KEKR Bengkulu Februari 2019 - Bank Sentral Republik Indonesia
Sign In
06 Juni 2020

PERTUMBUHAN EKONOMI

Perekonomian Provinsi Bengkulu pada triwulan IV mampu tumbuh positif meski tidak setinggi triwulan sebelumnya, yaitu sebesar 4,76% (yoy) dari 4,99% (yoy) pada triwulan III 2018. Dari sisi permintaan, pertumbuhan ekonomi pada triwulan laporan ditopang oleh membaiknya kinerja seluruh komponen sisi permintaan, kecuali Konsumsi Rumah Tangga yang tercatat menurun. Dari sisi sektoral, pertumbuhan didorong oleh kenaikan produktivitas pada sektor-sektor utama, seperti sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan serta sektor Pertambangan dan Penggalian.

Secara keseluruhan tahun, ekonomi Bengkulu pada 2018 mampu tumbuh sebesar 4,99% (yoy), sedikit meningkat dibandingkan pertumbuhan tahun 2017 sebesar 4,98% (yoy). Pertumbuhan ekonomi tersebut sesuai dengan perkiraan Bank Indonesia dimana ekonomi Bengkulu pada tahun 2018 diproyeksikan tumbuh di kisaran 4,87%-5,07% (yoy). Meningkatnya pertumbuhan ekonomi di 2018 terutama didorong oleh stimulus fiskal Pemerintah yang lebih baik dibandingkan tahun 2017.

Pada triwulan I 2019, ekonomi Provinsi Bengkulu diperkirakan tumbuh lebih tinggi yang didorong oleh kinerja ekspor. Mulai membaiknya harga komoditas utama serta meningkatnya permintaan global diharapkan mampu mendongrak kinerja ekspor luar negeri. Sementara implementasi kebijakan B20 diharapkan dapat mendorong peningkatan aktivitas perdagangan antar wilayah sehingga meningkatkan kinerja ekspor antar daerah. 

 

KEUANGAN PEMERINTAH

Realisasi pendapatan daerah pada triwulan IV 2018 tercatat cukup tinggi, yaitu sebesar 90,08%. Namun demikian, capaian tersebut masih lebih rendah bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, yaitu sebesar 99,29%. Hal ini seiring dengan penurunan pada komponen Pendapatan Asli Daerah (PAD), terutama pada pos Lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang Sah dan Pendapatan Restribusi Daerah. Faktor penyebab penurunan pendapatan pos Retribusi Daerah salah satunya adalah musibah kebakaran yang terjadi pada Pasar Tradisional Modern diakhir triwulan IV 2018.

Di sisi belanja, realisasi pada triwulan IV tahun 2018 meningkat dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Realisasi belanja mencapai 88,34%, lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya dengan realisasi sebesar 82,14%. Berdasarkan jenis belanjanya, peningkatan realisasi terjadi pada semua komponen belanja, yaitu Belanja Operasi, Belanja Modal, serta Belanja Transfer. Capaian tersebut tidak lepas dari pemerintahan yang berjalan kondusif seiring meredanya kekhawatiran pelaksana pekerjaan terkait beberapa kasus OTT yang terjadi di 2017

Penyerapan belanja negara pada triwulan IV 2018 relatif cukup tinggi, yaitu mencapai 96,81% terhadap pagu. Namun, capaian tersebut lebih rendah bila dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya yang tercatat sebesar 97,07%. Penurunan realisasi belanja negara terjadi pada Belanja Pemerintah Pusat, sementara Belanja Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) mengalami peningkatan.

 

PERKEMBANGAN INFLASI

Tekanan inflasi pada triwulan IV 2018 sebesar 2,35% (yoy), lebih rendah dibandingkan inflasi triwulan III 2018 yang tercatat sebesar 2,87% (yoy). Menurunnya laju inflasi triwulan IV 2018 terutama didorong oleh meredanya tekanan inflasi pada kelompok Transportasi, Komunikasi, dan Jasa Keuangan (komoditas angkutan udara) serta kelompok Bahan Makanan (komoditas cabai merah, daging ayam ras, serta beras). Capaian ini tidak lepas dari berbagai upaya yang dilakukan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) se-Provinsi Bengkulu dalam menjaga keterjangkauan harga dan ketersediaan barang/jasa.

Sementara secara keseluruhan tahun, turunnya inflasi tahun 2018 bersumber dari semua kelompok barang/jasa, kecuali kelompok Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau serta kelompok Bahan Makanan. Kedua kelompok barang tersebut mengalami peningkatan inflasi yang dipengaruhi oleh kenaikan cukai rokok serta kelangkaan beberapa komoditas bahan makanan pada semester awal tahun 2018.

 

STABILITAS KEUANGAN DAERAH

Kinerja korporasi pada triwulan laporan masih terjaga. Namun, bila dibandingkan dengan triwulan sebelumnya kinerjanya melambat sejalan dengan menurunnya pertumbuhan perekonomian Provinsi Bengkulu. Perlambatan tersebut diindikasikan oleh hasil liaison triwulan IV 2018 yang telah dilakukan oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu kepada 14 perusahaan yang terdistribusi sesuai struktur perekonomian. Beberapa aspek kinerja yang diperhatikan antara lain adalah kinerja permintaan domestik, kondisi persediaan, serta kinerja ekspor. Sementara itu, pertumbuhan kredit segmen korporasi tercatat relatif tinggi dengan tingkat risiko (NPL) yang masih aman.

