​Kajian Ekonomi dan Keuangan Regional Provinsi Banten Agustus 2018 - Bank Sentral Republik Indonesia
Navigate Up
Sign In
26 Januari 2020

Perekonomian Provinsi Banten pada triwulan II 2018 tumbuh lebih rendah dibandingkan triwulan sebelumnya. Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan didukung oleh pertumbuhan konsumsi rumah tangga dan Pemerintah serta investasi, sementara kinerja net ekspor menunjukkan penurunan. Dari sisi penawaran, pertumbuhan didukung oleh pertumbuhan positif kinerja Lapangan Usaha (LU) utama yaitu industri pengolahan, transportasi dan pergudangan, akomodasi dan makan minum, dan perdagangan besar & eceran.

Dari aspek perbandingan antar wilayah, pertumbuhan ekonomi Provinsi Banten pada triwulan II 2018 lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional yang tumbuh meningkat. Sementara di level regional Jawa, pertumbuhan ekonomi Provinsi Banten merupakan yang tertinggi keempat setelah Provinsi DKI Jakarta, Provinsi DI Yogyakarta, dan Provinsi Jawa Barat.

Postur Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) pemerintah Provinsi Banten beserta delapan Kabupaten/Kota pada tahun 2018 mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2017 baik dari sisi pendapatan maupun dari sisi belanja, sebagaimana tercermin dari pagu masing-masing komponen tersebut. Sejalan dengan peningkatan realisasi Konsumsi Pemerintah pada PDRB Provinsi Banten periode triwulan II 2018, realisasi pendapatan dan belanja pemerintah Provinsi Banten maupun kabupaten/ kota secara total juga mengalami peningkatan, lebih tinggi dibandingkan realisasi tahun 2017.

Sementara itu, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang dialokasikan untuk Provinsi Banten pada tahun 2018 lebih rendah dibandingkan tahun 2017 akibat adanya penyesuaian nilai pada belanja bantuan sosial, belanja modal, dan Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik. Namun demikian , sampai dengan triwulan II 2018, realisasi belanja APBN ke Provinsi Banten baik tingkat provinsi maupun maupun Kabupaten/Kota secara total terealisasi lebih tinggi dibandingkan periode triwulan II 2017.

Secara umum, inflasi IHK di Provinsi Banten pada triwulan II 2018 tercatat menurun dibandingkan triwulan I 2018. Angka inflasi triwulan II 2018 adalah sebesar 3,00% (yoy), lebih rendah dibandingkan inflasi triwulan I 2018 sebesar 3,55% (yoy). Secara spasial, menurunnya inflasi terjadi di seluruh kota perhitungan inflasi yaitu Kota Tangerang, Kota Cilegon dan Kota Serang.

Realisasi Inflasi di Provinsi Banten juga tercatat lebih rendah dibandingkan capaian inflasi regional Jawa dan Nasional. Inflasi di regional Jawa dan Nasional pada triwulan II 2018 tercatat masing-masing sebesar 3,04% (yoy) dan 3,12% (yoy). Selanjutnya angka inflasi Provinsi Banten pada triwulan II 2018 juga tercatat lebih rendah dibandingkan angka rata-rata historisnya yang tercatat sebesar 5,76% (yoy).

Berdasarkan kelompok komoditas inflasi, meredanya inflasi di triwulan II 2018 didorong oleh menurunnya inflasi pada kelompok bahan makanan serta perumahan listrik dan gas. Sementara itu, inflasi kelompok kesehatan serta pendidikan, rekreasi dan olahraga tercatat mengalami peningkatan pasca adanya peningkatan tarif jasa di kedua kelompok komoditas tersebut.

Stabilitas keuangan di Provinsi Banten pada triwulan II 2018 dalam kondisi yang baik. Hal tersebut tercermin dari membaiknya indikator utama perbankan yaitu penyaluran kredit. Sejalan dengan itu, tingkat intermediasi dan risiko perbankan juga terpantau dalam kondisi yang baik. Tren perekonomian Provinsi Banten yang masih tumbuh dalam level yang tinggi pada triwulan II 2018 dan sentimen positif dari pelaku usaha menjadi faktor pendorong perbaikan kondisi stabilitas keuangan di Provinsi Banten.

Dari sisi ketahanan keuangan korporasi, terpantau dalam kondisi yang baik sebagaimana tercermin dari beberapa indikator finansial korporasi, meskipun terdapat peningkatan risiko pembiayaan dari perbankan. Demikian juga dengan kondisi stabilitas keuangan rumah tangga terpantau masih terjaga yang terlihat dari pertumbuhan DPK dan kredit yang berada dalam level yang tinggi. Tingkat risiko juga dilaporkan stabil ditengah meningkatnya penyaluran kredit kepada rumah tangga terutama untuk KPR. Di sisi pengembangan UMKM, penyaluran kredit perbankan di Provinsi Banten kepada UMKM tercatat tumbuh relatif tinggi meskipun lebih rendah dibandingkan triwulan I 2018. Perlambatan kredit kepada UMKM tersebut diiringi oleh meningkatnya risiko yang saat ini sudah berada pada level yang perlu dicermati.

