Laporan Perekonomian Provinsi Banten November 2019​​​ - Bank Sentral Republik Indonesia
Navigate Up
Sign In
18 Februari 2020

Perekonomian Banten pada triwulan III 2019 tumbuh sebesar 5,41% (yoy), meningkat dibandingkan triwulan III 2019 sebesar 5,36% (yoy) dan juga lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,02% (yoy). Di level regional Jawa, pertumbuhan ekonomi Banten pada triwulan III 2019 berada di posisi keempat diantara provinsi Jawa lainnya. Meningkatnya pertumbuhan ekonomi Provinsi Banten dari sisi permintaan terutama didorong oleh lebih tingginya kinerja Pembentukan Modal tetap Bruto atau investasi. Sementara di sisi penawaran, pertumbuhan ditopang oleh meningkatnya kinerja lapangan usaha (LU) industri pengolahan, konstruksi, Real Estate, serta membaiknya LU Transportasi.

Terkendalinya inflasi di Banten diharapkan akan terus dapat menopang pertumbuhan ekonomi Provinsi Banten ke depan. Dalam rangka mendukung pertumbuhan ekonomi secara nasional dengan tetap mengutamakan kestabilan makroekonomi dan sistem keuangan, Bank Indonesia pada bulan November 2019 menjaga tingkat suku bunga BI 7-day Reverse Repo Rate di level 5,00%. Kebijakan tersebut diharapkan akan dapat menjaga momentum pertumbuhan dan mepertahankan stabilitas serta konsisten dengan prakiraan inflasi tahun 2019 dan 2020 di dalam kisaran sasaran. Berbagai faktor tersebut diharapkan dapat semakin mendorong optimisme masyarakat sehingga perekonomian nasional dan perekonomian Banten dapat kembali tumbuh tinggi dan tumbuh berkualitas.

Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Banten tahun 2019 mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2018 baik dari sisi pendapatan maupun dari sisi belanja masing-masing sebesar 12,9% dan 11,3%. Sampai dengan triwulan III 2019, realisasi baik pendapatan maupun belanja Provinsi Banten masih terbilang rendah. Realisasi pendapatan APBD Provinsi Banten sebesar 67,6% dari target, lebih rendah dibandingkan realisasi tahun 2018 sebesar 73,4%. Demikian juga dengan realisasi belanja APBD Provinsi Banten yaitu sebesar 53,4% dari total target belanja tahun 2019, lebih tinggi dibandingkan tahun 2018.

Sama halnya dengan APBD Provinsi Banten, realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang dialokasikan untuk Provinsi Banten pada tahun 2019 juga belum optimal yaitu sebesar 56,9%, meskipun lebih tinggi dibandingkan triwulan III 2018 sebesar 55,2%. Komponen belanja pegawai mendominasi realisasi APBN diikuti oleh belanja barang dan Dana Desa, sementara realisasi belanja bantuan sosial dan belanja modal masih sangat rendah.

Sementara itu, tingkat kemandirian fiskal Provinsi Banten mengalami peningkatan yang dicerminkan oleh Derajat Desentralisasi Fiskal (DDF) yang mencapai 61,4% pada tahun 2018 lebih tinggi dibandingkan tahun 2017 dan tahun 2016. Peningkatan DDF tersebut seiring dengan pertumbuhan PAD yang cukup tinggi dan didukung oleh meningkatnya penerimaan pajak daerah. Tingkat kemandirian fiskal Provinsi Banten lebih tinggi dibandingkan angka nasional yaitu sebesar 23,1% dan juga lebih tinggi dari rata-rata provinsi di Indonesia yaitu 45,8% pada tahun 2018.

Secara umum, inflasi IHK di Provinsi Banten pada triwulan III 2019 tercatat mengalami perlambatan dibandingkan triwulan II 2019 yaitu sebesar 3,64% (yoy), lebih rendah dibandingkan inflasi triwulan II 2019 sebesar 3,72% (yoy). Inflasi Provinsi Banten pada triwulan III 2019 juga berada di bawah pola historisnya selama tiga tahun terakhir sebesar 3,93% (yoy). Meskipun demikian, inflasi di Provinsi Banten tercatat lebih tinggi dibandingkan inflasi regional Jawa dan Nasional yaitu masing-masing sebesar 3,46% (yoy) dan 3,39% (yoy). Melambatnya laju inflasi di Provinsi Banten pada triwulan III 2019 didorong oleh perlambatan yang terjadi pada kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau; kelompok kesehatan; kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga; serta kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan. Secara spasial, perlambatan inflasi Provinsi Banten didorong oleh melambatnya inflasi di kota Tangerang dan Serang.

Pada bulan Oktober 2019, inflasi di Provinsi Banten tercatat mengalami peningkatan laju inflasi, yaitu sebesar 3,77% (yoy). Tekanan inflasi Provinsi Banten pada triwulan IV 2019 diperkirakan lebih rendah dibandingkan triwulan III 2019, yaitu berada di rentang 3,6 - 3,8% (yoy) meskipun terdapat potensi peningkatan tekanan dengan adanya libur hari raya Natal dan tahun baru.

