Profil - Bank Sentral Republik Indonesia
Sign In
26 Januari 2020
Profil Provinsi Jawa Barat
Pilih Provinsi    
​Jawa Barat selama lebih dari tiga dekade telah mengalami perkembangan ekonomi yang pesat. Saat ini peningkatan ekonomi modern ditandai dengan peningkatan pada sektor manufaktur dan jasa. Disamping perkembangan sosial dan infrastruktur, sektor manufaktur terhitung terbesar dalam memberikan kontribusinya melalui investasi, hampir tigaperempat dari industri-industri manufaktur non minyak berpusat di sekitar Jawa Barat.
 
PDRB Jawa Barat pada tahun 2003 mencapai Rp.231.764 milyar (US$ 27.26 Billion) menyumbang 14-15 persen dari total PDB nasional, angka tertinggi bagi sebuah Provinsi. Bagaimanapun juga karena jumlah penduduk yang besar, PDB per kapita Jawa Barat adalah Rp. 5.476.034 (US$644.24) termasuk minyak dan gas, ini menggambarkan 82,4 persen dan 86,1 persen dari rata-rata nasional. Pertumbuhan ekonomi tahun 2003 adalah 4,21 persen termasuk minyak dan gas 4,91 persen termasuk minyak dan gas, lebih baik dari Indonesia secara keseluruhan. (US$1 = Rp. 8.500,-).

Provinsi Jawa Barat memiliki sumber daya alam yang belum tergarap secara optimal, seperti sektor pertanian, kelautan dan perikanan, sumber daya manusia, energi dan industri pariwisata.  Potensi sumber daya yang akan dikembangkan dapat terlihat dari bawah ini

Tujuan Wisata yang sangat menarik; Rangkaian Zamrud

Jawa Barat merupakan bagian dari rangkaian zamrud khatulistiwa. Jawa Barat menawarkan  tempat-tapat wisata kelas dunia dengan pemandangan yang menakjubkan diantara pasir putih dan kehangatan lautan tropis (Pantai Pangandaran dan Pelabuhan Ratu), objek menarik yang tenang  dan dekat alam; mulai dari sumber air panas Ciater sampai dengan sejumlah Spa Ekslusif dengan nuansa taman tropis. Tahun 2002 sektor ini menyumbang 24,7 % pada PDRB Jawa Barat.

Sebagai tanah asal dan rumah bagi masyarakat Sunda yang hangat dan ramah kepada turis.  Seperti umumnya di hampir seluruh Indonesia, Jawa Barat merupakan daerah yang memiliki budaya dan alam yang indah sebagai daya tarik kuat bagi investasi di bidang pariwisata.

Suatu penelitian yang lengkap telah dikembangkan untuk mengembangkan kawasan Air panas Ciater untuk menjadi tempat wisata kelas dunia. Berlokasi diantara keindahan pegunungan, dan hanya sekitar 1 jam dari Bandung, tempat ini sangat tepat untuk istirahat dari kesibukan sehari-hari.

Tempat wisata Jatiluhur berada diantara dua kota; Jakarta (2jam dengan menggunakan kendaraan)dan Bandung (1Jam dengan menggunakan kendaraan), memiliki keindahan disekitar wadukyang sangat indah dengan latar belakang Bendungan Jatiluhur.  Sumber daya wisata yang sangat unik ini belum dikelola dan dikembangkan secara optimal.

Tak kalah besar andilnya dalam pengembangan sumber daya wisata adalah hadirnya industri garmen dan pakaian di wilayah Jawa Barat. Sebagian besar dari industri ini memiliki lokasi di sekitar Bandung, kehadirannya berimplikasi pada penunjangan sisi promosi daerah sekaligus menjadi salah satu tolak ukur trend pengembagan industri pakaian di Indonesia. Dalam waktu bersamaan Industri Tekstil ini menyerap wisatawan domestik maupun mancanegara ke Jawa Barat. Ditahun 2003, sektor perdagangan, pariwisata dan jasa menyumbangkan 65,92 persen pendapatan kotor Provinsi Jawa Barat.

