Laporan Perekonomian Provinsi Jambi Mei 2019​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​ - Bank Sentral Republik Indonesia
Navigate Up
Sign In
25 September 2020

Pertumbuhan ekonomi Provinsi Jambi pada Triwulan I-2019 tercatat 4,73% (yoy), melambat dibandingkan triwulan sebelumnya yang tumbuh sebesar 4,77% (yoy) namun meningkat dibandingkan pertumbuhan Triwulan I-2018 sebesar 4,62% (yoy).​

Pertumbuhan ekonomi Provinsi Jambi pada Triwulan I-2019 terutama bersumber dari perbaikan kinerja sektor pertanian sejalan dengan menguatnya permintaan ​domestik didukung permintaan eksternal yang tetap positif. Membaiknya permintaan domestik dipengaruhi oleh kebijakan pemerintah pusat terkait ​kewajiban biodiesel B20 dan pemanfaatan campuran aspal karet. Sementara, perkembangan global yang mendukung kinerja sektor pertanian antara lain berkaitan dengan turunnya bea impor CPO dan produk turunnya di India sejak awal tahun 2019 serta isu pembatasan kuota ekspor karet oleh negara produsen utama (Indonesia, Thailand dan Malaysia).​ ​

Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan ekonomi terutama didorong oleh perbaikan kinerja konsumsi rumah tangga, konsumsi pemerintah dan konsumsi Lembaga Non Profit yang melayani Rumah Tangga (LNPRT). Peningkatan konsumsi tersebut sejalan dengan kenaikan harga komoditas, penyesuaian gaji PNS dan pensiunan sebesar 5%, kenaikan Upah Minimum Regional/Upah Minimum Provinsi, peningkatan besaran bantuan sosial Program Keluarga Harapan hingga 100%, serta lonjakan belanja barang/jasa dalam rangka penyelenggaraan Pemilu. Perbaikan konsumsi pemerintah tercermin pada realisasi belanja pemerintah Triwulan I-2019 sebesar Rp0,27 triliun (terealisasi 5,67% dari APBD 2019) atau tumbuh 30,41% (yoy) dibandingkan realisasi belanja Triwulan I-2018 sebesar Rp0,21 triliun.​

Selanjutnya, perkembangan inflasi Provinsi Jambi tercatat menurun dari 2,97% (yoy) pada Triwulan IV-2018 menjadi 1,89% (yoy) pada Triwulan I-2019 didukung oleh terkendalinya harga bahan pangan. Sementara, perkembangan aliran uang tunai menunjukkan net inflow sebesar Rp0,63 triliun disebabkan kembali normalnya permintaan uang tunai setelah Natal dan liburan akhir tahun sesuai pola siklikalnya.​ ​

Sejalan dengan pertumbuhan ekonomi Triwulan I-2019, penyaluran kredit di Provinsi Jambi tercatat tumbuh sebesar 11,11% (yoy). Pertumbuhan​ tersebut disertai dengan peningkatan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang tumbuh 8,69% (yoy).

​Sementara, jumlah penduduk yang bekerja turun 3,28% (yoy) dari 1,78 juta orang pada Februari 2018 menjadi 1,72 juta orang pada Februari 2019. Di sisi lain, persentase penduduk miskin di Provinsi Jambi pada September 2018 mengalami perbaikan dan turun menjadi sebesar 7,85%, dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 7,90%. Selain itu, Nilai Tukar Petani juga mengalami kenaikan pada Triwulan I-2019 menjadi 100,21 dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar 97,13.​

Pertumbuhan ekonomi Provinsi Jambi pada Triwulan III-2019 diperkirakan berada pada kisaran 4,66 – 5,06% (yoy). Secara keseluruhan tahun 2019, pertumbuhan ekonomi diperkirakan 4,62 – 5,02% (yoy). Pertumbuhan ekonomi terutama akan bersumber dari kinerja sektor pertanian didorong oleh menguatnya permintaan komoditas perkebunan. Konsumsi biofuel global dan domestik diperkirakan meningkat sehingga mendukung perbaikan kinerja komoditas kelapa sawit. Sementara, pembatasan kuota ekspor karet oleh negara produsen akan mendukung perbaikan harga karet internasional dan di tingkat lokal.

​Selanjutnya, inflasi Triwulan III-2019 diperkirakan berada pada kisaran 3,02 – 3,42% (yoy). Tekanan inflasi akan bersumber dari kelompok bahan makanan paska berakhirnya musim panen, serta kelompok biaya pendidikan seiring masuknya tahun ajaran baru. Secara keseluruhan, inflasi tahun 2019 diperkirakan berada pada kisaran 3,10 – 3,50% (yoy). Tekanan inflasi terutama bersumber dari kenaikan harga komoditas angkutan udara dan bahan makanan terutama saat periode HBKN dan libur panjang akibat tingginya permintaan.​

Tags:  

Survei

Apakah Artikel ini memberikan informasi berguna bagi Anda?
Nilai halaman ini:
Komentar:
Show Left Panel