguna bagi Anda?
Nilai halaman ini:
Komentar:
Show Left Panel