KEKR Provinsi Bengkulu Mei 2017 - Bank Sentral Republik Indonesia
Navigate Up
Sign In
26 September 2020

Kinerja perekonomian Provinsi Bengkulu triwulan I 2017 tumbuh 5,21% (yoy), lebih rendah dibandingkan triwulan sebelumnya yang tercatat 5,56%(yoy). Di sisi permintaan, menurunnya pertumbuhan ekonomi pada triwulan laporan didorong oleh penurunan kinerja Konsumsi Pemerintah dan Investasi. Masih terkontraksinya konsumsi pemerintah utamanya disebabkan oleh belum optimalnya realisasi anggaran belanja yang bersumber dari APBN.Sementara perlambatan kinerja investasi disebabkan oleh penurunan investasi yang bersumber dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) maupun Penanaman Modal Asing (PMA). Di sisi penawaran, perlambatan pertumbuhan terutama didorong oleh sektor Perdagangan Besar dan Eceran dan Reparasi Mobil dan Sepeda Motor; dan Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan. Pertumbuhan ekonomi Provinsi Bengkulu pada triwulan I 2017 tercatat lebih baik dibandingkan Sumatera (4,05% yoy) maupun Nasional (5,01% yoy).

Realisasi pendapatan terhadap pagu Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Pemerintah Provinsi Bengkulu pada triwulan I tahun 2017 lebih tinggi dibandingkan periode yang sama pada tahun 2016. Peningkatan terutama bersumber dari Pendapatan Perimbangan. Di sisi belanja, realisasi pada triwulan I tahun 2017 menurun dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Realisasi belanja mencapai 8,62%, lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya dengan realisasi sebesar 9,95%. Menurunnya realisasi belanja APBD terutama bersumber dari menurunnya realisasi Belanja Hibah. Sementara realisasi APBN di Provinsi Bengkulu pada triwulan I tahun 2017 relatif sama dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Tekanan inflasi pada triwulan I 2017 meningkat. Tekanan inflasi tahunan Provinsi Bengkulu pada triwulan I tahun 2017 sebesar 6,01% (yoy), lebih tinggi dibandingkan inflasi triwulan sebelumnya yang tercatat sebesar 5,00% (yoy). Meningkatnya tekanan inflasi didorong oleh meningkatnya tekanan inflasi kelompok administered price dan inflasi inti. Meningkatnya tekanan inflasi pada kelompok administered prices terutama didorong oleh meningkatnya Tarif Angkutan Udara sehubungan dengan adanya beberapa long weekend yang terdapat pada triwulan I 2017. Selain itu inflasi administered price juga didorong oleh kenaikan Tarif Listrik yang dilaksanakan dalam dua tahap sepanjang triwulan I 2017. Selanjutnya, meningkatnya tekanan inflasi pada kelompok inflasi inti didorong oleh meningkatnya inflasi pada Tarif Pulsa Ponsel. Dengan perkembangan tersebut, laju inflasi Bengkulu pada triwulan I 2017 berada di atas realisasi inflasi nasional (3,61%) maupun inflasi Sumatera (3,92%). Namun demikian, pencapaian inflasi pada triwulan I 2017 masih lebih rendah dibandingkan rata-rata historis inflasi triwulan I selama 5 tahun terakhir (2012-2016) yang tercatat sebesar 6,60% (yoy).

Ketahanan sektor korporasi pada triwulan I 2017 menurun dibandingkan triwulan sebelumnya. Hal ini tercermin dari hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) Provinsi Bengkulu, di mana penurunan kinerja korporasi terjadi pada tiga sektor utama yaitu Pertanian;Perdagangan, Hotel, dan Restoran; dan Jasa-jasa. Namun demikian, akses dan kemampuan pembiayaan korporasi cenderung meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya. Responden korporasi mengkonfirmasi adanya peningkatan pada akses kredit, likuiditas, dan rentabilitas.

Pada triwulan I 2017, posisi pengedaran uang kartal di Bank Indonesia Bengkulu mengalami net cash inflow. Net cash inflow mencapai Rp 17 Miliar. Hal ini berbeda dengan triwulan sebelumnya yang mengalami net cash outflow sebesar Rp 992 Miliar. Pola net cash inflow tersebut merupakan siklus tahunan yang cenderung terjadi pada awal tahun.

Perekonomian Bengkulu pada triwulan III 2017 diperkirakan tumbuh pada kisaran 5.3 5.5%, dengan tren melambat dibandingkan triwulan sebelumnya. Adapun sumber perlambatan diperkirakan berasal dari Konsumsi Rumah Tangga dan Ekspor.

Tags:  

Survei

Apakah Artikel ini memberikan informasi berguna bagi Anda?
Nilai halaman ini:
Komentar:
Show Left Panel