Kajian Ekonomi dan Keuangan Regional Provinsi Banten Februari 2018​​​​​ - Bank Sentral Republik Indonesia
Navigate Up
Sign In
06 Juni 2020

Updated Content

Asesmen Pertumbuhan Ekonomi Daerah

Perekonomian Banten pada triwulan IV 2017 tumbuh sebesar 5,75% (yoy), lebih tinggi dibandingkan triwulan III 2017 sebesar 5,63% (yoy) dan juga lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional yang sebesar 5,19% (yoy). Di level regional Jawa, Pertumbuhan Ekonomi Banten pada triwulan IV 2017 merupakan yang tertinggi kedua setelah Provinsi DKI Jakarta.

Perbaikan kinerja ekspor, konsumsi pemerintah dan investasi menjadi faktor pendorong tingginya pertumbuhan ekonomi Provinsi Banten dari sisi permintaan. Sementara dari sisi penawaran, peningkatan kinerja terjadi pada sektor konstruksi, transportasi & pergudangan, dan industri pengolahan. Secara keseluruhan tahun 2017 perekonomian Banten tumbuh 5,71% (yoy) atau lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan tahun sebelumnya sebesar 5,28% (yoy).

Asesmen Inflasi Daerah

Secara umum, inflasi di Provinsi Banten pada triwulan IV 2017 turun dibandingkan triwulan III 2017. Inflasi triwulan IV 2017 tercatat sebesar 3,98% (yoy), lebih rendah dibandingkan inflasi triwulan III 2017 sebesar 4,17% (yoy). Penurunan didorong oleh meredanya inflasi pada komponen sandang, kesehatan dan pendidikan. Secara spasial, turunnya inflasi terjadi di dua kota perhitungan inflasi yaitu Kota Tangerang dan Kota Cilegon sementara di Kota Serang inflasi tercatat meningkat. Berdasarkan disagregasi, meredanya inflasi di triwulan IV 2017 didorong oleh seluruh komponen disagregasi inflasi Provinsi Banten. Andil tertinggi inflasi masih didorong oleh komponen core. Pada komponen administered prices, inflasi lebih disebabkan oleh penyesuaian tarif listrik dan peningkatan tarif cukai rokok. Sementara pada komponen volatile food, inflasi didorong oleh penurunan pasokan beras sebagai dampak dari musim kemarau panjang.

Pada triwulan berjalan hingga bulan Januari 2018, inflasi berada dalam tren menurun pasca momen perayaan natal dan tahun baru yang berdampak pada penurunan harga tarif angkutan udara dan angkutan darat. Inflasi pada bulan Januari 2018 adalah sebesar 0,22% (mtm) atau 3,47% (yoy). Inflasi diperkirakan menurun pada akhir triwulan I 2018 dibandingkan triwulan IV 2017 seiring dengan meredanya tekanan inflasi pada komponen core.

Asesmen Stabilitas Keuangan Daerah

Stabilitas keuangan di Provinsi Banten pada triwulan IV 2017 cukup terjaga seiring meningkatnya pertumbuhan ekonomi Provinsi Banten. hal ini tercermin dari membaiknya beberapa indikator makro perbankan pada periode yang sama. Sejalan dengan itu, tingkat intermediasi dan risiko perbankan juga terpantau dalam kondisi yang baik. Membaiknya perekonomian Provinsi Banten pada triwulan IV 2017 juga mendorong peningkatan ketahanan sektor korporasi dan rumah tangga di triwulan yang sama.

Asesmen Penyelenggaraan Sistem Pembayaran & PUR

Sejalan dengan kinerja perekonomian Provinsi Banten yang tumbuh lebih tinggi pada triwulan IV 2017 dibandingkan periode triwulan III 2017, transaksi non tunai dan tunai sistem pembayaran di Provinsi Banten juga mengalami peningkatan. Dari sisi non tunai, transaksi SKNBI dan RTGS tercatat mengalami peningkatan secara nominal. Sementara dari sisi tunai, total perputaran uang di provinsi Banten pada triwulan IV 2017 tercatat meningkat tinggi. Dari segi pengelolaan uang Rupiah, triwulan IV 2017 total perputaran uang yang melalui Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten tercatat mengalami net outflow sebesar Rp.1,01 triliun setelah pada triwulan sebelumnya mengalami net inflow sebesar Rp.438,27 miliar sebagai dampak adanya momen perayaan Idul Fitri .

