Kajian Ekonomi dan Keuangan Regional Provinsi Banten November 2017 - Bank Sentral Republik Indonesia
Navigate Up
Sign In
06 Juni 2020

Asesmen Pertumbuhan Ekonomi Daerah
Perekonomian Provinsi Banten di triwulan III 2017 tumbuh sebesar 5,62% (yoy). Realisasi pertumbuhan ekonomi Banten tersebut lebih lebih tinggi dibandingkan dengan triwulan II 2017 sebesar 5,46% (yoy), dan juga lebih tinggi dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2016 yang tumbuh 5,24% (yoy). Pertumbuhan ekonomi Provinsi Banten pada triwulan III 2017 juga tercatat lebih tinggi dibandingkan nasional yang tumbuh sebesar 5,06% (yoy) dan merupakan yang tertinggi kedua setelah DKI Jakarta dibandingkan provinsi lainnya di kawasan Jawa.

Berdasarkan sisi pengeluaran, pertumbuhan Banten ini terutama ditopang oleh pertumbuhan pada investasi dan ekspor. Di sisi lain, pertumbuhan konsumsi rumah tangga dan Pemerintah belum pulih. Sementara berdasarkan sisi penawaran, pertumbuhan ekonomi Provinsi Banten ditopang oleh lapangan usaha utama seperti industri konstruksi, transportasi, perdagangan, dan pengolahan. Asesmen Inflasi Daerah

Secara umum, inflasi IHK di Provinsi Banten pada triwulan III 2017 tercatat menurun dibandingkan triwulan II 2017. Angka inflasi triwulan III 2017 adalah sebesar 4,17% (yoy), lebih rendah dibandingkan inflasi triwulan II 2017 sebesar 4,60% (yoy). Secara spasial, menurunnya inflasi terjadi di dua kota yaitu Kota Tangerang dan Kota Serang, sementara inflasi Cilegon tercatat meningkat dibanding triwulan II 2017. Berdasarkan disagregasi, meredanya inflasi di triwulan III 2017 didorong oleh menurunnya andil inflasi pada komponen administered prices dan volatile food.

Pada bulan Oktober 2017, inflasi IHK telah berada dalam tren yang mereda paska momentum tahun akademik baru di bulan September 2017. Adapun inflasi IHK bulan Oktober 2017 adalah sebesar 4,07% (yoy). Inflasi diperkirakan menurun pada akhir triwulan IV 2017 dibandingkan triwulan III 2017 seiring dengan meredanya tekanan inflasi pada komponen volatile food.

Asesmen Stabilitas Keuangan Daerah
Seiring dengan perekonomian Banten yang mengalami peningkatan, stabilitas keuangan di Provinsi Banten pada triwulan III 2017 dalam kondisi relatif baik yang tercermin dari peningkatan Dana Pihak Ketiga dan penyaluran kredit di tengah kondisi aset perbankan yang mengalami perlambatan. Ketahanan keuangan baik dari sisi korporasi dan rumah tangga juga terpantau dalam kondisi yang relatif baik. Dari sisi risiko, terdapat peningkatan risiko kredit sebagaimana ditunjukkan oleh meningkatnya NPL secara total, namun levelnya masih berada pada dibawah angka indikatifnya yang sebesar 5%.

Asesmen Penyelenggaraan Sistem Pembayaran
Sejalan dengan kinerja perekonomian Provinsi Banten yang tumbuh lebih tinggi pada triwulan III 2017 dibandingkan periode triwulan II 2017, transaksi non tunai baik melalui kliring maupun melalui BI - Real Time Gross Settlement (RTGS) juga mengalami peningkatan yang mencerminkan kegiatan ekonomi berjalan dengan baik. Untuk transaksi kliring, peningkatan tersebut terjadi dari sisi volume dan juga nominal. Di sisi lain, peningkatan transaksi non tunai melalui RTGS terlihat dari sisi nominal, sementara dari sisi volume terlihat adanya perlambatan meskipun tumbuh relatif tinggi.

Prospek Ekonomi dan Inflasi Triwulan IV 2017
Pertumbuhan ekonomi Provinsi Banten pada triwulan IV 2017 diperkirakan akan berada dalam kisaran 5,5% s.d 5,9% (yoy), lebih tinggi dibanding pertumbuhan triwulan III 2017. Pertumbuhan tersebut terutama akan ditopang oleh peningkatan konsumsi Pemerintah, investasi, serta konsumsi masyarakat sebagai sumber pertumbuhan ekonomi Banten, yang masih akan mengalami pertumbuhan menjelang momen Hari Raya Natal dan libur tahun baru 2018. Selain itu, mulai pulihnya kondisi ekonomi negara mitra dagang utama seperti Amerika Serikat juga turut menjadi faktor pendorong kinerja perdagangan internasional ke depan. Berdasarkan lapangan usaha, pertumbuhan ekonomi akan ditopang oleh industri pengolahan, konstruksi, transportasi, dan perdagangan besar dan eceran masih menunjukkan perbaikan pada triwulan IV 2017, sementara untuk lapangan usaha real estate diprediksi akan melambat.

Inflasi IHK pada triwulan IV 2017 diperkirakan lebih rendah dibandingkan triwulan III 2017 dan juga dari perkiraan awal seiring terjaganya harga bahan pangan. Adapun beberapa risiko yang akan meningkatkan tekanan inflasi pada akhir tahun adalah komponen administered prices seiring dengan kenaikan tarif tol dan kenaikan harga pertamax seiring kenaikan harga minyak dunia. Selain itu harga beberapa komoditas volatile food terutama hortikultura juga terindikasi meningkat sebagai dampak dari peningkatan curah hujan.

Tags:  

Survei

Apakah Artikel ini memberikan informasi berguna bagi Anda?
Nilai halaman ini:
Komentar:
Show Left Panel