Kajian Ekonomi dan Keuangan Regional Provinsi Banten November 2018​​ - Bank Sentral Republik Indonesia
Navigate Up
Sign In
23 Januari 2020
Perekonomian Provinsi Banten pada triwulan III 2018 tumbuh lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya. Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan didukung oleh pertumbuhan konsumsi rumah tangga dan Pemerintah serta investasi, sementara kinerja net ekspor menunjukkan penurunan. Dari sisi penawaran, pertumbuhan didukung oleh pertumbuhan positif kinerja Lapangan Usaha (LU) utama yaitu industri pengolahan, konstruksi, transportasi dan pergudangan, akomodasi dan makan minum, dan perdagangan besar & eceran. Dari aspek spasial, pertumbuhan ekonomi Provinsi Banten pada triwulan III 2018 lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional. Sementara di level regional Jawa, pertumbuhan ekonomi Provinsi Banten merupakan yang tertinggi ketiga setelah Provinsi DKI Jakarta dan Provinsi DI Yogyakarta.
 
Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) pemerintah Provinsi Banten beserta delapan Kabupaten/Kota pada tahun 2018 dibandingkan tahun 2017 mengalami peningkatan dari sisi pendapatan sementara di sisi belanja mengalami penurunan. Penurunan pagu belanja tersebut disebabkan oleh menurunnya pagu di lima kabupaten/kota. Meskipun demikian, sejalan dengan peningkatan kinerja Konsumsi Pemerintah pada PDRB Provinsi Banten periode triwulan III 2018, realisasi pendapatan dan belanja pemerintah Provinsi maupun Kabupaten/Kota secara total mengalami peningkatan, lebih tinggi dibandingkan realisasi tahun 2017.
Sementara itu, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang dialokasikan untuk Provinsi Banten pada tahun 2018 lebih rendah dibandingkan tahun 2017 akibat adanya penyesuaian nilai pada belanja bantuan sosial, belanja modal, dan Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik. Realisasi sampai dengan triwulan III 2018, realisasi belanja APBN ke Provinsi Banten baik tingkat provinsi maupun maupun Kabupaten/Kota secara total terealisasi lebih rendah dibandingkan periode triwulan III 2017 akibat adanya penyesuaian mekanisme penyaluran. 
Secara umum, inflasi IHK di Provinsi Banten pada triwulan III 2018 tercatat meningkat dibandingkan triwulan II 2018. Angka inflasi triwulan III 2018 adalah sebesar 3,42% (yoy), lebih tinggi dibandingkan inflasi triwulan II 2018 sebesar 3,00% (yoy). Secara spasial, meningkatnya tekanan inflasi terjadi di Kota Tangerang, sementara Kota Cilegon dan Kota Serang berada dalam tren yang menurun.  
Realisasi Inflasi di Provinsi Banten juga tercatat lebih tinggi dibandingkan capaian inflasi regional Jawa dan Nasional. Inflasi di regional Jawa dan Nasional pada triwulan III 2018 tercatat masing-masing sebesar 2,98% (yoy) dan 2,38% (yoy). Meski tinggi, angka inflasi Provinsi Banten pada triwulan III 2018 tercatat lebih rendah dibandingkan angka rata-rata historisnya yang tercatat sebesar 5,11% (yoy).
Berdasarkan kelompok komoditasnya, meningkatnya inflasi di triwulan III 2018 didorong oleh meningkatnya inflasi pada kelompok bahan makanan serta perumahan listrik dan gas. Sementara itu, inflasi kelompok makanan jadi, tembakau dan minuman beralkohol serta pendidikan, rekreasi dan olahraga mengalami koreksi harga pasca tingginya inflasi di triwulan sebelumnya. 
Pada bulan Oktober 2018, inflasi IHK berada dalam tren meningkat. Realisasi Inflasi provinsi Banten pada bulan Oktober 2018 tercatat sebesar 3,45% (yoy) atau lebih tinggi dibandingkan triwulan III 2018 yang sebesar 3,42% (yoy). Adanya peningkatan harga kelompok komoditas bahan makanan serta kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan  seiring adanya penyesuaian harga BBM non subsidi menjadi penyebab peningkatan harga yang terjadi. 
Dengan perkembangan tersebut, tekanan inflasi provinsi Banten pada triwulan IV 2018 diperkirakan akan meningkat dikisaran angka 3,50 ± 1% (yoy). Kelompok bahan makanan, makanan jadi, tembakau dan minuman beralkohol serta transpor, komunikasi dan jasa keuangan diperkirakan akan menjadi faktor pendorong utama peningkatan tekanan inflasi pada triwulan IV 2018.
Stabilitas keuangan di Provinsi Banten pada triwulan III 2018 dalam kondisi yang baik. Hal tersebut tercermin dari membaiknya indikator utama perbankan yaitu Aset, DPK dan kredit lokasi proyek. Sejalan dengan itu, tingkat intermediasi dan risiko perbankan juga terpantau dalam kondisi yang baik. Tren perekonomian Provinsi Banten yang masih tumbuh dalam level yang tinggi pada triwulan III 2018 dan sentimen positif dari pelaku usaha menjadi faktor pendorong perbaikan kondisi stabilitas keuangan di Provinsi Banten.  
Dari sisi ketahanan keuangan korporasi, terpantau dalam kondisi yang baik sebagaimana tercermin dari beberapa indikator finansial korporasi, dan risiko pembiayaan dari perbankan.  Demikian juga dengan kondisi stabilitas keuangan rumah tangga terpantau cukup baik yang terlihat dari pertumbuhan DPK dan kredit yang berada dalam level yang tinggi. Tingkat risiko juga dilaporkan stabil ditengah meningkatnya penyaluran kredit kepada rumah tangga terutama untuk KPR. Di sisi pengembangan UMKM, penyaluran kredit perbankan di Provinsi Banten kepada UMKM tercatat tumbuh lebih tinggi dibandingkan triwulan II 2018. Peningkatan kredit kepada UMKM tersebut diiringi oleh perbaikan risiko kredit yang masih berada di bawah level indikatifnya. 
Pertumbuhan ekonomi Provinsi Banten pada triwulan I 2019 diperkirakan tumbuh lebih tinggi dibandingkan triwulan IV 2018 seiring meningkatnya konsumsi baik rumah tangga, Pemerintah, maupun swasta serta kinerja ekspor impor. Berdasarkan lapangan usaha (LU), pertumbuhan terutama didorong antara lain oleh LU utama yaitu industri pengolahan, LU transportasi dan pergudangan, LU perdagangan, LU real estate, dan LU informasi & komunikasi. Sementara itu, beberapa LU diperkirakan akan tumbuh lebih rendah, diantaranya adalah pertanian, konstruksi, dan akomodasi makan minum.
Di sisi perkembangan harga, tingkat inflasi Provinsi Banten pada triwulan I 2019 diperkirakan lebih tinggi dibandingkan triwulan IV 2018. Berdasarkan kelompok komoditasnya, inflasi provinsi Banten pada triwulan I 2019 akan didominasi oleh kelompok bahan makanan, kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan, serta makanan jadi. Mempertimbangkan beberapa risiko, inflasi tahun 2019 diperkirakan akan relatif stabil dibandingkan tahun 2018 dan diperkirakan masih akan sejalan dengan target pemerintah yaitu di kisaran 3,5±1% (yoy).
 
Tags:  

Survei

Apakah Artikel ini memberikan informasi berguna bagi Anda?
Nilai halaman ini:
Komentar:
Show Left Panel