Kajian Ekonomi dan Keuangan Regional Provinsi Banten Mei 2019​​​​ - Bank Sentral Republik Indonesia
Navigate Up
Sign In
11 Juli 2020

Perkembangan Ekonomi Makro Daerah

Perekonomian Banten pada triwulan I 2019 tumbuh sebesar 5,42% (yoy), lebih rendah dibandingkan triwulan IV 2018 sebesar 5,98% (yoy) namun lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional triwulan I 2019 sebesar 5,07% (yoy). Di sisi pengeluaran, meningkatnya pertumbuhan LNPRT (Lembaga Non Profit Rumah Tangga) dan ekspor netto menjadi pendorong pertumbuhan Provinsi Banten triwulan I 2019. Sementara itu, konsumsi Rumah Tangga, PMTB (Pembentukan Modal Tetap Bruto), dan konsumsi pemerintah tetap tumbuh meskipun tidak lebih tinggi dari triwulan IV 2018. Di sisi penawaran, pertumbuhan terutama didorong oleh lapangan usaha (LU) utama yaitu LU industri pengolahan, LU perdagangan, LU konstruksi, dan LU real estate. Sementara LU transportasi dan pergudangan dan LU pertanian tumbuh lebih rendah dibandingkan triwulan IV 2018.

Keuangan Pemerintah

Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Banten tahun 2019 mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2018 baik dari sisi pendapatan maupun dari sisi belanja, sebagaimana tercermin dari pagu masingmasing komponen tersebut. Meskipun demikian, sejalan dengan perlambatan yang terjadi pada perekonomian Provinsi Banten triwulan I 2019, realisasi pendapatan dan belanja pemerintah Provinsi maupun Kabupaten/Kota secara total mengalami penurunan, lebih rendah dibandingkan realisasi triwulan I 2018. Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang dialokasikan untuk Provinsi Banten pada tahun 2019 lebih tinggi dibandingkan tahun 2018. Berdasarkan wilayah, peningkatan tersebut terutama didorong oleh meningkatnya alokasi ke pemerintah provinsi dan pemerintah Kabupaten Tangerang, Kota Serang, serta Kabupaten Serang, sementara berdasarkan jenis belanja, didorong oleh peningkatan alokasi untuk Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Dana Desa (DD) seiring meningkatnya anggaran TKDD (Transfer Ke Daerah dan Dana Desa) secara nasional yang ditujukan Penguatan Desentralisasi Fiskal dan Nawacita. Belanja APBN ke Provinsi Banten baik tingkat provinsi maupun maupun Kabupaten/Kota secara total sampai dengan triwulan I 2019 terealisasi lebih tinggi dibandingkan periode triwulan I 2018.

Perkembangan Inflasi Daerah

Secara umum, inflasi IHK di Provinsi Banten pada triwulan I 2019 tercatat menurun dibandingkan triwulan IV 2018. Inflasi triwulan I 2019 tercatat sebesar 2,97% (yoy), atau menurun dibandingkan inflasi triwulan IV 2018 yang mencapai 3,42% (yoy). Secara spasial, penurunan tekanan inflasi Provinsi Banten didorong oleh menurunnya realisasi inflasi di seluruh kota sampel IHK di Provinsi Banten yaitu Kota Tangerang, Kota Serang, dan Kota Cilegon pada periode triwulan I 2019. Realisasi inflasi di Provinsi Banten tercatat lebih tinggi dibandingkan capaian inflasi regional Jawa dan Nasional. Inflasi di regional Jawa dan Nasional pada triwulan I 2019 tercatat masingmasing sebesar 2,59% (yoy) dan 2,48% (yoy). Meski masih berada dalam level yang tinggi, angka inflasi Provinsi Banten pada triwulan I 2019 tercatat lebih rendah dibandingkan rata-rata historisnya yang tercatat sebesar 4,24% (yoy).