Sementara itu, seiring dengan capaian inflasi yang rendah dan stabil kinerja sektor rumah tangga pada triwulan IV 2018 tetap terjaga. Konsumsi rumah tangga mampu tumbuh meski tidak setinggi triwulan sebelumnya. Kondisi ini utamanya disebabkan oleh perilaku masyarakat untuk menahan konsumsi akibat menurunnya pendapatan masyarakat seiring tren pelemahan harga komoditas. Pertumbuhan kredit rumah tangga juga tercatat menurun dengan tingkat risiko yang membaik. Sementara itu, pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) Rumah Tangga meningkat yang bersumber dari komponen Deposito. Meningkatnya pertumbuhan deposito ini sejalan dengan kenaikan suku bunganya sebagai respon atas kenaikan suku bunga acuan.

 

SISTEM PEMBAYARAN DAN PENGELOLAAN UANG RUPIAH

Pada triwulan IV 2018, posisi pengedaran uang kartal di Bank Indonesia Bengkulu mengalami net cash outflow. Hal ini berbeda dengan triwulan sebelumnya yang mengalami net cash inflow sebesar Rp932 miliar. Perubahan dari net cash inflow menjadi net cash outflow tersebut merupakan siklus tahunan yang biasa terjadi pada akhir tahun seiring pembayaran proyek-proyek infrastruktur pemerintah daerah. Selain itu, kondisi net cash outflow diyakini turut dipengaruhi oleh peningkatan kebutuhan masyarakat atas uang tunai pada periode HBKN dan libur akhir tahun.

Sejalan dengan hal diatas, transaksi melalui Sistem Bank Indonesia-Real Time Gross Settlement (Sistem BI-RTGS) maupun Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI) mengalami peningkatan. Pertumbuhan transaksi ke luar Bengkulu BI-RTGS tercatat sebesar 2,84% (yoy) dari sebelumnya kontraksi sebesar 43,99% ditriwulan III 2018. Sementara pertumbuhan transaksi SKNBI mencapai 1,68% (yoy), lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar 0,79% (yoy). Peningkatan transaksi tersebut tidak lepas dari upaya KPwBI Provinsi Bengkulu untuk meningkatkan transaksi nontunai, antara lain melalui pelaksanaan sosialisasi dan edukasi Gerakan Nasional Non-Tunai (GNNT).
 

KETENAGAKERJAAN DAN KESEJAHTERAAN

Seiring dengan terjaganya capaian inflasi dikisaran yang rendah dan stabil dan pertumbuhan ekonomi yang masih cukup baik, indikator ketenagakerjaan dan kesejahteraan pada triwulan IV 2018 semakin membaik. Perkembangan ketenagakerjaan hingga Agustus 2018 menunjukkan bahwa tingkat pengangguran mengalami penurunan dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Ditengah menurunnya harga komoditas utama (CPO dan karet), capaian Nilai Tukar Petani (NTP) pada triwulan IV 2018 tercatat meningkat meski masih dibawah angka 100 yang utamanya didorong oleh kinerja subsektor pertanian hortikultura. Perkembangan ketenagakerjaan pada triwulan IV 2018 juga menunjukkan perbaikan. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada Agustus 2018 sebesar 3,51%, menurun dibandingkan Agustus 2017 yang tercatat sebesar 3,70%.

Perkembangan kesejahteraan hingga periode Maret 2018 menunjukkan bahwa tingkat kemiskinan provinsi Bengkulu mengalami penurunan dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Tingkat kemiskinan menurun dari 15,59% pada September 2017 menjadi 15,41% pada September 2018. Secara nominal, jumlah penduduk miskin di Bengkulu pada September 2018 berkurang menjadi sebanyak 303,54 ribu orang dari sebelumnya sebanyak 302,62 ribu orang pada September 2017.

 

PROSPEK PEREKONOMIAN DAERAH

Perekonomian Bengkulu pada triwulan II 2019 diperkirakan tumbuh pada kisaran 5,0 – 5,2% dengan tren meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya dengan didorong kenaikan konsumsi rumah tangga sebagai dampak pemilu, perayaan Idul Fitri dan persiapan tahun ajaran baru. Bank Indonesia optimis bahwa perekonomian Bengkulu tahun 2019 akan tumbuh lebih baik dibandingkan 2018.

Perkiraan laju inflasi Bengkulu pada akhir tahun 2019 diperkirakan relatif terkendali berada pada sasaran inflasi nasional 3,5±1%. Untuk triwulan II 2019, inflasi kelompok Bahan Makanan diperkirakan meningkat seiring kenaikan ekspektasi konsumsi pada periode Ramadhan dan Idul Fitri.

Tags:  

Survei

Apakah Artikel ini memberikan informasi berguna bagi Anda?
Nilai halaman ini:
Komentar:
Show Left Panel