Stabilitas keuangan di Provinsi Banten pada triwulan III 2019 dalam kondisi yang baik, tercermin dari pertumbuhan indikator utama perbankan antara lain Aset dan Dana Pihak Ketiga (DPK) dan penyaluran kredit yang berada dalam kondisi positif meskipun kredit lebih rendah dibandingkan triwulan II 2019. Perlambatan yang terjadi pada kredit tersebut juga lebih rendah dibandingkan rata-rata tiga tahun terakhir.

Disisi ketahanan keuangan korporasi, terpantau dalam kondisi yang baik sebagaimana tercermin dari beberapa indikator finansial korporasi dan eksposur perbankan terhadap korporasi. Demikian juga dengan kondisi stabilitas keuangan rumah tangga juga terpantau cukup baik yang terlihat dari pertumbuhan DPK dan kredit meskipun kredit melambat dibandingkan triwulan sebelumnya. Sementara itu, dari sisi intermediasi perbankan di Provinsi Banten tercatat mengalami penurunan yang dicerminkan oleh Loan to Deposit Ratio (LDR) yang lebih rendah. Penurunan LDR yang terjadi di tengah melambatnya penyaluran kredit, lebih diakibatkan oleh lebih tingginya pertumbuhan DPK dibandingkan pertumbuhan kredit.

Di sisi risiko pembiayaan, tingkat risiko kredit secara total mengalami peningkatan seiring meningkatnya NLP kredit kepada korporasi, rumah tangga, dan juga UMKM. Namun tingkat risiko tersebut masih berada di bawah threshold sebesar 5%.

Seiring meningkatnya pertumbuhan ekonomi Provinsi Banten pada triwulan III 2019, kinerja transaksi Sistem Pembayaran (SP) baik tunai maupun non tunai di Provinsi Banten tercatat dalam mengalami peningkatan. Transaksi non tunai melalui RTGS tercatat mengalami peningkatan yang cukup signifikan sementara transaksi kliring membaik meskipun masih dalam tren kontraksi. Di sisi lain, untuk penyaluran bantuan sosial di Provinsi Banten, baik yang bersumber dari APBN maupun APBD secara non tunai tercatat terus mengalami peningkatan dari sisi nominal maupun wilayah.

Sementara itu, dari sisi SP tunai, perputaran uang di Provinsi Banten dilaporkan mengalami net outflow dari sebelumnya mengalami net inflow pada tahun sebelumnya. Hal ini didorong oleh peningkatan aktifitas perbankan terutama untuk mengakomodir jumlah ATM yang meningkat di wilayah Provinsi Banten.

Ketenagakerjaan di Provinsi Banten pada periode Agustus 2019 dilaporkan mengalami perbaikan sebagaimana ditunjukkan oleh meningkatnya jumlah penduduk yang bekerja disertai dengan menurunnya jumlah pengangguran dan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) dibandingkan posisi Agustus 2018. Meskipun mengalami penurunan, angka TPT Provinsi Banten merupakan yang tertinggi secara nasional.

Kualitas hidup masyarakat juga mengalami peningkatan sebagaimana tergambar dari IPM Provinsi Banten yang secara konsisten menunjukkan tren peningkatan dan selalu lebih tinggi dari IPM Nasional. Peningkatan kesejahteraan tercermin dari menurunnya angka kemiskinan, baik di perdesaan maupun di perkotaan. Menurunnya angka gini ratio pada Maret 2019 ke level terendah sejak tahun 2010 juga menjadi indikator membaiknya kesejahteraan masyarakat Provinsi Banten.

Meskipun demikian, masih terlihat adanya kesenjangan kualitas hidup masyarakat wilayah Banten Utara dengan Banten Selatan yang ditunjukkan oleh lebarnya perbedaan antara IPM di Tangerang Raya dengan di Kabupaten Lebak dan Kabupaten Pandeglang. Hal ini membutuhkan kebijakan pemerintah untuk meningkatkan pemerataan di Provinsi Banten.

Sejalan dengan perekonomian dunia dan domestik yang tidak terlalu optimis, pertumbuhan ekonomi Provinsi Banten pada tahun 2019 diperkirakan tumbuh melambat dibandingkan tahun 2018. Pertumbuhan diprakirakan ditopang oleh kinerja konsumsi baik rumah tangga maupun Pemerintah serta investasi. Berdasarkan lapangan usaha (LU), pertumbuhan terutama didorong oleh LU utama antara lain industri pengolahan, LU konstruksi, LU perdagangan, dan LU Real Estate. Sementara itu, beberapa LU lainnya diperkirakan akan tumbuh lebih rendah.

Di sisi perkembangan harga, laju inflasi Provinsi Banten pada tahun 2019 masih sejalan dengan target pemerintah di kisaran 3,5±1% (yoy), meskipun diperkirakan lebih tinggi dibandingkan inflasi tahun 2018. Berdasarkan kelompok komoditas, inflasi provinsi Banten pada tahun 2019 utamanya didorong oleh kelompok bahan makanan dan kelompok sandang

Tags:  

Survei

Apakah Artikel ini memberikan informasi berguna bagi Anda?
Nilai halaman ini:
Komentar:
Show Left Panel