Kajian Ekonomi dan Keuangan Regional Provinsi Banten Februari 2019​​​​ - Bank Sentral Republik Indonesia
Navigate Up
Sign In
23 Oktober 2019

Perkembangan Ekonomi Makro Daerah
Ekonomi Provinsi Banten pada triwulan IV 2018 tumbuh lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan nasional dan Kawasan Jawa. Secara spasial, pertumbuhan ini merupakan yang tertinggi ketiga, setelah Provinsi D.I.Yogyakarta dan Provinsi DKI Jakarta. Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan didukung oleh peningkatan konsumsi rumah tangga, swasta dan investasi. Dari sisi penawaran, pertumbuhan bersumber dari kinerja Lapangan Usaha (LU) pertanian, jasa keuangan, dan industri pengolahan.

Ekonomi Provinsi Banten tahun 2018 juga tumbuh lebih tinggi dibandingkan tahun 2017 ditopang oleh kinerja konsumsi rumah tangga, Pemerintah, dan swasta yang tumbuh meningkat dari tahun 2017. Dari sisi lapangan usaha, pertumbuhan terutama didorong oleh industri pengolahan, Real Estate, serta perdagangan besar dan eceran.

Keuangan Pemerintah
Seiring dengan akselerasi perekonomian Provinsi Banten di tahun 2018, Kinerja keuangan Pemerintah Daerah Provinsi Banten pada tahun 2018 mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2017 sebagaimana dicerminkan dari meningkatnya pagu anggaran dan realisasi anggaran secara nominal baik dari sisi pendapatan maupun sisi belanja. Peningkatan terutama terjadi pada realisasi pendapat baik secara nominal maupun angka realisasi yaitu sebesar 98,3% dari sebelumnya 97,6%. Sejalan dengan hal tersebut, realisasi belanja APBD juga mengalami peningkatan dari sisi nominal meskipun angka realisasi sedikit lebih rendah dibandingkan tahun 2017 yaitu 90,3% dari sebelumnya 90,9%.

Sama halnya dengan APBD Provinsi Banten, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang dialokasikan untuk Provinsi Banten pada tahun 2018 juga lebih tinggi dibandingkan tahun 2017. Berdasarkan wilayah, peningkatan tersebut terutama didorong oleh meningkatnya alokasi ke Pemerintah Kabupaten Tangerang, Kota Serang, dan Kabupaten Serang, sementara berdasarkan jenis belanja, didorong oleh peningkatan alokasi untuk belanja barang dan pegawai. Sementara itu, realisasi dana APBN sampai dengan triwulan IV 2018 sebesar 90,9%, lebih rendah dibandingkan tahun 2017 yang terealisasi sebesar 92,2% yang disebabkan oleh adanya upaya efisiensi belanja pegawai terutama perjalanan dinas serta masih adanya kendala dalam proses pembebasan lahan.

Perkembangan Inflasi Daerah
Secara umum, inflasi di Provinsi Banten pada triwulan IV 2018 tercatat stabil dibandingkan triwulan III 2018 dan masih berada dalam target Bank Indonesia. Inflasi provinsi Banten pada triwulan IV 2018 didorong oleh peningkatan tekanan harga yang dialami oleh kelompok Perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar serta transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan. Secara spasial, inflasi tertinggi ada di Kota Serang dan Kota Tangerang. Bila dibandingkan dengan inflasi regional Jawa dan Nasional, Inflasi Provinsi Banten tercatat lebih tinggi.

Stabilitas Keuangan Daerah, Pengembangan Akses Keuangan, dan UMKM
Stabilitas keuangan di Provinsi Banten pada triwulan IV 2018 terjaga stabil. Hal ini tercermin dari nilai aset, DPK, dan penyaluran kredit perbankan. Selain itu, tingkat intermediasi dan risiko perbankan juga terjaga stabil. Tren perekonomian Provinsi Banten yang masih tumbuh dalam level yang tinggi pada triwulan IV 2018 dan sentimen positif dari pelaku usaha menjadi faktor pendorong perbaikan kondisi stabilitas keuangan di Provinsi Banten.