Pada triwulan II 2018, kinerja transaksi sistem pembayaran baik tunai maupun non tunai di Provinsi Banten tercatat mengalami perbaikan. Dari sisi non tunai, transaksi RTGS dan SKNBI tercatat mengalami peningkatan baik dari sisi nominal. Sementara dari sisi tunai, total perputaran uang di provinsi Banten pada triwulan II 2018, mengalami net outflow dari sebelumnya net inflow. Sementara itu, dari sisi Uang Elektronik (UE), terjadi peningkatan UE di Provinsi Banten seiring mulai diwajibkannya penggunaan UE di jalan tol sejak Oktober 2017.

Pertumbuhan ekonomi Provinsi Banten pada triwulan III 2018 diperkirakan berada dalam kisaran 5,3% - 5,7% (yoy), tumbuh positif meski lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan triwulan II 2018. Pertumbuhan ke depan diperkirakan akan ditopang oleh pertumbuhan konsumsi masyarakat, investasi, serta aktivitas ekspor. Berdasarkan lapangan usaha, pertumbuhan ekonomi akan ditopang oleh industri pengolahan, transportasi dan pergudangan, konstruksi, akomodasi dan makan minum, dan Real Estate yang diperkirakan menunjukkan pertumbuhan yang meningkat pada triwulan III 2018.

Sementara itu, pertumbuhan ekonomi Provinsi Banten pada triwulan IV 2018 diperkirakan tumbuh lebih tinggi dibandingkan triwulan III 2018. Pertumbuhan ekonomi Provinsi Banten triwulan IV 2018 diperkirakan tumbuh lebih tinggi dan diperkirakan akan berada di kisaran 5,7 – 6,1% (yoy), atau lebih tinggi dibandingkan dengan triwulan III 2018 yang diperkirakan berada pada kisaran 5,3 – 5,7% (yoy). Meningkatnya pertumbuhan ekonomi dari sisi penggunaan didorong oleh peningkatan kinerja konsumsi rumah tangga, konsumsi Pemerintah, serta investasi. Berdasarkan lapangan usaha (LU), pertumbuhan terutama didorong antara lain oleh LU utama yaitu industri pengolahan, LU konstruksi, LU transportasi dan pergudangan, LU perdagangan, LU pertanian, dan LU informasi & komunikasi. Sementara itu, beberapa LU diprakirakan kan tumbuh lebih rendah, diantaranya adalah real estate, jasa perusahaan, dan akomodasi makan minum. Untuk keseluruhan tahun 2018, pertumbuhan ekonomi Provinsi Banten diperkirakan akan lebih tinggi dibandingkan tahun 2017 yang didorong oleh membaiknya konsumsi masyarakat, domestik, dan permintaan negara mitra dagang utama.

Pada bulan Juli 2018, inflasi IHK berada dalam tren meningkat. Realisasi Inflasi provinsi Banten pada bulan Juli 2018 tercatat sebesar 3,47% (yoy) atau lebih tinggi dibandingkan triwulan II 2018 yang sebesar 3,00% (yoy). Adanya peningkatan harga kelompok komoditas bahan makanan seiring adanya gangguan pasokan dari daerah sentra produksi menjadi penyebab peningkatan tekanan inflasi yang terjadi. Dengan perkembangan tersebut, tekanan inflasi provinsi Banten pada triwulan III 2018 diperkirakan akan meningkat dikisaran angka 3,50 - 4,00% (yoy). Kelompok bahan makanan diperkirakan akan menjadi faktor pendorong utama peningkatan tekanan inflasi pada triwulan III 2018.

Selanjutnya, proyeksi inflasi Provinsi Banten pada triwulan IV 2018 diperkirakan lebih tinggi dibandingkan triwulan III 2018. Proyeksi inflasi provinsi Banten pada triwulan IV 2018 diperkirakan berada pada kisaran 3,7% - 4,2% (yoy) atau meningkat dibandingkan perkiraan pada triwulan III 2018 yang sebesar 3,5% - 4,0% (yoy). Berdasarkan kelompok komoditasnya, inflasi provinsi Banten pada triwulan IV 2018 akan didominasi oleh kelompok bahan makanan dan kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan. Mempertimbangkan beberapa risiko, inflasi tahun 2018 diperkirakan akan relatif stabil dibandingkan tahun 2017 dan diperkirakan masih akan sejalan dengan target pemerintah yaitu di kisaran 3,5±1% (yoy).  

Tags:  

Survei

Apakah Artikel ini memberikan informasi berguna bagi Anda?
Nilai halaman ini:
Komentar:
Show Left Panel