Kajian Ekonomi dan Keuangan Regional Provinsi Jawa Tengah Mei 2017​ - Bank Sentral Republik Indonesia
Navigate Up
Sign In
30 Januari 2020

​Pada triwulan I 2017, ekonomi Provinsi Jawa Tengah mencatatkan pertumbuhan 5,20% (yoy). Capaian ini lebih rendah dibandingkan triwulan sebelumnya yang sebesar 5,33% (yoy) . Meskipun demikian kinerja tersebut masih lebih baik dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar 5,08% (yoy). Tren perlambatan ini berbeda dengan perekonomian nasional dan kawasan Jawa yang tumbuh lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya. Pertumbuhan ekonomi nasional tercatat sebesar 5,01% (yoy), melambat dari tingkat pertumbuhan 4,94% (yoy) pada triwulan sebelumnya; sementara perekonomian Kawasan Jawa mencatatkan pertumbuhan 5,66% (yoy) setelah tumbuh 5,45% (yoy) pada triwulan IV 2016.​

Inflasi Jawa Tengah tercatat meningkat pada triwulan I 2017, di tengah melambatnya pertumbuhan ekonomi. Pada akhir triwulan I 2017 inflasi Jawa Tengah tercatat sebesar 3,30% (yoy), lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya yang sebesar 2,36% (yoy). Secara triwulanan, inflasi Jawa Tengah pada periode laporan tercatat lebih tinggi dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya. Pada triwulan I 2017, inflasi triwulanan tercatat sebesar 1,56% (qtq), meningkat dibandingkan triwulan I 2016 yang mencatatkan inflasi sebesar 0,62% (​qtq).​ ​ ​

Tags:  

Survei

Apakah Artikel ini memberikan informasi berguna bagi Anda?
Nilai halaman ini:
Komentar:
Show Left Panel