​Kajian Ekonomi dan Keuangan Regional Provinsi Jawa Barat Mei 2018 - Bank Sentral Republik Indonesia
Navigate Up
Sign In
27 Januari 2020

Pertumbuhan ekonomi Jawa Barat pada triwulan I 2018 meningkat dibanding triwulan IV 2017. Laju pertumbuhan ekonomi (LPE) Jawa Barat meningkat dari 5,32% (yoy) pada triwulan IV 2017 menjadi 6,02% (yoy) pada triwulan I 2018. Realisasi ini lebih tinggi dibanding rata-rata LPE triwulan I pada kurun waktu 2015-2017 yang tercatat sebesar 5,42%. LPE triwulan I 2018 juga lebih tinggi dibandingkan dengan triwulan I 2017 yang tercatat sebesar 5,29%(yoy). Peningkatan ini dipengaruhi oleh peningkatan permintaan kebutuhan kampanye menjelang Pilgub dan Pilkada 2018 serta persiapan menjelang Bulan Ramadhan dan Idul Fitri yang mendorong industri melakukan front loading pada triwulan I 2018. ​

Pada triwulan III 2018, perekonomian Jawa Barat diperkirakan tumbuh lebih rendah dibanding triwulan II 2018 yakni pada kisaran 5,2% - 5,6% (yoy). Dari sisi pengeluaran, perlambatan khususnya disebabkan oleh melambatnya konsumsi (baik rumah tangga, LNPRT, maupun Pemerintah) seiring dengan berlalunya momentum Hari Raya serta Pilkada serentak. Di sisi lain, investasi dan net ekspor luar negeri diperkirakan masih tetap tumbuh seiring dengan berlanjutnya pembangunan infrastruktur serta prospek membaiknya perekonomian global. Dari sisi lapangan usaha, perlambatan khususnya terjadi pada sejumlah lapangan usaha utama seperti pertanian, perdagangan, informasi & komunikasi, serta transportasi & pergudangan. Hal ini juga dipengaruhi oleh berlalunya efek seasonal pada triwulan II 2018. Namun kinerja industri pengolahan dan konstruksi pada triwulan III 2018 diperkirakan meningkat seiring dengan kembali normalnya hari kerja efektif setelah periode libur panjang di akhir triwulan II.

Tags:  

Survei

Apakah Artikel ini memberikan informasi berguna bagi Anda?
Nilai halaman ini:
Komentar:
Show Left Panel