Stabilitas Sistem Keuangan

Stabilitas keuangan di Provinsi Banten pada triwulan I 2019 dalam kondisi stabil, didorong oleh pertumbuhan seluruh indikator utama perbankan yang berada dalam kondisi positif. DPK dan kredit perbankan provinsi Banten tercatat masih dapat tumbuh positif meskipun melambat. Risiko kredit sedikit meningkat namun tetap berada di bawah threshold. Dari sisi ketahanan keuangan korporasi, terpantau dalam kondisi yang baik sebagaimana tercermin dari beberapa indikator finansial korporasi, dan risiko pembiayaan dari perbankan. Demikian juga dengan kondisi stabilitas keuangan rumah tangga terpantau cukup baik yang terlihat dari pertumbuhan DPK dan kredit yang masih tumbuh positif meskipun melambat. Sejalan dengan kredit keseluruhan, tingkat risiko juga dilaporkan meningkat namun tetap berada pada threshold. Di sisi pengembangan UMKM, penyaluran kredit Perbankan di Provinsi Banten kepada UMKM tercatat melambat dengan risiko yang sedikit meningkat namun masih berada di bawah level indikatifnya.

Penyelenggaraan Sistem Pembayaran dan Pengelolaan Uang Rupiah

Pada triwulan I 2019, kinerja transaksi Sistem Pembayaran (SP) baik tunai maupun non tunai di Provinsi Banten tercatat dalam kondisi yang baik namun melambat dibandingkan periode sebelumnya. Dari sisi SP non tunai, volume transaksi RTGS dan SKNBI tercatat mengalami perlambatan sesuai dengan siklus tahunan dimana transaksi non tunai pada triwulan IV cenderung lebih tinggi dibandingkan triwulan I dikarenakan momen liburan dan hari besar keagamaan. Sejalan, transaksi berdasarkan e-commerce dan transportasi online pun tetap meningkat meskipun pertumbuhannya tidak sebesar triwulan sebelumnya. Hal ini dikarenakan pada triwulan IV banyaknya transaksi e-commerce karena promo akhir tahun dan momen liburan. Sementara itu, untukSP tunai, perputaran uang di Provinsi Banten dilaporkan mengalami net inflow dari sebelumnya net outflow seiring dengan siklus tahunan dimana uang yang beredar pada triwulan IV kembali masuk lagi ke sistem perbankan di triwulan I.

Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Masyarakat

Kondisi ketenagakerjaan di Provinsi Banten pada periode Februari 2019 dilaporkan mengalami perbaikan sebagaimana ditunjukkan oleh meningkatnya jumlah penduduk yang bekerja disertai dengan menurunnya jumlah pengangguran dan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) dibandingkan posisi Februari 2018. Namun meskipun mengalami penurunan, secara spasial, angka TPT Provinsi Banten masih lebih tinggi dibandingkan dengan TPT nasional sebesar dan berada di posisi tertinggi kedua setelah Provinsi Jawa Barat. Dari sisi kualitas hidup masyarakat terlihat adanya peningkatan sebagaimana tergambar dari IPM Provinsi Banten secara konsisten menunjukkan tren peningkatan dan selalu lebih tinggi dari IPM Nasional. Peningkatan kesejahteraan juga dicerminkan dari menurunnya angka gini ratio pada September 2018 ke level terendah sejak tahun 2010. Namun, di sisi lain jumlah penduduk miskin mengalami sedikit peningkatan yang didorong oleh meningkatnya penduduk miskin di perdesaan sebagaimana juga tercermin dari menurunnya NTP pada triwulan I 2019.

Prospek Perekonomian Daerah

Pertumbuhan ekonomi Provinsi Banten pada tahun 2019 diperkirakan tumbuh melambat dibandingkan tahun 2018. Pertumbuhan diprakirakan ditopang oleh kinerja konsumsi baik rumah tangga maupun Pemerintah serta kinerja ekspor. Berdasarkan lapangan usaha (LU), pertumbuhan terutama didorong oleh LU utama antara lain, antara lain industri pengolahan, LU konstruksi, dan LU pertanian. Sementara itu, beberapa LU diperkirakan akan tumbuh lebih rendah, diantaranya adalah LU perdagangan, LU real estate, dan LU transportasi dan pergudangan. Di sisi perkembangan harga, tingkat inflasi Provinsi Banten pada tahun 2019 lebih tinggi dibandingkan tahun 2018 namun diperkirakan masih akan sejalan dengan target pemerintah yaitu di kisaran 3,5+1% (yoy). Berdasarkan kelompok komoditasnya, inflasi provinsi Banten pada tahun 2019 akan didominasi oleh kelompok bahan makanan dan kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan

Tags:  

Survei

Apakah Artikel ini memberikan informasi berguna bagi Anda?
Nilai halaman ini:
Komentar:
Show Left Panel