Asesmen KUPVA BB menunjukkan bahwa nilai transaksi penukaran valuta asing melalui KUPVA BB di Provinsi Banten pada triwulan IV 2017 tercatat senilai Rp.794,42 miliar, menurun 4,42% (qtq) dari total nilai transaksi triwulan III 2017 yang tercatat senilai Rp.831,17 miliar. Dimana bila dilihat dari jenis transaksi, pembelian valuta asing di triwulan IV 2017 mengalami penurunan sementara penjualan valuta asing mengalami peningkatan.

Sementara itu, perkembangan dari segi elektronifikasi dan keuangan inklusif antara lain jumlah kantor cabang bank di Banten pada triwulan IV 2017 tercatat relatif stabil dibandingkan triwulan III 2017 dan jumlah ATM pada triwulan IV 2017 meningkat dibandingkan triwulan III 2017. Terkait agen LKD, di triwulan IV 2017 jumlah agen LKD di Provinsi Banten meningkat dibandingkan triwulan III 2017 yang terutama dikontribusi oleh BRI sebagai dampak dari implementasi perluasan Bantuan Pangan Non Tunai di Kabupaten Tangerang dan program kartu tani di Banten. Di samping itu, Bank Indonesia Provinsi Banten juga menjadi koordinator dalam realisasi elektronifikasi 7 (tujuh) jenis Bantuan Sosial Non Tunai (BSNT) tingkat Provinsi senilai Rp.128,73 miliar dengan tingkat realisasi yang tinggi yaitu sebesar 98,61% dari total dana bantuan. Selain itu, Bank Indonesia Provinsi Banten juga aktif melakukan sosialisasi dan edukasi Keuangan Inklusif termasuk Kampanye Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT).

Prospek Ekonomi dan Inflasi Triwulan II 2018

Pertumbuhan ekonomi Provinsi Banten pada triwulan II 2018 diperkirakan tumbuh di kisaran 5,6 – 6,0% (yoy), lebih tinggi dibandingkan angka perkiraan di triwulan I 2018 seiring mulai melonjaknya konsumsi rumah tangga, Pemerintah, serta kinerja investasi di periode tengah tahun bersamaan dengan momen menjelang bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri serta pelaksanaan Pilkada Banten di empat kabupaten/kota. Di sisi lain, kinerja ekspor diperkirakan tumbuh melambat seiring cenderung menurunnya kinerja ekspor pada momen Hari Raya Idul Fitri. Berdasarkan lapangan usaha, transportasi dan pergudangan, industri perdagangan besar dan eceran, akomodasi dan makan minum, informasi dan telekomunikasi, serta industri pengolahan dapat tumbuh lebih tinggi dari triwulan I 2018. Tingkat pertumbuhan ekonomi Provinsi Banten secara keseluruhan tahun 2018 diperkirakan akan tumbuh pada kisaran 5,6 – 6,0%(yoy).

Di sisi perkembangan harga, tingkat inflasi Provinsi Banten pada triwulan II 2018 diperkirakan berada di kisaran 3,5 – 3,9% (yoy), lebih rendah dibandingkan triwulan I 2018 yang berada di kisaran 3,6 – 4% (yoy). Menurunnya risiko inflasi diperkirakan berasal dari faktor internal maupun eksternal. Berdasarkan disagregasi, penurunan inflasi pada triwulan II 2018 utamanya disumbang oleh komponen administered prices, sementara komponen volatile food dan komponen core mengalami peningkatan. Untuk keseluruhan tahun 2018, inflasi Provinsi Banten diperkirakan diperkirakan berada di kisaran 3,5±1% (yoy). Adapun risiko yang akan dihadapi diantaranya adalah peningkatan harga minyak dunia dan penguatan Dollar Amerika Serikat.​

Tags:  

Survei

Apakah Artikel ini memberikan informasi berguna bagi Anda?
Nilai halaman ini:
Komentar:
Show Left Panel