Manufaktur

Provinsi Jawa Barat memiliki tingkat konsentrasi yang tinggi untuk manufaktur termasuk diantaranya elektronik, industri kulit, pengolahan makanan, tekstil, furnitur dan industri pesawat.  Juga panas bumi, minyak dan gas, serta industri petrokimia menjadi andalan Jawa Barat. Penyumbang terbesar terhadap GRDP Jawa Barat adalah sektor manufaktur (36,72%), hotel, perdagangan dan pertanian (14,45%), totalnya sebesar 51,17%. Terlepas dari adanya krisis, Jawa Barat masih menjadi pusat dari industri tekstil modern dan garmen nasional, berbeda dengan daerah lain yang menjadi pusat dari industri tekstil tradisional. Jawa Barat menymbangkan hampir seperempat dari nilai total hasil produksi Indonesia di sektor non Migas. Ekspor utama tekstil, sekitar 55,45% dari total ekspor jawa Barat, yang lainnya adalah besi baja, alas kaki, furnitur, rotan, elektronika, komponen pesawat dan lainnya.

Pertanian: Lahan dan Perairan

Dikenal sebagai salah satu 'lumbung padi' nasional, hampir 23 persen dari total luas 29,3 ribu kilometer persegi dialokasikan untuk produksi beras.  Tidak dipungkiri lagi, Jawa Barat merupakan 'Rumah Produksi' bagi ekonomi Indonesia, hasil pertanian Provinsi Jawa Barat menyumbangkan 15 persen dari nilai total pertanian Indonesia.

Hasil tanaman pangan Jawa Barat meliputi beras, kentang manis, jagung, buah-buahan dan sayuran, disamping itu juga terdapat komoditi seperti teh, kelapa, minyak sawit, karet alam, gula, coklat dan kopi.  Perternakannya menghasilkan 120.000 ekor sapi ternak, 34% dari total nasional.

Kelautan dan Perikanan

Jawa Barat berhadapan dengan dua sisi lautan Jawa pada bagian utara dan samudera Hindia di bagian selatan dengan panjang pantai sekitar 1000 Km.  Berdasarkan letak inilah Provinsi Jawa Barat memiliki potensi perikanan yang sangat besar.  Suatu perencanaan terpadu tengah dilaksanakan untuk pengembangan Pelabuhan Cirebon, baik sebagai pelabuhan Pembantu Tanjung Priok Jakarta, maupun sebagai pelabuhan perikanan Jawa Barat yang dilengkapi dengan industri perikanan.

Untuk potensi perairan darat, tidak hanya dari sejumlah sungai yang mengalir di Jawa Barat, Tetapi potensi ini juga diperoleh dari penampungan air / DAM saguling di Cirata dan DAM Jatiluhur yang selain menghasilkan tenaga listrik juga berguna untuk mengairi area pertanian dan industri perikanan air tawar.

Sumber Daya Manusia; Jumlah Penduduk dan Tenaga Kerja

Dengan jumlah penduduk sekitar 37 juta manusia pada tahun 2003, 16 persen dari total jumlah penduduk Indonesia.  Pertumbuhan urbanisasi di Provinsi tumbuh sangat cepat, khususnya disekitar JABOTABEK (sekitar Jakarta). Jawa Barat memiliki tenaga pekerja berpendididkan berjumlah 15,7 juta orang pada tahun 2001 atau 18 persen dari total nasional tenaga pekerja berpendidikan.  Sebagian besar bekerja pada bidang pertanian, kehutanan dan perikanan (31%), pada industri manufaktur (17%), perdagangan, hotel dan restoran (22,5%) dan sektor pelayanan (29%).

Minyak-Mineral dan Geothermal

Minyak dapat ditemukan di sepanjang Laut Jawa, utara Jawa Barat, sementara cadangan geothrmal (panas bumi) terdapat di beberapa derah di Jawa Barat. Tambang lain sepert Batu gamping, andesit, marmer, tanah liat merupakan pertambangan mineral yang dapat ditemukan, termasuk mineral lain yang cadangan depositnya sangat potensial, Emas yang dikelola PT. Aneka Tambang, potensinya sebesar 5,5 million ton, dan menghasilkan 12, 1 gram emas per ton.
Show Left Panel