Laporan Perekonomian Provinsi Gorontalo Agustus 2019 - Bank Sentral Republik Indonesia
Navigate Up
Sign In
29 September 2020
​​

Pertumbuhan ekonomi Gorontalo pada triwulan II 2019 tumbuh sebesar 6,69% (yoy) menurun dibandingkan triwulan I 2019 yang tercatat sebesar 6,72% (yoy). Dari sisi pengeluaran, kinerja konsumsi rumah tangga pada triwulan II 2019 sebesar 6,44% (yoy) lebih rendah dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar 7,50% (yoy). Berdasarkan lapangan usahanya, pertumbuhan lapangan usaha utama di Gorontalo pada triwulan II 2019 (LU Pertanian, maupun LU Perdagangan Besar dan Eceran (PBE)) tidak sebaik kondisi sebelumnya. Pada triwulan III 2019 pertumbuhan ekonomi Gorontalo diperkirakan akan meningkat dibandingkan triwulan II 2019.

Total pagu anggaran belanja pemerintah (fiskal) APBN dan APBD Provinsi Gorontalo pada tahun 2019 tercatat sebesar Rp 12,2 triliun yang terdiri atas APBD Provinsi dengan pangsa 16% (Rp1,9 triliun), APBD Kabupaten/Kota 51,1% (Rp 6,2 triliun), dan APBN 32,9% (Rp 4 triliun). Kinerja realisasi pendapatan dan belanja pemerintah daerah sampai dengan triwulan II 2019 mengalami penurunan dibandingkan periode yang sama di 2018. Kinerja keuangan pemda secara konsisten sejalan dengan perbaikan tata kelola keuangan dan pola seasonal untuk mencapai target pembangunan untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi.

Inflasi Provinsi Gorontalo pada triwulan II 2019 tercatat sebesar 3,07% (yoy), meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya yang sebesar 1,56% (yoy). Berdasarkan disagregasinya, peningkatan tekanan inflasi Gorontalo pada triwulan II 2019 terutama didorong oleh inflasi kelompok volatile food. Pada triwulan III 2019 tekanan inflasi diperkirakan akan mengalami penurunan dari triwulan II 2019. Secara umum, rendahnya capaian inflasi mendorong optimisme capaian inflasi tahunan 2019 yang diperkirakan berada pada sasaran inflasi nasional, yaitu sebesar 3,5±1%.

Di tengah pertumbuhan ekonomi yang melambat, kondisi stabilitas keuangan Gorontalo pada triwulan II 2019 membaik. Stabilitas keuangan juga didukung oleh ketahanan sektor korporasi seiring dengan membaiknya penjualan dan rentabilitas sektor korporasi. Transaksi sistem pembayaran non tunai pada triwulan II 2019 mencapai Rp 859 miliar atau tumbuh sebesar 9,61% (yoy) lebih baik dibandingkan triwulan I 2019 yang terkontraksi sebesar -23,72% (yoy). Sistem pembayaran tunai provinsi Gorontalo pada triwulan II 2019 tercatat mengalami net-inflow sebesar Rp 121,52 miliar lebih rendah dibandingkan net inflow triwulan I 2019 sebesar Rp 200,69 miliar.

Kondisi ketenagakerjaan di Gorontalo mengalami perbaikan. Dari sisi kesejahteraan masyarakat, daya beli masyarakat pada triwulan II 2019 terpantau masih solid tercermin dari Indeks Tendensi Konsumen (ITK) yang mengalami peningkatan menjadi sebesar 125,64. Sejalan dengan hal tersebut, jumlah penduduk miskin di Provinsi Gorontalo hingga Maret 2018 mengalami penurunan menjadi sebanyak 186,03 ribu jiwa. Perbaikan tingkat kemiskinan Gorontalo pada periode Maret 2019, diiringi dengan perbaikan kondisi ketimpangan pendapatan. Pertumbuhan ekonomi Gorontalo pada triwulan IV 2019 diperkirakan berada pada kisaran 6,6-7,0% (yoy).

Secara keseluruhan, ekonomi Gorontalo tahun 2019 diperkirakan akan bergerak pada rentang kisaran 6,5-6,9% (yoy). Inflasi di triwulan IV 2019 dan keseluruhan tahun 2019 diperkirakan masih dalam rentang target inflasi nasional walau terdapat beberapa potensi tekanan inflasi. Di sisi lain, tekanan inflasi administered price diperkirakan akan mereda.

Tags:  

Survei

Apakah Artikel ini memberikan informasi berguna bagi Anda?
Nilai halaman ini:
Komentar:
Show Left Panel