Laporan Perekonomian Provinsi Bengkulu Februari 2020 - Bank Sentral Republik Indonesia
Navigate Up
Sign In
22 Oktober 2020

PERKEMBANGAN EKONOMI MAKRO DAERAH
Perekonomian Provinsi Bengkulu pada triwulan IV 2019 tumbuh sebesar 4,79% (yoy), melambat dibandingkan dengan triwulan III 2019 sebesar 4,98% (yoy). Secara umum, pertumbuhan ekonomi Bengkulu di triwulan IV 2019 masih mengikuti pola pertumbuhan pada tahun-tahun sebelumnya. Dari sisi penggunaan, perlambatan bersumber dari deselerasi mayoritas komponennya, kecuali konsumsi rumah tangga yang tumbuh meningkat. Sementara dari sisi lapangan usaha (LU), melambatnya pertumbuhan ekonomi Bengkulu bersumber dari deselerasi sebagian besar lapangan usaha utama daerah, antara lain Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan; Perdagangan Besar dan Eceran; serta lapangan usaha Industri Pengolahan.

Secara keseluruhan tahun, perekonomian Provinsi Bengkulu tahun 2019 tumbuh 4,96% (yoy), sedikit lebih rendah dibandingkan dengan tahun 2018 sebesar 4,99% (yoy). Deselerasi bersumber dari melambatnya konsumsi rumah tangga seiring berkurangnya pendapatan masyarakat akibat tren penurunan harga komoditas. Lebih lanjut, kinerja investasi juga tercatat lebih rendah akibat pengaruh perlambatan ekonomi dunia serta dinamika politik dalam negeri yang menyebabkan para pelaku usaha menahan realisasi investasinya. Dari sisi lapangan usaha, deselerasi perekonomian Bengkulu tahun 2019 bersumber dari lapangan usaha industri pengolahan serta lapangan usaha perdagangan besar dan eceran. Melambatnya lapangan usaha industri pengolahan seiring dengan konsumsi domestik yang melambat serta lebih rendahnya permintaan ekspor luar negeri akibat melambatnya volume perdagangan global. Sementara deselerasi lapangan usaha perdagangan besar dan eceran seiring dengan melambatnya konsumsi domestik.

Pada triwulan I 2020, perekonomian Bengkulu diprakirakan dapat tumbuh meningkat pada kisaran 4,76% - 5,16% (yoy). Akselerasi diprakirakan didorong oleh membaiknya kinerja ekspor seiring prospek meningkatnya permintaan komoditas utama daerah (karet, CPO, batu bara) di pasar global. Selain itu, konsumsi pemerintah juga diprakirakan tumbuh meningkat disebabkan adanya penambahan subsidi iuran BPJS Kesehatan bagi peserta pekerja penerima upah (PPU). Akan tetapi, pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi tertahan oleh prakiraan melambatnya kinerja investasi seiring terbatasnya realisasi investasi fisik Pemerintah serta moderasi konsumsi masyarakat di awal tahun. Sementara berdasarkan lapangan usaha, kinerja industri pengolahan serta perdagangan besar dan eceran diprakirakan membaik sehingga mendorong akselerasi perekonomian Bengkulu. Optimisme tersebut ditopang oleh prospek meningkatnya permintaan CPO sebagai komoditas utama daerah yang akan mendorong kinerja ekspor luar negeri serta perdagangan antar daerah.

Laju inflasi tahunan Provinsi Bengkulu pada triwulan IV 2019 menurun dibandingkan dengan triwulan sebelumnya. Inflasi tercatat sebesar 2,59% (yoy), sedangkan pada triwulan sebelumnya tercatat sebesar 3,26% (yoy). Menurunnya laju inflasi triwulan IV 2019 terutama disebabkan oleh meredanya tekanan inflasi pada kelompok transportasi; kelompok makanan, minuman dan tembakau; kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya; dan kelompok pakaian dan alas kaki. Pada kelompok transportasi, komoditas utama yang memberikan andil terhadap menurunnya laju inflasi adalah bensin. Hal ini sejalan dengan harga BBM yang lebih rendah dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara pada kelompok makanan, minuman dan tembakau, komoditas utama yang memberikan andil terhadap menurunnya laju inflasi adalah cabai merah dan daging ayam ras.

Inflasi tahunan pada triwulan I 2020 diprakirakan lebih rendah dibandingkan dengan kondisi triwulan IV 2019, dan akan mendukung sasaran inflasi nasional sebesar 3,0%±1%. Lebih rendahnya tekanan inflasi diprakirakan bersumber dari kelompok transportasi, karena permintaan angkutan udara yang masih terbatas di awal tahun (low season). Selain itu, turunnya harga BBM akan semakin menahan gejolak inflasi untuk bergerak lebih tinggi. Tekanan terhadap inflasi akan bersumber dari komoditas hortikultura karena cuaca yang belum mendukung. Meski demikian, perlu diwaspadai dampak berkurangnya pasokan Bawang Putih yang selama ini mayoritas diimpor dari China imbas mewabahnya Pandemi Virus Corona.

PROSPEK PEREKONOMIAN DAERAH
Perekonomian Bengkulu pada triwulan II 2020 diprakirakan relatif stabil pada kisaran 4,8%-5,2% (yoy). Konsumsi masih akan menjadi penggerak utama pertumbuhan ditopang oleh membaiknya kinerja investasi dan ekspor di tengah kenaikan impor. Sementara dari sisi lapangan usaha, pertumbuhan akan didorong oleh LU pertanian seiring periode panen ditengah prospek membaiknya harga komoditas; serta LU perdagangan besar dan eceran sejalan dengan meningkatnya konsumsi pada momen Ramadhan dan Idul Fitri.

Secara keseluruhan tahun, pertumbuhan ekonomi Provinsi Bengkulu tahun 2020 diprakirakan relatif stabil sejalan dengan prospek perekonomian global dan nasional. Pertumbuhan ekonomi diprakirakan berada pada kisaran 4,8%-5,2%, dengan mesin penggerak utama konsumsi swasta dan Pemerintah dan ditopang oleh ekspor dan investasi. Dari sisi lapangan usaha, dorongan pertumbuhan ekonomi akan bersumber dari lapangan usaha pertanian, kehutanan dan perikanan; dengan didukung oleh lapangan usaha perdagangan besar dan eceran, dan reparasi mobil dan sepeda motor; serta lapangan usaha industri pengolahan.

Tekanan stabilitas harga di Provinsi Bengkulu pada triwulan II 2020 diprakirakan meningkat dibandingkan dengan kondisi triwulan sebelumnya. Pada triwulan II 2020 terdapat momen Ramadhan dan Idul Fitri, dan pada momen ini masyarakat cenderung meningkatkan belanjanya, sehingga mendorong kenaikan harga yang lebih tinggi. Sementara secara keseluruhan tahun, tekanan inflasi di Provinsi Bengkulu pada 2020 diprakirakan meningkat namun tetap akan mendukung sasaran inflasi nasional 3,0±1% (yoy). Sumber kenaikan inflasi pada tahun 2020 akan berasal dari kenaikan cukai rokok, yang sudah ditransmisikan pada awal tahun, melalui kenaikan harga rokok kretek, rokok kretek filter, dan rokok putih.

Tags:  

Survei

Apakah Artikel ini memberikan informasi berguna bagi Anda?
Nilai halaman ini:
Komentar:
Show Left Panel