KEKR Provinsi Jawa Tengah Februari 2018​ - Bank Sentral Republik Indonesia
Navigate Up
Sign In
28 Januari 2020

Pada triwulan IV 2017, perekonomian Jawa Tengah mencatatkan percepatan pertumbuhan dibandingkan triwulan sebelumnya. Ekonomi Jawa Tengah tumbuh 5,40% (yoy), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pada triwulan sebelumnya (5,17%; yoy) dan periode yang sama tahun lalu (5,33%; yoy). Capaian tersebut berada di atas pertumbuhan ekonomi nasional yang tercatat meningkat pada level 5,19% (yoy) dari triwulan sebelumnya (5,06%; yoy); namun masih lebih rendah dibandingkan pertumbuhan kawasan Jawa yang melambat menjadi sebesar 5,62% (yoy), setelah triwulan lalu tumbuh 5,68% (yoy). Ditinjau dari sisi pengeluaran, peningkatan pertumbuhan berasal dari komponen konsumsi rumah tangga dan konsumsi lembaga nonprofit yang melayani rumah tangga (LNPRT). Sementara kinerja investasi, ekspor luar negeri, dan konsumsi pemerintah tetap tumbuh meskipun mengalami perlambatan dari triwulan sebelumnya. Sementara dari sisi lapangan usaha, meningkatnya pertumbuhan lapangan usaha pertanian; industri pengolahan; dan konstruksi menjadi pendorong laju pertumbuhan ekonomi, sedangkan lapangan usaha perdagangan mencatatkan perlambatan pertumbuhan.

Pada triwulan IV 2017 inflasi Provinsi Jawa Tengah secara tahunan lebih tinggi dibandingkan dengan triwulan III 2017. Inflasi Jawa Tengah pada triwulan IV 2017 tercatat sebesar 3,71% (yoy), mengalami peningkatan dibandingkan triwulan sebelumnya yang tercatat sebesar 3,58% (yoy). Berdasarkan disagregasi inflasinya, peningkatan laju inflasi tahunan pada triwulan IV 2017 terutama disebabkan oleh kelompok volatile food yang mengalami inflasi sebesar -0,15% (yoy) meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya yang tercatat sebesar -1,23% (yoy). Sementara itu, kelompok administered prices tercatat mengalami penurunan laju inflasi tahunan yang disebabkan melambatnya laju peningkatan tarif angkutan triwulan IV 2017 dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Secara keseluruhan, pertumbuhan ekonomi Provinsi Jawa Tengah pada 2018 diperkirakan mengalami perbaikan dibandingkan 2017. Ekonomi Jawa Tengah pada tahun 2018 diperkirakan tumbuh pada rentang 5,2%-5,6% (yoy), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan tahun 2017 yang sebesar 5,27%.Perbaikan ekonomi global, terutama mitra dagang utama Jawa Tengah diperkirakan meningkatkan kegiatan usaha. Selanjutnya, komitmen pemerintah yang tinggi dalam meningkatkan kemudahan investasi dan berusaha di Indonesia, serta komitmen dalam penyelesaian pembangunan infrastruktur diperkirakan mendukung percepatan pertumbuhan ekonomi pada 2018. Lebih lanjut, kegiatan Pemilihan Gubernur dan Pemilihan Kepala Daerah di 7 kabupaten/kota di Jawa Tengah yang terjadi serentak pada triwulan II 2018 diharapkan akan mendorong konsumsi pada sektor-sektor lainnya. Daya beli masyarakat yang relatif terjaga juga diperkirakan berdampak pada peningkatan kinerja konsumsi.

Tags:  

Survei

Apakah Artikel ini memberikan informasi berguna bagi Anda?
Nilai halaman ini:
Komentar:
Show Left Panel