Kajian Ekonomi dan Keuangan Regional Provinsi Gorontalo Agustus 2018   - Bank Sentral Republik Indonesia
Navigate Up
Sign In
14 Juli 2020
​Pertumbuhan ekonomi Gorontalo pada triwulan II 2018 sebesar 7,45% (yoy) naik signifikan dibandingkan triwulan sebelumnya yang tumbuh sebesar 6,19% (yoy). Secara konsisten pertumbuhan ekonomi Gorontalo tersebut masih lebih baik dari pertumbuhan ekonomi nasional yang tumbh sebesar 5,27% (yoy) pada triwulan II 2018. Akselerasi pertumbuhan ekonomi didorong dari pertumbuhan lapangan usaha pertanian, perikanan, dan kehutanan dengan sumbangan pertumbuhan sebesar 5,08% sebagai lapangan usaha utama di Gorontalo. sedangkan dari sisi pengeluaran pertumbuhan didorong oleh terjadinya peningkatan pada konsumsi RT, dan konsumsi pemerintah dengan sumbangan sebesar 4,34% dan 0,80%.
 
Nilai pagu anggaran belanja keuangan pemerintah yang bersumber dari APBD dan APBN tahu 2018 tercatat sebesar Rp12,1 triliun yang meliputi APBD provinsi dengan pangsa 15% (Rp1,8 triliun), APBD Kab/Kota 50,8% (Rp6,1 triliun), dan APBN 34,2% (Rp4,1 tirliun). Apabila dibandingkan dengan tahun sebelumnya terjadi peningkatan pagu sebesar 5,06% atau sebesar Rp583,1 miliar dari Rp11,6 triliun. Peningkatan nilai pagu dan perbaikan tata kelola keuangan daerah diharapkan dapat mendukung pencapaian target pembangunan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Gorontalo.
 
Membaiknya pertumbuhan ekonomi Gorontalo pada triwulan II 2018 diikuti oleh terkendalinya tekanan inflasi. meskipun bertepatan dengan bulan ramadhan dan perayaan idul fitri, inflasi IHK pada triwulan II 2018 tercatat sebesar 1,88% (yoy), menurun dibanding triwulan I 2018 sebesar 2,83% (yoy). Capaian tersebut juga berada dibawah inflasi nasional yang mencapai 3,12% (yoy). Rendahnya capaian inflasi ini terutama didorong oleh membaiknya pasokan pangan sehingga mendorong penurunan harga pangan yang cukup dalam dibandingkan tahun 2017.
 
Membaiknya perekonomian Gorontalo pada triwulan II 2018 ditopang oleh stabilitas keuangan Gorontalo yang relatif terjaga. Meskipun demikian, kinerja perbankan masih belum optimal terkait dengan perkembangan aset, dana, dan kredit yang cenderung melambat.
 
Seiring dengan adanya perbaikan kondisi ekonomi Provinsi Gorontalo, kinerja ketenagakerjaan Gorontalo hingga triwulan I 2018 membaik dibandingkan periode sebelumnya. Perbaikan kondisi ketenagakerjaan didorong oleh penurunan TPT dan peningkatan TPAK. Indikasi peningkatan kondisi ketenagakerjaan tersebut sejalan dengan perbaikan pada lapangan usaha utama di Gorontalo yaitu LU pertanian, dan LU perdagangan. ini menunjukkan bahwa pelaku ekonomi dan masyarakat Gorontalo masih optimis terhadap perbaikan ekonomi Gorontalo ke depan.
 
Pada Triwulan IV 2018 perekonomian Gorontalo diperkirakan akan meningkat dibandingkan triwulan III 2018. Pertumbuhan ekonomi di triwulan IV 2018 diperkirakan akan berada pada kisaran 7,2 -7,6 % (yoy) didorong oleh permintaan domestik seiring dengan realisasi anggaran pemerintah terutama belanja modal yang semakin meningkat. Sementara itu, aktivitas konsumsi masyarakat juga diperkirakan akan lebih tinggi dari triwulan sebelumnya seiring dengan perayaan natal da tahun baru. Di sisi eksternal, kinerja ekspor diperkirakan akan meningkat seiring dengan pola seasonalnya dan perbaikan permintaan global
Tags:  

Survei

Apakah Artikel ini memberikan informasi berguna bagi Anda?
Nilai halaman ini:
Komentar:
Show Left Panel