Dari sisi ketahanan keuangan korporasi, terpantau dalam kondisi yang baik sebagaimana tercermin dari beberapa indikator finansial korporasi, dan risiko pembiayaan dari perbankan. Demikian juga dengan kondisi stabilitas keuangan rumah tangga terpantau cukup baik yang terlihat dari pertumbuhan DPK dan kredit yang berada dalam level yang tinggi. Tingkat risiko juga dilaporkan stabil ditengah meningkatnya penyaluran kredit kepada rumah tangga terutama untuk KPR. Di sisi pengembangan UMKM, penyaluran kredit perbankan di Provinsi Banten kepada UMKM tercatat tumbuh lebih tinggi dibandingkan triwulan III 2018. Peningkatan kredit kepada UMKM tersebut diiringi oleh perbaikan risiko kredit yang masih berada di bawah level indikatifnya.

Penyelenggaraan Sistem Pembayaran dan Pengelolaan Uang Rupiah
Berbeda dengan laju pertumbuhan ekonomi Provinsi Banten yang mengalami akselerasi pada triwulan IV 2018, transaksi keuangan non tunai di Provinsi Banten melalui Sistem BI - Real Time Gross Settlement (RTGS) justru mengalami perlambatan. Dari sisi nominal, transksi RTGS dengan nilai Rp22,68 triliun, tumbuh 3,13% (yoy), lebih rendah dibandingkan triwulan III 2018 yang tumbuh 18,63% (yoy). Sejalan dengan ini, transaksi RTGS dari sisi volumen pada triwulan IV 2018 dengan jumlah sebanyak 8.756 transaksi, tercatat menurun sebesar 5,40% (yoy), lebih rendah dibandingkan capaian triwulan sebelumnya yang tumbuh 7,61% (yoy).

Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Masyarakat
Berlanjutnya akselerasi perekonomian Provinsi Banten yang terjadi sejak triwulan III hingga IV 2018 diiringi oleh membaiknya indikator ketenagakerjaan sebagaimana terlihat dari meningkatnya jumlah penduduk bekerja yang disertai dengan menurunnya jumlah pengangguran dan angka Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT). Meningkatnya penyerapan tenaga kerja pada triwulan IV 2018 diindikasi dari hasil Liaison dan Survei kegiatan Dunia Usaha yang menunjukkan adanya peningkatan.

Demikian juga dari sisi kualitas hidup masyarakat terlihat adanya peningkatan sebagaimana tergambar dari IPM Provinsi Banten yang secara konsisten menunjukkan tren peningkatan dan selalu lebih tinggi dari IPM Nasional. Peningkatan kesejahteraan juga dicerminkan dari menurunnya angka gini ratio pada September 2018 ke level terendah sejak tahun 2010.

Namun, di sisi lain jumlah penduduk miskin mengalami sedikit peningkatan yang didorong oleh meningkatnya penduduk miskin di perdesaan sebagaimana juga tercermin dari menurunnya NTP pada triwulan III 2018 dan meningkatnya gini ratio perdesaan.

Prospek Perekonomian Daerah
Pertumbuhan ekonomi Provinsi Banten pada triwulan I 2019 diperkirakan tumbuh lebih rendah dibandingkan triwulan IV 2018. Pertumbuhan ke depan diperkirakan akan ditopang terutama oleh pertumbuhan konsumsi masyarakat, LNPRT, dan Pemerintah. Berdasarkan lapangan usaha, pertumbuhan ekonomi akan ditopang terutama oleh LU industri pengolahan, LU perdagangan, LU jasa keuangan, dan LU akomodasi dan makan minum.

Di sisi perkembangan harga, tingkat inflasi provinsi Banten diperkirakan menurun dibandingkan triwulan IV 2018. Penurunan inflasi di triwulan I 2019 diperkirakan berasal dari kelompok bahan makanan serta makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau.

Tags:  

Survei

Apakah Artikel ini memberikan informasi berguna bagi Anda?
Nilai halaman ini:
Komentar:
Show Left Panel