Laporan Perekonomian Provinsi Jambi Agustus 2019​ - Bank Sentral Republik Indonesia
Navigate Up
Sign In
13 Agustus 2020
Pertumbuhan ekonomi Provinsi Jambi pada triwulan II-2019 tercatat 4,82% (yoy), menguat dibandingkan triwulan sebelumnya yang tumbuh sebesar 4,57% (yoy) juga lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan triwulan II-2018 sebesar 4,70% (yoy). Pertumbuhan ekonomi Provinsi Jambi pada triwulan II-2019 terutama bersumber dari perbaikan kinerja lapangan usaha pertanian sejalan dengan menguatnya permintaan dan harga komoditas karet. Membaiknya permintaan karet dipengaruhi oleh kebijakan tarif antidumping Amerika Serikat terhadap produk karet Tiongkok. Sementara, kenaikan harga komoditas karet didorong oleh pembatasan kuota ekspor oleh negara produsen utama yang tergabung dalam International Tripartite Rubber Council (Indonesia, Thailand dan Malaysia). 
 
Selain itu, pertumbuhan ekonomi triwulan II-2019 juga ditopang oleh kinerja lapangan usaha perdagangan dan lapangan usaha konstruksi. Lonjakan permintaan selama periode Ramadhan dan Idul Fitri 1440 H serta penyelenggaraan Pemilu yang didukung oleh perbaikan harga karet dan ekspansi keuangan pemerintah, mendorong pertumbuhan positif lapangan usaha perdagangan. Sementara, kinerja lapangan usaha konstruksi sejalan dengan akselerasi pengerjaan proyek fisik swasta.
Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan ekonomi terutama didorong oleh perbaikan kinerja konsumsi rumah tangga, ekspor dan investasi. Pertumbuhan konsumsi rumah tangga ditopang oleh perbaikan harga karet, meningkatnya besaran bansos dan multiplier effect dari ekspansi keuangan pemerintah. Sementara, kinerja ekspor disumbangkan oleh komoditas non migas yaitu pulp & paper, karet dan buah-buahan. Di sisi lain, akselerasi investasi bersumber dari penanaman modal di sektor jasa lainnya terutama jasa kesehatan.
Laju inflasi triwulan II-2019 Provinsi Jambi tercatat 2,60% (yoy), lebih tinggi dari triwulan sebelumnya sebesar 1,89% (yoy). Perkembangan indeks harga konsumen Provinsi Jambi tersebut merupakan komposit dari inflasi Kota Jambi sebesar 2,34% (yoy) dan Kabupaten Bungo sebesar 4,96% (yoy). Inflasi di Kota Jambi terutama bersumber dari kenaikan harga pada kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar serta kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau. Sementara itu, inflasi Kabupaten Bungo pada triwulan II-2019 terutama disumbangkan oleh kelompok bahan makanan.
Sejalan dengan pertumbuhan ekonomi triwulan II-2019, penyaluran kredit di Provinsi Jambi tercatat tumbuh sebesar 11,26% (yoy). Di sisi lain, pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) melambat menjadi sebesar 5,70% (yoy) disebabkan penarikan dana masyarakat untuk kebutuhan konsumsi selama periode Ramadhan dan Lebaran.
Sementara, jumlah penduduk yang bekerja turun 3,28% (yoy) dari 1,78 juta orang pada Februari 2018 menjadi 1,72 juta orang pada Februari 2019. Di sisi lain, persentase penduduk miskin di Provinsi Jambi pada Maret 2019 mengalami perbaikan dan turun menjadi sebesar 7,60%, dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 7,92%. Selain itu, Nilai Tukar Petani tercatat menurun pada triwulan II-2019 menjadi 97,51 dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar 100,21.
Pertumbuhan ekonomi Provinsi Jambi pada triwulan IV-2019 diperkirakan berada pada kisaran 4,70 – 5,10% (yoy). Secara keseluruhan tahun 2019, pertumbuhan ekonomi diperkirakan 4,62 – 5,02% (yoy). Pertumbuhan ekonomi terutama akan bersumber dari kinerja lapangan usaha pertanian dan lapangan usaha pertambangan. Permintaan eksternal terhadap komoditas kelapa sawit diperkirakan membaik menyusul rencana Tiongkok untuk menghapus bea impor minyak nabati termasuk CPO. Selain itu, perbaikan harga komoditas karet juga diperkirakan berlanjut hingga akhir tahun 2019. Sementara, kinerja lapangan usaha pertambangan akan didorong oleh permintaan minyak yang tetap positif ditengah terbatasnya pasokan. Selanjutnya, inflasi triwulan IV-2019 atau secara keseluruhan tahun 2019 diperkirakan berada pada kisaran 3,10 – 3,50% (yoy). Tekanan inflasi akan bersumber dari kelompok bahan makanan serta kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan menyusul kenaikan permintaan selama periode Natal dan Tahun Baru.
 
Tags:  

Survei

Apakah Artikel ini memberikan informasi berguna bagi Anda?
Nilai halaman ini:
Komentar:
Show Left Panel